Jelang Ujian Doktor Filsafat UI, Yusril Ihza Mahendra Ziarah ke Makam Mohammad Natsir

Jakarta – Menjelang ujian promosi doktor bidang filsafat di Universitas Indonesia pada 2 Juli 2026 mendatang, Yusril Ihza Mahendra berziarah ke makam Pahlawan Nasional Mohammad Natsir di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Ziarah pribadi tersebut menjadi momen refleksi sekaligus penghormatan kepada Natsir, sosok yang selama ini menginspirasi perjalanan intelektual dan pemikiran Yusril.

“Saya datang ke pemakaman ini untuk berziarah ke makam almarhum Bapak Mohammad Natsir. Saya mendoakan beliau ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semoga Allah menerima segala amal kebajikan dan pengorbanan beliau selama hidupnya serta mengampuni segala khilaf dan kesalahannya,” tutur Yusril usai berziarah pada Rabu (24/6/2026).

Yusril mengenang perjalanan hidupnya di masa muda yang berinteraksi dengan Natsir dalam waktu yang cukup panjang, sejak 1978 hingga menjelang wafatnya tokoh Masyumi tersebut pada tahun 1993. “Pak Natsir adalah orang yang sangat menginspirasi saya, baik dalam pemikiran maupun tindakan. Hari ini saya datang karena sebentar lagi akan mempertahankan disertasi doktor di bidang filsafat yang membahas pemikiran Pak Natsir. Ada kerinduan saya kepada beliau, dan karena itu saya datang ke sini untuk berziarah,” tutur Yusril.

Yusril berharap ziarah tersebut membawa hikmah bagi dirinya, terutama dalam melanjutkan tradisi keilmuan, kajian filsafat, serta semangat pengabdian kepada bangsa, negara, dan umat. Disertasi yang akan dipertahankan Yusril di Universitas Indonesia berjudul “Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial.”

Melalui penelitian tersebut, Yusril menawarkan pembacaan kembali terhadap pemikiran Mohammad Natsir mengenai relasi Islam dan negara melalui pendekatan hermeneutika fenomenologis-eksistensial, guna memahami relevansi gagasan Natsir dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini.

“Pak Natsir adalah bukti bahwa Islam dan demokrasi dapat berjalan beriringan dalam menjaga keutuhan bangsa. Warisan terbesar beliau bukan hanya gagasan-gagasan besar yang ditinggalkan, tetapi juga keteladanan dalam berpolitik dan mengabdi kepada negara,” ujar Yusril.

Dalam kesempatan tersebut, Yusril juga menyampaikan pesan kepada generasi muda untuk mempelajari pemikiran para pendiri bangsa, termasuk Mohammad Natsir. “Pak Natsir itu orang yang sangat cerdas. Sejak muda beliau menulis dan menuangkan pikiran-pikirannya. Tulisan-tulisan beliau yang diwariskan kepada kita sampai sekarang masih sangat relevan dan menginspirasi,” katanya.

Yusril mengingatkan bahwa sejarah mencatat bagaimana Natsir terlibat dalam perdebatan intelektual yang tajam dengan Presiden Soekarno mengenai hubungan Islam dan negara. Namun perbedaan pandangan tersebut tidak menghilangkan rasa hormat satu sama lain maupun komitmen untuk menjaga Indonesia.

“Politik hari ini membutuhkan integritas dan kedewasaan seperti yang dicontohkan Pak Natsir. Berbeda pandangan adalah sesuatu yang niscaya, tetapi menjaga persatuan bangsa dan mengutamakan kepentingan Indonesia harus tetap menjadi tujuan utama,” tegasnya.

Bagi Yusril, sosok Mohammad Natsir bukan hanya bagian dari sejarah bangsa, melainkan sumber inspirasi yang pemikirannya tetap relevan untuk menjawab tantangan Indonesia masa kini. “Generasi muda perlu terus membaca, menelaah, dan mengembangkan warisan intelektual para pendiri bangsa agar nilai-nilai kebangsaan, keislaman, dan demokrasi dapat terus hidup dalam kehidupan bernegara,” pesan Yusril.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.A., M.Soc.Sc., Ph.D.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.A., M.Soc.Sc., Ph.D.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terbaru

Di sela agenda kunjungan kerja di Korea Selatan akhir September lalu, saya berdiskusi hangat dengan Dubes RI untuk Korea Selatan, Pak Cecep Herawan, mengenai fungsi diplomasi dan pelindungan WNI. Salut atas komitmen KBRI Seoul yang terus mengoptimalkan layanan konsuler, legalisasi dokumen, advokasi ketenagakerjaan, hingga program "Rumah Kita" bagi warga yang jauh dari ibu kota. Sebuah dedikasi penting dalam memastikan jaminan hukum dan kehadiran negara bagi seluruh masyarakat Indonesia di Negeri Ginseng.

...

294 24
Naskah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sejatinya bukanlah sebuah produk peradilan ataupun undang-undang, melainkan sebuah putusan luhur dari para pemuda Indonesia. 

