BANYAK PENUMPANG GELAP DI SISMINBAKUM

Banyak Penumpang Gelap di Kasus Sisminbakum

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Juru Bicara Yusril Ihza Mahendra, Jurhum Lantong menduga banyak penumpang gelap dalam kasus Sisminbakum. Para penumpang gelap tersebut dinilai berkepentingan, mulai dari soal kekuasaan sampai harta. Mereka bahkan melakukan berbagai hal seperti menggelar diskusi di hotel mewah dan melakukan sejumlah aksi bayaran.

Perilaku tersebut, menurut Jurhum, adalah bentuk dari tindakan mafia hukum. “Mereka memperjualbelikan hukum demi kepentingan pribadi. Saya sangat menyayangkan adanya kelompok-kelompok tertentu yang mendesak sisminbakum ke pengadilan demi bayaran tertentu. Hal tersebut adalah politik murahan dan jauh dari langkah hukum,” ujar Jurhum Lantong dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Jumat, (24/6/2011).

Hal tersebut diungkapkan Jurhum menanggapi demo buruh di Kejaksaan Agung, pada Kamis 23 Juni 2011 kemarin. Seperti dirilis oleh salah satu media online, para peserta aksi mengaku bahwa aksi tersebut bukan demo untuk tuntaskan sisminbakum, melainkan aksi untuk solidaritas kasus PHK di sebuah perusahaan. Namun sepertinya aksi tersebut dipelintir oleh kordinator aksi demo hingga seolah-olah mereka berdemonstrasi soal Sisminbakum.

Salah seorang peserta aksi pun mengaku bahwa ia mendapatkan uang dan makan siang dalam aksi kemarin. “Hal tersebut jelas menunjukkan bahwa pihak-pihak yang selama ini mendesak Sisminbakum ke pengadilan sarat dengan kepentingan pragmatis belaka. Mereka menggunakan segala cara, bahkan membohongi masyarakat, untuk mengejar kepentingannya,” tegas Jurhum.

Lebih jauh Jurhum mensinyalir, penumpang gelap dalam kasus Sismibakum bukan kali ini saja. Ia melihat, gerakan-gerakan tersebut sangat sistematis dan tentu memiliki modal yang kuat. “Mereka melakukan diskusi di hotel mewah, dan juga demo-demo. Jelas ada kapentingan tersembunyi di balik slogan penegakan hukum yang mereka degungkan,” imbuh Jurhum.

Jurhum pun mendesak semua pihak untuk objektif dan tidak lagi merekayasa kasus Sisminbakum. Faktanya, banyak pakar dan ahli hukum pidana menilai bahwa tidak ada tindak pidana dalam Sisminbakum. Sebab itu, desakan agar Sisminbakum dilanjutkan ke pengadilan hanyalah buah dari nafsu sahwat kepentingan pragmatis belaka yang jauh asas keadilan dan rule of law.

Selain itu, desakan beberapa pihak agar kejaksaan agung mengajukan PK atas putusan Romly Atmasasmita dinilai Jurhum sebagai tindakan yang menjeremuskan Kejagung. Sebab, mengutip pernyataan Andi Hamzah, jika kejaksaan agung mengajukan PK atas vonis lepas Romly, maka Kejaksaan Agung melanggar KUHP.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
 Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terbaru

Kemarin (15/9), saya meluangkan waktu untuk menjenguk sahabat lama saya, Adril Muchtar, yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta Timur.

Persahabatan kami punya kenangan tersendiri. Selama 6 tahun di masa-masa perkuliahan tahun 1970-an, kami berbagi kamar yang sama di Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Daksinapati, Rawamangun. 

Banyak suka dan duka yang kami lewati bersama sebagai kawan senasib sepenanggungan semasa jadi mahasiswa dulu.

Melihat semangat beliau hari ini sungguh membesarkan hati. Mari kita doakan bersama agar saudara kita, Adril Muchtar, segera diberikan kesembuhan, diangkat penyakitnya oleh Allah SWT, dan bisa beraktivitas kembali seperti sediakala. Aamiin YRA. 🤲🏼✨

#YusrilIhzaMahendra #Silaturahmi #SahabatLama #daksinapati #UI

...

