Menko Yusril Tegaskan Fondasi Hukum sebagai Pilar Indonesia Emas 2045

Jakarta, 22 April 2026 — Pembangunan hukum nasional kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, saat membuka Rapat Koordinasi Pembangunan Hukum Nasional di Hotel Gran Melia, Jakarta. Forum strategis ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi lintas kementerian dan lembaga, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat Indeks Pembangunan Hukum (IPH) sebagai indikator keberhasilan pembangunan hukum yang terukur, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto; Ketua KPK, Setyo Budiyanto; Wakil Menko Kumham Imipas, Otto Hasibuan; Wakil Menteri PANRB, Purwadi Arianto; Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Asep Nana Mulyana; para Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemenko Kumham Imipas, serta perwakilan Kementerian/Lembaga terkait.

Dalam laporannya, Deputi Bidang Koordinasi Hukum, Nofli, menekankan pentingnya forum ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antar-instansi. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni administratif, tetapi menjadi titik balik dalam meningkatkan kualitas supremasi hukum yang terukur.

“Melalui implementasi rekomendasi yang tepat sasaran, kami optimistis skor Indeks Pembangunan Hukum (IPH) dapat meningkat secara signifikan dan memberikan dampak nyata bagi kepastian hukum serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Nofli.

Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, secara langsung menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Hukum Republik Indonesia, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum, Min Usihen, atas laporan hasil pengukuran Indeks Pembangunan Hukum (IPH) Indonesia Tahun 2024. Apresiasi tersebut disampaikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan peran aktif Kementerian Hukum dalam penyediaan data serta dukungan terhadap pelaksanaan pengukuran IPH secara komprehensif dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Menko Yusril menegaskan bahwa pembangunan hukum merupakan fondasi utama dalam menopang seluruh aspek pembangunan nasional. Hukum, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai norma, tetapi juga sebagai instrumen strategis yang menjamin keadilan, kepastian hukum, dan stabilitas nasional.

Ia menjelaskan bahwa Indeks Pembangunan Hukum (IPH) menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan hukum nasional, sekaligus bagian dari agenda strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 menuju Indonesia Emas.

Berdasarkan hasil pengukuran tahun 2024, IPH Indonesia berada pada angka 0,68 dengan kategori baik. Capaian ini menunjukkan tren positif, namun masih memerlukan penguatan pada sejumlah aspek, khususnya pada pilar kelembagaan hukum dan penegakan hukum yang belum menunjukkan peningkatan signifikan.

“IPH tidak boleh hanya dipandang sebagai alat evaluasi administratif, tetapi harus menjadi ukuran nyata konsistensi kita dalam membangun sistem hukum yang inklusif, fungsional, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Yusril.

Menko Yusril juga menyoroti sejumlah tantangan utama dalam pembangunan hukum nasional, di antaranya kesenjangan antara kualitas regulasi di tingkat pusat dan implementasinya di daerah, serta permasalahan kualitas dan integrasi data hukum antar kementerian dan lembaga.

Untuk itu, ia mendorong penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kualitas data, serta komitmen bersama dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil pengukuran IPH. Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan KUHP baru dan pembaruan KUHAP, penguatan peran kejaksaan dalam sistem peradilan pidana terpadu, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem hukum.

Lebih lanjut, Yusril menegaskan bahwa peningkatan IPH bukan semata soal angka, melainkan tentang dampak nyata yang dirasakan masyarakat, seperti kemudahan akses keadilan, perlindungan hak warga negara, dan meningkatnya kepercayaan publik terhadap hukum.

“Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan hukum benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat. Angka hanyalah representasi, yang utama adalah perubahan nyata,” ujarnya.

Melalui forum ini, Kemenko Kumham Imipas menegaskan perannya sebagai koordinator dalam menyelaraskan kebijakan, memperkuat integrasi data, serta memastikan pembangunan hukum nasional berjalan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat supremasi hukum nasional, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia sebagai negara maju, berdaulat, adil, dan sejahtera pada tahun 2045.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.A., M.Soc.Sc., Ph.D.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.A., M.Soc.Sc., Ph.D.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terbaru

Di sela agenda kunjungan kerja di Korea Selatan akhir September lalu, saya berdiskusi hangat dengan Dubes RI untuk Korea Selatan, Pak Cecep Herawan, mengenai fungsi diplomasi dan pelindungan WNI. Salut atas komitmen KBRI Seoul yang terus mengoptimalkan layanan konsuler, legalisasi dokumen, advokasi ketenagakerjaan, hingga program "Rumah Kita" bagi warga yang jauh dari ibu kota. Sebuah dedikasi penting dalam memastikan jaminan hukum dan kehadiran negara bagi seluruh masyarakat Indonesia di Negeri Ginseng.

...

294 24
Naskah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sejatinya bukanlah sebuah produk peradilan ataupun undang-undang, melainkan sebuah putusan luhur dari para pemuda Indonesia. 