Kongres pemuda saat itu membuktikan bahwa tekad dan putusan yang lahir dari para pemuda menjadi fondasi utama berdirinya negara kita tercinta.

Senang sekali bisa hadir di tengah civitas akademika di Kampus Universitas Indonesia dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 ini. Semoga semangat dan putusan visioner para pemuda pendahulu kita terus menginspirasi generasi muda hari ini untuk terus menjaga, merawat, dan memajukan Indonesia.

#SumpahPemuda #SumpahPemuda2026 #UniversitasIndonesia #YusrilIhzaMahendra #profyusril

...

741 20
INFORMASI HOAKS!

Beredar flyer undangan konferensi pers mengatasnamakan Kemenko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan narasi agenda audiensi pemberhentian Wakil Presiden.

Kami tegaskan bahwa informasi dan flyer tersebut adalah HOAKS / PALSU. 

Kemenko Kumham Imipas ataupun Menko Yusril Ihza Mahendra tidak pernah mengeluarkan undangan atau mengadakan agenda tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tidak percaya, tidak membagikan ulang, dan selalu menyaring informasi sebelum disebarkan. 

Laporkan dan abaikan setiap konten palsu yang berpotensi menyesatkan publik.

#Klarifikasi #Hoax #kemenkokumhamimipas #profyim #AntiHoaks

...

3116 105
Menerima audiensi dan silaturahmi dari jajaran pengurus Kadin Indonesia yang dipimpin oleh Pak Anindya Bakrie (22/10).

Kami membahas urgensi revisi UU Kadin yang sudah berjalan hampir 4 dekade. Dunia usaha berkembang pesat, dan landasan hukumnya harus selaras agar mampu memberikan kepastian, perlindungan, serta ruang gerak bagi para pelaku usaha dari skala mikro hingga besar.

Pemerintah berkomitmen menyelesaikan penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk mengawal pembahasan RUU Kadin bersama DPR RI. Kepastian hukum yang kokoh adalah kunci agar perekonomian nasional terus tumbuh berdaya saing.

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #kadinindonesia #duniausaha #hukum

...

1360 41
Bernostalgia sejenak sambil berdiskusi bersama rekan-rekan Kohati PB HMI dalam Kohati Diplomacy Forum.

Dulu waktu pertama kali masuk kampus UI, sempat diajak gabung berbagai organisasi, tapi karena darah Masyumi mengalir dari Ayah, pilihannya tentu jatuh ke HMI.

Senang melihat semangat kritis, energi positif, dan potensi besar dari para kader HMI-Wati hari ini. Teruslah menjadi pelopor gagasan dan agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.  

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #KohatiDiplomacyForum #Kohati #HMI

...

2251 34
Tahun 1989, saya sebenarnya sudah diterima di Cornell University, AS. Namun, karena kendala beasiswa, Allah menunjukkan jalan lain melalui Universiti Sains Malaysia (USM).

Proses akademik di USM menjadi salah satu pengalaman berharga. Surat rekomendasi doktoral saya saat itu didukung dan ditandatangani langsung oleh dua tokoh besar: Bapak Mohammad Natsir (mantan Perdana Menteri RI 1950) dan Prof. Dr. Sutan Takdir Alisjahbana.

Perjalanan riset perbandingan politik masyarakat Muslim antara Indonesia dan Pakistan ini membuah hasil kelulusan cum laude pada tahun 1992. Disertasinya diterbitkan oleh LIPI pada 1995 dan menjadi buku perbandingan politik terbaik kala itu.

Semoga cerita ini bisa menjadi penyemangat bagi generasi muda. Jangan pernah berhenti menimba ilmu dan percayalah bahwa setiap ilmu yang kita peroleh akan memberi manfaat besar bagi diri kita sendiri, bagi bangsa dan juga negara.

#YusrilIhzaMahendra #Pendidikan #MotivasiBelajar #universitisainsmalaysia #indonesiamalaysia

...

1084 32
Kembali ke tempat perjalanan akademik dimulai. Setelah 33 tahun menyelesaikan pendidikan S3 di Universiti Sains Malaysia (USM) pada tahun 1993, tidak disangka pada tahun 2026 ini saya kembali dipanggil dan dianugerahi jabatan sebagai Adjunct Professor (Profesor Utama) dalam bidang Ilmu Politik.

Perjalanan ini mengingatkan saya pada komitmen awal ketika mendalami ilmu politik, hukum tata negara, hingga filsafat. Mengabdi dan mengajar bukan hanya tentang membagikan ilmu, tetapi juga bagaimana melihat dinamika konstitusi serta ketatanegaraan agar terus berkembang dan relevan dengan perkembangan zaman.

Semoga penganugerahan ini membawa keberkahan dan kontribusi nyata bagi dunia akademis serta kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, saya juga berkesempatan untuk memberikan orasi ilmiah. Video lengkap bisa disaksikan di chanel YouTube saya.

#YusrilIhzaMahendra #UniversitiSainsMalaysia #politics
#profYusril #indonesiamalaysia

...

3475 106