4361 79
Pembangunan ekonomi dan stabilitas politik merupakan dua hal yang saling berkelindan dalam sejarah perjalanan bangsa.

Dalam kesempatan perkuliahan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Kampus Depok (9/9), saya membagikan pandangan serta analisis kritis mengenai dinamika politik hukum, stabilitas, dan perjalanan ekonomi Indonesia dari masa ke masa.

#FHUI #YusrilIhzaMahendra #HukumTataNegara #UniversitasIndonesia #indonesia

...

1981 22
KLARIFIKASI & BANTAHAN

Pernyataan yang menyebutkan "Pedagang Kaca Dikroyok Saat Kericuhan, Yusril: Jangan Salahkan Ormas" adalah TIDAK BENAR / HOAKS. Menko Yusril Ihza Mahendra tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut dalam kesempatan apa pun.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu yang disebarkan pihak tidak bertanggung jawab.
Mari bersama mewujudkan ruang digital yang sehat dengan selalu saring sebelum sharing.

#Klarifikasi #SaringSebelumSharing #BantahHoaks #Hoaks #YusrilIhzaMahendra

...

4607 155
Tanpa etik dan integritas, semua undang-undang dan lembaga hukum yang kita bangun tidak akan ada artinya.

Saat menyampaikan keynote speech pada Festival Layanan AHU Berdampak di Bandung kemarin (31/8), saya mengingatkan kembali bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak cuma diukur dari canggihnya sistem atau lengkapnya lembaga dan regulasi. 

Regulasi dan lembaga hukum hanyalah wadah. Penentunya ada pada moralitas, integritas, dan etika orang-orang di dalamnya.

Mari pastikan transformasi layanan hukum tak sekadar modern dan canggih, tetapi juga kuat secara integritas dan etik demi menciptakan kemanfaatan yang riil bagi masyarakat.

#YusrilIhzaMahendra #profyim #KumhamImipas #ditjenahu #ethic

...

350 20
KLARIFIKASI: HOAKS! 🛑

Beredar sebuah gambar/kutipan palsu yang mencatut nama Prof. Yusril Ihza Mahendra (Menko Kumham Imipas) seolah-olah mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait hukuman mati bagi koruptor.

Setelah ditelusuri, pernyataan tersebut sepenuhnya adalah BOHONG (HOAKS). Prof. Yusril tidak pernah mengucapkan kalimat sebagaimana yang dituduhkan dalam gambar di atas.

Mari kita hentikan penyebaran informasi palsu yang berpotensi menyesatkan publik. Selalu ingat prinsip saring sebelum sharing!

#Hoax #Klarifikasi #YusrilIhzaMahendra #SaringSebelumSharing #HukumIndonesia

...

10798 442
Menjaga kebugaran jasmani sekaligus merawat ketajaman gagasan untuk bangsa! 🇮🇩✨

Pagi ini, Minggu (23/8/2026), saya bersama rekan-rekan Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam (KB-HMI) berkumpul di Lapangan Biru Kementerian Hukum, Jakarta, dalam kegiatan Silaturahmi, Jalan Sehat, dan Diskusi Pembangunan Hukum.  

Suasana kebersamaan semakin hangat tatkala saya bersama Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, Sesmenko Kumham Imipas R. Andika Dwi Prasetya, serta Deputi Bidang Koordinasi Hukum Nofli membaur bersama para pimpinan tinggi pratama dan segenap keluarga besar alumni HMI.

Mengambil titik start dan finish di Lapangan Biru Kementerian Hukum, kegiatan jalan sehat pagi tadi tidak hanya menjadi ajang mempererat tali persaudaraan lintas generasi, tetapi juga wadah strategis bertukar pandangan konstruktif seputar isu-isu pembangunan nasional dan pembenahan hukum di tanah air.  

Melalui silaturahmi yang terus terjaga, mari kita perkuat jejaring solidaritas dan kontribusi nyata untuk kemajuan Indonesia yang kita cintai.

#YusrilIhzaMahendra #profyim #KemenkoKumhamImipas #hmi #olahraga

...

739 19