|

YUSRIL SEDIA CABUT KATA KASAR KEPADA BASRIF, ASAL BASRIEF MINTA MAAF TELAH BERLAKU KASAR KEPADA YUSRIL

Juru Bicara Yusril Ihza Mahendra, Jurhum Lantong mengatakan Yusril bersedia saja mencabut istilah “goblok” yang dikenakannya kepada Jaksa Agung Basrief Arief, kalau yang bersangkutan merasa kata-kata itu kasar. Namun menurut Jurhum, Yusril baru mau melakukannya kalau Basrief terlebih dulu meminta maaf atas perlakuan kasarnya kepada Yusril dengan mencekalnya menggunakan undang-undang yang sudah tidak berlaku lagi.

Yusril, kata Jurhum hanya menggunakan kata-kata menyerang Basrief, tetapi Basrief telah memperlakukan Yusril dengan cara yang kasar. Perlakuan kasar itu telah menimbulkan dampak yang jauh dan berakibat hukum, jauh lebih serius dari sebuah kata yang diucapkan. Sebagai pejabat negara, Basrief harus secara “gentle” meminta maaf kepada Yusril karena  telah mencekalnya dengan undang-undang yang salah, sehingga Basrief melampaui kewenangan yang dimilikinya untuk melakukan pencekalan.

Jurhum merasa heran dengan ucapan Noor Rachmad, yang tiba-tiba menyebut Yusril sebagai orang yang berderajat tinggi, dan merasa tersinggung dengan tudingan Yusril. “Apa dia sudah lupa, aparat Kejagung juga telah memperlakukan Yusril dengan kasar, yakni menggembok pintu gerbang Kejagung dan menuduhnya akan melarikan diri”, kata Jurhum mengingatkan peristiwa penggembokan Yusril oleh aparat kemanan Kejagung setahun yang lalu. “Kalau aparat Kejaksaan menganggap Yusril sebagai orang berderajat tinggi, mengapa sampai tega-teganya menggembok beliau dan menuduhnya akan melarikan diri”.  Aparat Kejagung telah memperlakukan Yusril sebagai manusia rendahan dan menganggapnya seperti  penjahat yang mau kabur ketika menghadapi penegak hukum, tambah Jurhum.  Ucapan Noor Rachmad dinilai Jurhum tidak sama antara kata dan perbuatan.

Omongan Noor Rachamd menurut Jurhum menggambarkan aparat Kejagung sudah kehabisan akal menghadapi serangan Yusril karena kesalahan mereka menerapkan hukum dalam membuat surat cekal. “Mereka kini berusaha mencari simpati masyarakat, dengan mengalihkan substansi  persoalan kepada masalah  sopan-santun,  yang lebih banyak berurusan dengan selera daripada norma hukum yang bersifat pasti” kata Jurhum. Kalau Noor Rachmad merasa tersinggung, saya mau bertanya kepadanya, kata Jurhum: “Kalau ada Jaksa Agung dengan sengaja mencekal orang dengan undang-undang yang sudah tidak berlaku,  Jaksa Agung apa namanya itu?” Silahkan Noor Rachmad jawab pertanyaan saya, kata Jurhum mengakhiri keterangannya.

Cetak artikel Cetak artikel

Short URL: https://yusril.ihzamahendra.com/?p=619

Posted by on Jun 28 2011. Filed under Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

14 Comments for “YUSRIL SEDIA CABUT KATA KASAR KEPADA BASRIF, ASAL BASRIEF MINTA MAAF TELAH BERLAKU KASAR KEPADA YUSRIL”

  1. Tidak usah ditanggapi. Biarkan pengadilan nantinya yang akan memutuskan, siapa yang harus meminta maaf.

  2. sekarang mah juangan banyak omong mendingan kita BOM saja kejagung siapppp ga?????biar tau mereka bagaimana di perlakukan tidak senonohh, malah bang YIM selain goblog tambahin lagi bajingan gitu..

