|

YUSRIL: KAPAN KEJAGUNG MENGAKU SALAH MENANGANI SISMINBAKUM?

Kejagung akhirnya mau mengakui kesalahan mereka dalam membuat keputusan pencekalan terhadap Yusril Ihza Mahendra. Keputusan cekal sebelumnya No 195/D/Dsp.3/6/211 tanggal 24 Juni 2011 telah dicabut dan diganti dengan keputusan baru No 201/D/Dsp.3/06/2011 tanggal 27 Juni 2011. Meskipun telah mengaku salah, Yusril tetap menganggap persoalan ini belum selesai. “Kemarin masih berkeras mengaku benar dan menyerang balik saya, tiba-tiba hari ini mengaku salah”. Nampak sekali Kejagung takut menghadapi gugatan saya di PTUN Jakarta, sehingga buru-buru mencabut keputusannya, ujar Yusril.

Dulu Kejagung telah dipaksa oleh Mahkamah Konstitusi untuk mengaku salah bahwa Jaksa Agung mereka illegal. Sementara sebelumnya, mereka berkeras bahwa pendapat saya yang mengatakan Jaksa Agung mereka illegal adalah salah.  Sekarang sedikit lebih baik mendahului  mengakui salah, sebelum PTUN memaksa mereka mengaku salah. “Kalau sudah dua kali salah, kapan Kejagung akan mengaku salah menangani perkara Sisminbakum?” tanya Yusril. Mahkamah Agung sudah tegas menyatakan bahwa tidak ada unsur kerugian negara dan tidak ada unsur melawan hukum dalam kasus Sisminbakum. “Tapi sampai kini masih ada keinginan Kejagung untuk PK putusan kasasi itu, dan melanjutkan mendakwa saya dan Hartono ke pengadilan. Kapan Kejagung akan mengaku salah menangani kasus ini?” tanya Yusril.

Yusril menghimbau Jaksa Agung Basrief Arief agar menghentikan saja perkara Sisminbakum. “Saya dan mungkin jutaan orang lain di negeri ini tidak percaya dengan kemampuan Kejaksaan Agung dalam menerapkan hukum. Sisminbakum termasuk masalah yang rumit untuk dipahami hanya dengan kemampun pemahaman hukum yang ala kadarnya dimiliki oleh aparat Kejagung. Keputusan melaksanakan Sisminbakum memerlukan pemahaman mendalam terhadap situasi sosial, ekonomi dan politik yang mengalami krisis di awal tahun 2000. Kebijakan Sisminbakum memerlukan telaah dari segi ekonomi, sosial, politik dan hukum adminstrasi yang mendalam. “Kalaui ilmu para jaksa itu hanya ala kadarnya saja  di bidang hukum pidana, mustahil mereka akan memahami Sisminbakum secara komprehensif” tegas Yusril. Kalau demikian, yang ada di kepala mereka hanyalah nafsu untuk mendakwa orang ke pengadilan, dengan modal pengetahuan hukum yang seadanya saja. “Dengar saja omongan Wajagung Darmono. Setiap kali memberikan keterangan, nampak sekali pemahamannya terhadap hukum hanya hanya ala kadarnya saja” kata Yusril.

Karena itu daripada hanya ingin menyusahkan dirinya, menurut Yusril, lebih baik kasus Sisminbakum ini dihentikan saja. “Saya sendiri akan lebih banyak manfaatnya bagi bangsa dan negara dengan memberikan sumbangan pemikiran, daripada memenjarakan saya dengan kesalahan yang tak pernah jelas juntrungannya”. Kantor Menko Pohukam saja meminta pendapat saya mengenai usul amandemen UUD 1945 yang diusulkan DPD. DPR RI berulangkali meminta nasehat dan pendapat saya terhadap masalah-masalah krusial yang dihadapi bangsa dan negara. “Bahkan sore ini saya baru saja menerima surat Menteri Keuangan yang meminta saran dan pendapat saya menangani suatu masalah hukum terkait dengan keibjakan keuangan negara”.

Jadi, menurut Yusril, untuk apalah Kejaksaan Agung mencari-cari kesalahan dirinya, apalagi yang mencari kesalahan itu, pengetahuan hukumnya sangat sederhana, sehingga sangat tidak memadai untuk memahami Sisminbakum yang demikian kompleks.*****

Cetak artikel Cetak artikel

Short URL: https://yusril.ihzamahendra.com/?p=622

Posted by on Jun 28 2011. Filed under Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

