Yusril Tegaskan Keseriusan Pemerintah Mengungkap Fakta Peristiwa di Pidie

Banda Aceh, 6 November 2026 – Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang terjadi di Kabupaten Pidie, Aceh, sekaligus memastikan penanganan terhadap para korban dan proses pengungkapan fakta terus berjalan. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, dalam konferensi pers di Banda Aceh yang juga menjadi momentum untuk mengajak seluruh masyarakat Aceh menjaga persatuan dan situasi tetap kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menegaskan pentingnya koordinasi antarlembaga serta keterlibatan pihak terkait guna memastikan setiap proses penanganan berjalan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri Kapolda Aceh Inspektur Jenderal Polisi Ruddi Setiawan, Pangdam Aceh Brigadir Jenderal TNI Mahesa Fitriadi, serta Deputi Bidang HAM Kemenko Kumham Imipas Prof. Muhammad Siddiq Armia. Dalam keterangannya, Yusril menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya salah seorang warga dalam peristiwa tersebut serta mendoakan agar para korban luka segera pulih. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal proses pendalaman dengan melibatkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan Ketua Komnas HAM telah dilakukan dan koordinasi akan dilanjutkan bersama perwakilan Komnas HAM di Aceh, Polda Aceh, serta Kodam Aceh. Pemerintah saat ini mendorong proses penyelidikan berjalan sesuai mekanisme dan kewenangan masing-masing lembaga.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran TNI dan pemerintah daerah untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan medis secara optimal. Dari 13 warga yang mengalami luka-luka, empat orang telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.

“Kami terus memantau kondisi para korban dan memastikan mereka memperoleh perawatan medis secara optimal. Kami juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk tetap tenang, menahan diri, serta tidak mudah terpancing oleh provokasi maupun informasi yang belum jelas kebenarannya,” ungkap Ruddi.

Sementara itu, Pangdam Aceh Brigjen TNI Mahesa Fitriadi menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pendalaman internal terhadap peristiwa yang melibatkan personel gabungan TNI di wilayah Pidie. Dalam kejadian tersebut, selain 13 warga yang mengalami luka-luka, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka, dengan lima personel masih menjalani perawatan dan satu lainnya telah diperbolehkan pulang. “Kejadian ini tentu tidak kami harapkan. Saat ini kami masih melakukan pendalaman dan investigasi internal untuk mengetahui secara jelas kronologi serta tindakan yang terjadi di lapangan. Apabila prosesnya telah menghasilkan perkembangan, tentu akan kami sampaikan kepada publik,” jelas Mahesa. Ia menambahkan bahwa konsolidasi personel serta pemeriksaan terhadap senjata yang digunakan juga tengah dilakukan sebagai bagian dari proses pendalaman.

Selain penanganan peristiwa di Pidie, Yusril turut menjelaskan perkembangan pembahasan sejumlah persoalan terkait kekhususan Aceh, termasuk bendera Aceh dan status lahan Blang Padang. Terkait bendera, ia menegaskan bahwa pembahasannya mengacu pada Nota Kesepahaman Helsinki dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh. Bendera Aceh merupakan simbol kekhususan dan keistimewaan daerah, bukan simbol kedaulatan yang terpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah pusat terus mengupayakan kesamaan pemahaman melalui dialog dan musyawarah bersama pemerintah daerah, DPR Aceh, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak terkait.

Sementara mengenai Blang Padang, pemerintah tengah menindaklanjuti pembahasan terkait status lahan tersebut, termasuk aspek administrasi, pengukuran ulang, dan status wakafnya. Yusril menyampaikan bahwa penyelesaian kedua persoalan tersebut telah menjadi perhatian pemerintah dan terus dikoordinasikan lintas kementerian dan lembaga, dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menutup keterangannya, Yusril memastikan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta Panglima TNI, dalam menangani perkembangan situasi di Aceh. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketenangan, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang bagi proses penyelesaian yang sedang berjalan.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.A., M.Soc.Sc., Ph.D.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.A., M.Soc.Sc., Ph.D.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terbaru

Di sela agenda kunjungan kerja di Korea Selatan akhir September lalu, saya berdiskusi hangat dengan Dubes RI untuk Korea Selatan, Pak Cecep Herawan, mengenai fungsi diplomasi dan pelindungan WNI. Salut atas komitmen KBRI Seoul yang terus mengoptimalkan layanan konsuler, legalisasi dokumen, advokasi ketenagakerjaan, hingga program "Rumah Kita" bagi warga yang jauh dari ibu kota. Sebuah dedikasi penting dalam memastikan jaminan hukum dan kehadiran negara bagi seluruh masyarakat Indonesia di Negeri Ginseng.

...

354 46
Naskah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sejatinya bukanlah sebuah produk peradilan ataupun undang-undang, melainkan sebuah putusan luhur dari para pemuda Indonesia. 

Kongres pemuda saat itu membuktikan bahwa tekad dan putusan yang lahir dari para pemuda menjadi fondasi utama berdirinya negara kita tercinta.

Senang sekali bisa hadir di tengah civitas akademika di Kampus Universitas Indonesia dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 ini. Semoga semangat dan putusan visioner para pemuda pendahulu kita terus menginspirasi generasi muda hari ini untuk terus menjaga, merawat, dan memajukan Indonesia.

#SumpahPemuda #SumpahPemuda2026 #UniversitasIndonesia #YusrilIhzaMahendra #profyusril

...

935 26
INFORMASI HOAKS!

Beredar flyer undangan konferensi pers mengatasnamakan Kemenko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan narasi agenda audiensi pemberhentian Wakil Presiden.

Kami tegaskan bahwa informasi dan flyer tersebut adalah HOAKS / PALSU. 

Kemenko Kumham Imipas ataupun Menko Yusril Ihza Mahendra tidak pernah mengeluarkan undangan atau mengadakan agenda tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tidak percaya, tidak membagikan ulang, dan selalu menyaring informasi sebelum disebarkan. 

Laporkan dan abaikan setiap konten palsu yang berpotensi menyesatkan publik.

#Klarifikasi #Hoax #kemenkokumhamimipas #profyim #AntiHoaks

...

4092 124
Menerima audiensi dan silaturahmi dari jajaran pengurus Kadin Indonesia yang dipimpin oleh Pak Anindya Bakrie (22/10).

Kami membahas urgensi revisi UU Kadin yang sudah berjalan hampir 4 dekade. Dunia usaha berkembang pesat, dan landasan hukumnya harus selaras agar mampu memberikan kepastian, perlindungan, serta ruang gerak bagi para pelaku usaha dari skala mikro hingga besar.

Pemerintah berkomitmen menyelesaikan penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk mengawal pembahasan RUU Kadin bersama DPR RI. Kepastian hukum yang kokoh adalah kunci agar perekonomian nasional terus tumbuh berdaya saing.

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #kadinindonesia #duniausaha #hukum

...

1518 41
Bernostalgia sejenak sambil berdiskusi bersama rekan-rekan Kohati PB HMI dalam Kohati Diplomacy Forum.

Dulu waktu pertama kali masuk kampus UI, sempat diajak gabung berbagai organisasi, tapi karena darah Masyumi mengalir dari Ayah, pilihannya tentu jatuh ke HMI.

Senang melihat semangat kritis, energi positif, dan potensi besar dari para kader HMI-Wati hari ini. Teruslah menjadi pelopor gagasan dan agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.  

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #KohatiDiplomacyForum #Kohati #HMI

...

2276 34