  3. beng saptahadji

    Pak basrief adalah pembina masjid Nurul Falah di tg duren. Ketika kuliah subuh beliau berikan ceramah dan meminta kami kaum muda utk meniru orang2 spt bg YIM. Pintar dan cerdas!

    Demi Allah, semua warga tau bagaimana mulianya hati dan tindakan Jaksa Agung Basrief bserta keluarga. Beliau orang yg dihormati krn kesederhanaan, dan kebersahajaannya. Kami mengagumi anda dan kini DEMI ALLAH, anda mengatakan beliau ‘goblok’?

    Semoga ALLAH timpakan laknat kepada anda dan keluarga. Kami akan gunakan nisfu sya’ban utk mendoakan ini!!

    Jawaban saya:
    Saya tidak mengatakan beliau goblok karena kemuliaan hatinya seperti anda kemukakan. Tapi saya terpaksa saya harus mengatakan beliau “goblok” karena beliau nyata-nyata menggunakan hukum yang sudah tidak berlaku untuk mencekal saya. Seorang semulia Basrief pun tidak akan luput dari kesalahan dan kelalaian, sehingga berakibat penderitaan bagi orang lain. Kalau seorang Jaksa Agung yang dianggap sebagai panglima dalam penegakan hukum, mestinya dia memahami hukum. Kalau beliau tidak memahami hukum apa yang harus digunakan untuk mencekal seseorang sehingga tidak terjadi kesewenang-wenangan, maka istilah apakah yang lebih pantas untuk dikenakan kepada Jaksa Agung seperti itu?

    Saya hanya mengingatkan anda bahwa dalam ajaran Islam mendoakan sesama Muslim supaya dia atau mereka mendapat laknat adalah perbuatan terlarang. Tapi kalau anda ingin mendoakan agar saya dan keluarga saya dilaknat pada kesempatan nisfu sya’ban nanti, itu terserah anda saja dan hal itu menjadi tanggungjawab anda.

    Suatu hal yang ingin saya tanya pada anda: Kapan Pak Basrief berceramah seperti yang anda katakan di atas, sebelum atau sesudah beliau menjadi Jaksa Agung? Saya pribadi melihat ada perbedaan besar antara Pak Basrief sebelum dan sesudah menjadi Jaksa Agung. Patut anda ketahui, sebelum saya menyerang Pak Basrief dengan kata “goblok” karena melakukan tindakan sewenang-wenang pada saya. saya berulang-kali menelpon beliau, namun tak pernah di angkat. Saya kirim sms juga kepada beliau mengenai cekal itu, namun juga tidak dijawab. Sikap beliau itu, jauh beda dengan sebelum beliau diangkat menjadi Jaksa Agung. (YIM)

  4. @Beng saptahaji, cermati masalah ini dari awal, dari kasus ini siapa yang trdzalimi ? kalau anda mencermati masalah ini dari awal, saya yakin anda tdk akan memubzirkan waktu anda untuk melknat YIM saat nisfu sya’ban nnati, justru anda akan berdoa untuk YIM agar tdk lagi didzalimi oleh para penguasa. Seperti ditulis YIM dalam jawabnya buat anda di atas dalam Islam kita dilarang mendoakan sesama Muslim supaya dia atau mereka mendapat laknat. Bahkan jangan2 doa yg anda panjatkan justru akan berbalik kpd anda, naudzu billah.

  5. @Beng saptahaji,

    Anda menyumpahi Pak Yusril DAN KELUARGA agar Allah menimpakan laknat kepada mereka karena Pak Yusril mengatakan Jaksa Agung itu GOBLOK??? Kalau bukan goblok lalu apa namanya, seorang Jaksa Agung, saya ulangi JAKSA AGUNG, mengeluarkan suatu keputusan berdasarkan hukum yang sudah kadaluarsa??? Saya tinggal di Australia, kalau hal ini dilakukan oleh Attorney General disini, wah, wah…99.99% jabatannya bakal copot tuh!!
    Saya bukan seorang muslim, tetapi saya percaya tidak ada ajaran di islam ataupun agama lain yang benar yang menganjurkan umatnya untuk memohon Allah agar menimpakan laknat ke seseorang, tidak perduli orang itu bersalah atau tidak!!
    Pak Yusril, tidak usah mencabut kata2 Bapak. Kalau Jaksa Agung dan Menteri Hukum punya rasa tanggung jawab dan harga diri, mereka seharusnya mundur dari jabatan mereka.