6 Comments for “YUSRIL: KAPAN KEJAGUNG MENGAKU SALAH MENANGANI SISMINBAKUM?”

  1. apabila suatu pekerjaan diberikan kepda yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran…yang mulia pak basrief, dlu saya ingat, ketika anda dilantik, pak yusril menaruh harapan besar pada anda untuk membangun kembali citra kejagung yang hancur krna ulah hendarman. Namun skrng trnyata di tngan anda kejagung tidak menjadi lebih baik, kebusukan dan kebodohan aparatur kejaksaan semakin nyata terlihat. Pertanyaan kami sbgai warga masyarakat bagaimana masa dpan hukum di ngra kita ini bila ditangan para penegak hukum justru tidak taat hukum…malah merasa sok tau akan suatu hal yang anda sndiri belum memahaminya. Kami ingin meminta pertanggungjawaban anda selaku penegak hukum. Kepda pak sby, tolonglah dlm memilih bawahan benar benar orng yang mumpuni di bidangnya. Jngan hanya pertimbangan politik saja, krna pd akhirnya akan menghancurkan anda dan bangsa ini. Justru pak yusril yang telah kau singkirkan telah banyak memberikan pencerahan hukum pada bangsa ini…

  2. Bismillah. Jaksa Agung dan wakilnya, Darmono, nyata nyata membawa bangsa ini ke jurang kehancuran, merusak citra pemerintahan SBY, dan menzalimi orang yang tidak bersalah. Orang seperti itu tidak cukup dimaafkan permohonan maafnya, tapi jabatan harus dicopot karena lembaga. Kesemberonoan mereka dalam membuat surat perpanjangan cekal YIM sungguh memalukan bangsa dan negara ini. Dari pada dicopot presiden lebih baik mengundurkan diri saja. Citra mereka akan lebih baik jika menghentikan kasus YIM yang sudah jelas tidak bersalah. Entah jika mereka sudah terlanjur malu, berhutang budi dan takut dikeam lsm yang kaki tangan asing, yang selama memaksa kejagung. Wassalam.

  3. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
    Salut buat Prof. Yusril, inilah alasan saya selalu mengikuti perkembangan sisminbakum. sebagai orang awam hukum, sedikitnya juga dapat mengerti dari ulasan Prof.
    Bukan merendahkan para penegak hukum di kejaksaan ataupun di kemenkumham saat ini, tapi menurut saya semakin banyak mereka bicara semakin kelihatan kelemahan mereka.
    Sekedar bertanya, bagaimana mungkin orang-orang yang kurang dari sisi pengetahuan dan keilmuannya dapat dipercaya menduduki suatu jabatan? Siapakah yang harus disalahkan apakah orang yang diangkat menduduki jabatan ataukah orang yang mengangkatnya?
    Bagi saya orang awam, yang masih percaya percaya yang gaib, inilah sebab dari semua malapetaka di negeri yang kita cintai ini

  4. Untuk Bg YIM,Pada pandagan sya, isu oknum kejagung vs Bg YIM, bisa dirancang sbagai isu menurunkan populeritas pemerintahan Beye dan PD di media massa, terutama dari sisi ISU HUKUM DAN HAM, shingga P’Beye akan bersikap tegas atas ketololan bawahannya, ini didukung dgn pernyataan P’ Kwik Kin Gie dan P’JK terdulu ketika bersaksi, serta para pendapat pakar hukum sebagai saksi ahli, sebab kasus ini ‘sangat tendesius’. Selain itu, isu ini semakin menggigit apa bila ada sura-suara pengamat, NGO dari luar negri yg kira2 bisa diajak mengeluarkan pandagan yang sependapat dalam menentang kezaliman ini, seperti pakar Hukum dari Almamater Bg YIM ketika S2 atau S3 dahulu, atau jaringan2 yg ada dll, sebab skarang terkesan kubu Bg YIM hanya bergerak sendiri, sementara pihak lawan sudah nampak menggunakan tekanan melalui NGO” dalam negeri yg turut menekan dan memaksa kasus ini di sidangkan. Sya rasa dalam langkah praktikalnya Bg YIM lebih tahu. Ini hanya sekedar pandangan sederhana saja, sebab apa yang terjadi adalah boleh dikatakan ‘tahanann kota’namun tanpa pernyataan hukum yang sah, tetapi hanya beradalih dalam nyanyian ‘cekal’ ke luar negeri.

  5. Bang YIM, dibuatkan sinetron atau filmya ttg sisminbakum ini seru kali ya ?
    bagaimana cerobohnya jakgung dan menhuk ham dalam menc ekal anda, bagaimana seorang jaksa agung dipaksa lengser karena ilegal dan lain2 …
    pasti seru deh ….

  6. Bang YIM, Allah memberikan ujian pasti dalam batas kemampuan hamba Nya. Melihat perkembangan kasus ini, tampaknya situasi masih berpihak kepada abang. Putusan MK yang memenangkan abang atas uji materiil UU Kejaksaan yang abang ajukan, di ralatnya Sk Cekal kejagung, saya memberikan skors 2-0 untuk abang. Mengamati perkembangan kasus abang juga sangat menarik,bagaimana abang memberikan pembelajaran kepada warga negara,melawan kedzhaliman dengan konstitusional, pasti bangga menjadi mahasiswa/murid abang…dan sekali lagi sy menganggap inilah jalan yang ALLAH berikan kepada abang untuk berdakwah, Dakwah dalam ilmu dan bidang yang abang kuasai.

Leave a Reply