Kongres pemuda saat itu membuktikan bahwa tekad dan putusan yang lahir dari para pemuda menjadi fondasi utama berdirinya negara kita tercinta.

Senang sekali bisa hadir di tengah civitas akademika di Kampus Universitas Indonesia dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 ini. Semoga semangat dan putusan visioner para pemuda pendahulu kita terus menginspirasi generasi muda hari ini untuk terus menjaga, merawat, dan memajukan Indonesia.

#SumpahPemuda #SumpahPemuda2026 #UniversitasIndonesia #YusrilIhzaMahendra #profyusril

...

741 20
INFORMASI HOAKS!

Beredar flyer undangan konferensi pers mengatasnamakan Kemenko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan narasi agenda audiensi pemberhentian Wakil Presiden.

Kami tegaskan bahwa informasi dan flyer tersebut adalah HOAKS / PALSU. 

Kemenko Kumham Imipas ataupun Menko Yusril Ihza Mahendra tidak pernah mengeluarkan undangan atau mengadakan agenda tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tidak percaya, tidak membagikan ulang, dan selalu menyaring informasi sebelum disebarkan. 

Laporkan dan abaikan setiap konten palsu yang berpotensi menyesatkan publik.

#Klarifikasi #Hoax #kemenkokumhamimipas #profyim #AntiHoaks

...

3116 105
Menerima audiensi dan silaturahmi dari jajaran pengurus Kadin Indonesia yang dipimpin oleh Pak Anindya Bakrie (22/10).

Kami membahas urgensi revisi UU Kadin yang sudah berjalan hampir 4 dekade. Dunia usaha berkembang pesat, dan landasan hukumnya harus selaras agar mampu memberikan kepastian, perlindungan, serta ruang gerak bagi para pelaku usaha dari skala mikro hingga besar.

Pemerintah berkomitmen menyelesaikan penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk mengawal pembahasan RUU Kadin bersama DPR RI. Kepastian hukum yang kokoh adalah kunci agar perekonomian nasional terus tumbuh berdaya saing.

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #kadinindonesia #duniausaha #hukum

...

1360 41
Bernostalgia sejenak sambil berdiskusi bersama rekan-rekan Kohati PB HMI dalam Kohati Diplomacy Forum.

Dulu waktu pertama kali masuk kampus UI, sempat diajak gabung berbagai organisasi, tapi karena darah Masyumi mengalir dari Ayah, pilihannya tentu jatuh ke HMI.

Senang melihat semangat kritis, energi positif, dan potensi besar dari para kader HMI-Wati hari ini. Teruslah menjadi pelopor gagasan dan agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.  

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #KohatiDiplomacyForum #Kohati #HMI

...

2251 34
Tahun 1989, saya sebenarnya sudah diterima di Cornell University, AS. Namun, karena kendala beasiswa, Allah menunjukkan jalan lain melalui Universiti Sains Malaysia (USM).

Proses akademik di USM menjadi salah satu pengalaman berharga. Surat rekomendasi doktoral saya saat itu didukung dan ditandatangani langsung oleh dua tokoh besar: Bapak Mohammad Natsir (mantan Perdana Menteri RI 1950) dan Prof. Dr. Sutan Takdir Alisjahbana.

Perjalanan riset perbandingan politik masyarakat Muslim antara Indonesia dan Pakistan ini membuah hasil kelulusan cum laude pada tahun 1992. Disertasinya diterbitkan oleh LIPI pada 1995 dan menjadi buku perbandingan politik terbaik kala itu.

Semoga cerita ini bisa menjadi penyemangat bagi generasi muda. Jangan pernah berhenti menimba ilmu dan percayalah bahwa setiap ilmu yang kita peroleh akan memberi manfaat besar bagi diri kita sendiri, bagi bangsa dan juga negara.

#YusrilIhzaMahendra #Pendidikan #MotivasiBelajar #universitisainsmalaysia #indonesiamalaysia

...

1084 32
Kembali ke tempat perjalanan akademik dimulai. Setelah 33 tahun menyelesaikan pendidikan S3 di Universiti Sains Malaysia (USM) pada tahun 1993, tidak disangka pada tahun 2026 ini saya kembali dipanggil dan dianugerahi jabatan sebagai Adjunct Professor (Profesor Utama) dalam bidang Ilmu Politik.

Perjalanan ini mengingatkan saya pada komitmen awal ketika mendalami ilmu politik, hukum tata negara, hingga filsafat. Mengabdi dan mengajar bukan hanya tentang membagikan ilmu, tetapi juga bagaimana melihat dinamika konstitusi serta ketatanegaraan agar terus berkembang dan relevan dengan perkembangan zaman.

Semoga penganugerahan ini membawa keberkahan dan kontribusi nyata bagi dunia akademis serta kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, saya juga berkesempatan untuk memberikan orasi ilmiah. Video lengkap bisa disaksikan di chanel YouTube saya.

#YusrilIhzaMahendra #UniversitiSainsMalaysia #politics
#profYusril #indonesiamalaysia

...

3475 106