Terima Gelar Doktor Honoris Causa, Yusril Ungkap Transformasi Syariah dalam Hukum Nasional Indonesia.

Banda Aceh, 5 November 2026 – Transformasi nilai-nilai syariah ke dalam sistem hukum nasional menjadi salah satu kontribusi pemikiran Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, yang mendapat pengakuan akademik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Atas kontribusi dan kiprahnya di bidang hukum, Yusril dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Hukum Islam pada Upacara Senat Terbuka. Penganugerahan ini menjadi bentuk apresiasi atas sumbangsih pemikiran Yusril dalam mengembangkan hubungan antara prinsip-prinsip syariah, konstitusi, dan sistem hukum nasional.

Upacara Senat Terbuka diselenggarakan di Auditorium Prof. Ali Hasjmy, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dalam rangka Milad ke-63 universitas tersebut. Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri Agama RI, Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi’i; Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah; Ketua Senat, Rektor, Tim Promotor, Wakil Rektor, Dekan, dan Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, serta Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan.

Kontribusi Yusril dalam memperjuangkan kepentingan Aceh melalui pendekatan ketatanegaraan dan pembentukan peraturan perundang-undangan menjadi salah satu landasan akademik penganugerahan gelar kehormatan ini. Dalam pertanggungjawaban akademiknya, Ketua Tim Promotor, Prof. Syahrizal Abbas, menjelaskan bahwa perhatian Yusril terhadap penerapan syariat Islam di Aceh dilandasi tiga hal, yakni amanah moral dari Daud Beureueh untuk membantu Aceh, keinginan menguji pemikiran Mohammad Natsir mengenai penerapan nilai-nilai Islam dalam negara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, serta pengaruh pemikiran para cendekiawan asal Aceh, di antaranya Prof. Osman Raliby, Prof. Dr. Abubakar Atjeh, Prof. Nurasyik, Prof. Dr. Ismail Suny, dan Prof. Muhammad Daud Ali.

Pemikiran tersebut turut tercermin dalam pengakuan terhadap kekhususan Aceh melalui kerangka otonomi khusus yang memiliki landasan konstitusional. Penerapan syariat Islam di Aceh tidak hanya mencakup aspek ibadah, tetapi juga memiliki ruang dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pengaturan kehidupan masyarakat.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Transformasi Syariah ke dalam Hukum Nasional”, Yusril menguraikan hubungan antara nilai-nilai syariah, konstitusi, dan pembentukan hukum positif di Indonesia. Secara khusus, ia membahas kedudukan Qanun Jinayat sebagai bagian dari pelaksanaan kekhususan Aceh. Yusril menegaskan bahwa, “Qanun Jinayat Aceh haruslah dipandang sebagai lex specialis yang berlaku di Aceh sebagai Daerah Otonomi Khusus.” Ia juga menyoroti pentingnya harmonisasi pengaturan tersebut dengan perkembangan hukum nasional, termasuk melalui pendekatan keadilan restoratif, rehabilitatif, dan korektif.

Selain penganugerahan gelar kehormatan, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenko Kumham Imipas dan UIN Ar-Raniry. Kerja sama ini menjadi langkah untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara pemerintah dan perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan kajian serta kontribusi akademik di bidang hukum.

Sebagai bagian dari prosesi penganugerahan, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, menyerahkan piagam gelar Doktor Honoris Causa kepada Yusril. Penganugerahan ini menjadi pengakuan akademik atas kontribusi pemikirannya dalam bidang Hukum Islam sekaligus memperkaya diskursus mengenai transformasi nilai-nilai syariah dalam sistem hukum nasional.

Melalui penganugerahan dan kerja sama kelembagaan ini, hubungan antara dunia akademik dan pemerintah diharapkan semakin kuat dalam mendorong pertukaran gagasan serta pengembangan ilmu hukum. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembaruan hukum nasional yang responsif terhadap perkembangan masyarakat, dengan tetap berlandaskan konstitusi dan prinsip keadilan.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.A., M.Soc.Sc., Ph.D.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.A., M.Soc.Sc., Ph.D.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terbaru

Di sela agenda kunjungan kerja di Korea Selatan akhir September lalu, saya berdiskusi hangat dengan Dubes RI untuk Korea Selatan, Pak Cecep Herawan, mengenai fungsi diplomasi dan pelindungan WNI. Salut atas komitmen KBRI Seoul yang terus mengoptimalkan layanan konsuler, legalisasi dokumen, advokasi ketenagakerjaan, hingga program "Rumah Kita" bagi warga yang jauh dari ibu kota. Sebuah dedikasi penting dalam memastikan jaminan hukum dan kehadiran negara bagi seluruh masyarakat Indonesia di Negeri Ginseng.

...

310 45
Naskah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sejatinya bukanlah sebuah produk peradilan ataupun undang-undang, melainkan sebuah putusan luhur dari para pemuda Indonesia. 