    God Bless You Pak Yusril

  6. Bismillah. Bung SAPTAHADI YTH. Sebaiknya antum mencoba merenungi lebih dalam kenapa orang yang bung anggap berhati mulia itu benar benar bertimdak mulia. Pa BASRIEF ARIF itu jaksa agung. Kalo dia berhati mulia tentu akan bertindak mulia. Tidak salah dalam mengambil keputusan sehingga menzalimi YIM. APAKAH INI TINDAKAN ORANG YANG BERHATI MULIA? YIM menyatakan kata kata yang seperti itu juga tidak ditujukan kepada pribadi beliau. Tapi kepada beliau sebagai pejabat negara yang semberono. Karena itu kita perlu obyektif dalam memahami kata tersebut. Secara pribadi sy juga menyayangkan, tapi karena melihat konteknya saya bisa memahami. Jika bung tau lebih jauh, naiknya pa Basrief tidak terlepas dari masalah YIM, dan pendapatnya dalam blok ini. Coba bung telusuri agar bung tidak cepat berkesimpulan. Wassalam.

  7. Kejagung dan presidennya yang gak mutu kacaukan ketentraman publik, sebaiknya mereka berdua di tuntut saja untuk mundurrrr….!!!

  8. saya hanya mau sampaikan Indonesia Butuh Orang seperti Yusril Ihza Mahendra, semoga Allah SWT Selalu melindungi Beliau… Amin.

  9. Sdr. Saptahadi, anda seorang alim rupanya, namun sayang anda tidak berilmu. bagaimana seandainya anda dan keluarga anda dizhalimi seperti yang dilakukan terhadap bang YIM. perkataan bodoh itu tidaklah sebanding yang dirasakan oleh bang YIM karna dizholimi oleh Jaksa Agung. belajarlah terlebih dahulu baru berkomentar. yang diharapkan dalam islam yakni seorang yang alim sekaligus berilmu bukan alim yang bodoh. karna bagaimanapun kealimannya namun bodoh tetap akan menimbulkan kerumitan.
    Wassalam..

  10. Kalau semua statment diatas itu benar adanya, maka negara kita Indonesia yang kita cintai ini sudah benar-benar diambang jurang kejatuhan. Kenapa begitu? Ya kalau sebagian besar pejabat pemerintahan dipegang oleh orang yang bukan pada tempatnya maka kemana lagi larinya negara ini kalau tidak menuju kehancuran ?
    Ya Allah lindungilah negaraku ini dari kerusakan.

  11. Dony Billitone

    Bung saptahaji…Rupa nya ente sama aja goblok nya..
    mending ente diam dehh…kagak ada ilmu nya ente..

  12. KATA goblok itu udah halus banget buat pejabat KOPLAK dan SARAF yang menegakan hukum seenak udelnya sendiri, mereka jauh lebih gila dari ANJING GILA sekalipun… Maju terus Bang Yusril!, lain kali kalau mau NGATAIN penegak hukum yang pekok ajak2 kita… masih banyak cadangan CACI MAKI buat pejabat pengikut setan…

  13. mengapa selalu ada oknum di kejaksaan selalu mengganggu …

  14. aSS…Bang YIM,saya kira, pejabat/petinggi Republik ini nggak bisa lagi disindir atau diingatkan dengan kata dan kalimat yang halus….karena hatinya telah mati….tidak ada yang salah ketika abang mengeluarkan kata kata GOBLOK!!! kata kata yang pas untuk kaum lalim yang nggak logis..Wass

Leave a Reply