Kongres pemuda saat itu membuktikan bahwa tekad dan putusan yang lahir dari para pemuda menjadi fondasi utama berdirinya negara kita tercinta.

Senang sekali bisa hadir di tengah civitas akademika di Kampus Universitas Indonesia dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 ini. Semoga semangat dan putusan visioner para pemuda pendahulu kita terus menginspirasi generasi muda hari ini untuk terus menjaga, merawat, dan memajukan Indonesia.

#SumpahPemuda #SumpahPemuda2026 #UniversitasIndonesia #YusrilIhzaMahendra #profyusril

...

841 26
INFORMASI HOAKS!

Beredar flyer undangan konferensi pers mengatasnamakan Kemenko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan narasi agenda audiensi pemberhentian Wakil Presiden.

Kami tegaskan bahwa informasi dan flyer tersebut adalah HOAKS / PALSU. 

Kemenko Kumham Imipas ataupun Menko Yusril Ihza Mahendra tidak pernah mengeluarkan undangan atau mengadakan agenda tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tidak percaya, tidak membagikan ulang, dan selalu menyaring informasi sebelum disebarkan. 

Laporkan dan abaikan setiap konten palsu yang berpotensi menyesatkan publik.

#Klarifikasi #Hoax #kemenkokumhamimipas #profyim #AntiHoaks

...

3527 111
Menerima audiensi dan silaturahmi dari jajaran pengurus Kadin Indonesia yang dipimpin oleh Pak Anindya Bakrie (22/10).

Kami membahas urgensi revisi UU Kadin yang sudah berjalan hampir 4 dekade. Dunia usaha berkembang pesat, dan landasan hukumnya harus selaras agar mampu memberikan kepastian, perlindungan, serta ruang gerak bagi para pelaku usaha dari skala mikro hingga besar.

Pemerintah berkomitmen menyelesaikan penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk mengawal pembahasan RUU Kadin bersama DPR RI. Kepastian hukum yang kokoh adalah kunci agar perekonomian nasional terus tumbuh berdaya saing.

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #kadinindonesia #duniausaha #hukum

...

1418 41
Bernostalgia sejenak sambil berdiskusi bersama rekan-rekan Kohati PB HMI dalam Kohati Diplomacy Forum.

Dulu waktu pertama kali masuk kampus UI, sempat diajak gabung berbagai organisasi, tapi karena darah Masyumi mengalir dari Ayah, pilihannya tentu jatuh ke HMI.

Senang melihat semangat kritis, energi positif, dan potensi besar dari para kader HMI-Wati hari ini. Teruslah menjadi pelopor gagasan dan agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.  

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #KohatiDiplomacyForum #Kohati #HMI

...

2262 34
Tahun 1989, saya sebenarnya sudah diterima di Cornell University, AS. Namun, karena kendala beasiswa, Allah menunjukkan jalan lain melalui Universiti Sains Malaysia (USM).

Proses akademik di USM menjadi salah satu pengalaman berharga. Surat rekomendasi doktoral saya saat itu didukung dan ditandatangani langsung oleh dua tokoh besar: Bapak Mohammad Natsir (mantan Perdana Menteri RI 1950) dan Prof. Dr. Sutan Takdir Alisjahbana.

Perjalanan riset perbandingan politik masyarakat Muslim antara Indonesia dan Pakistan ini membuah hasil kelulusan cum laude pada tahun 1992. Disertasinya diterbitkan oleh LIPI pada 1995 dan menjadi buku perbandingan politik terbaik kala itu.

Semoga cerita ini bisa menjadi penyemangat bagi generasi muda. Jangan pernah berhenti menimba ilmu dan percayalah bahwa setiap ilmu yang kita peroleh akan memberi manfaat besar bagi diri kita sendiri, bagi bangsa dan juga negara.

#YusrilIhzaMahendra #Pendidikan #MotivasiBelajar #universitisainsmalaysia #indonesiamalaysia

...

1089 32
Kembali ke tempat perjalanan akademik dimulai. Setelah 33 tahun menyelesaikan pendidikan S3 di Universiti Sains Malaysia (USM) pada tahun 1993, tidak disangka pada tahun 2026 ini saya kembali dipanggil dan dianugerahi jabatan sebagai Adjunct Professor (Profesor Utama) dalam bidang Ilmu Politik.

Perjalanan ini mengingatkan saya pada komitmen awal ketika mendalami ilmu politik, hukum tata negara, hingga filsafat. Mengabdi dan mengajar bukan hanya tentang membagikan ilmu, tetapi juga bagaimana melihat dinamika konstitusi serta ketatanegaraan agar terus berkembang dan relevan dengan perkembangan zaman.

Semoga penganugerahan ini membawa keberkahan dan kontribusi nyata bagi dunia akademis serta kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, saya juga berkesempatan untuk memberikan orasi ilmiah. Video lengkap bisa disaksikan di chanel YouTube saya.

#YusrilIhzaMahendra #UniversitiSainsMalaysia #politics
#profYusril #indonesiamalaysia

...

3477 106