Jakarta, 11 Juni 2026 — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menghadiri perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat ke-250 yang digelar di Jakarta, Kamis malam.
Dalam sambutannya, Menko Yusril menyampaikan ucapan selamat atas nama Pemerintah dan rakyat Republik Indonesia kepada Pemerintah dan rakyat Amerika Serikat. Ia menyebut peringatan bersejarah tersebut sebagai momentum untuk mengenang keberanian, pengorbanan, serta keyakinan bahwa kemerdekaan harus memberi manfaat bagi martabat dan kesejahteraan rakyat.
“Peringatan ini bukan hanya perayaan kemerdekaan, tetapi juga perayaan persahabatan yang terus mendekatkan Indonesia dan Amerika Serikat,” ujar Menko Yusril.
Menko Yusril menegaskan bahwa sejak hubungan kedua negara ditingkatkan menjadi Comprehensive Strategic Partnership pada 2023, Indonesia dan Amerika Serikat terus memperkuat kerja sama dalam semangat saling menghormati dan kepentingan bersama.

Menurutnya, komunikasi dan pertemuan yang erat antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan manfaat konkret bagi kedua bangsa.
Sebagai Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril juga menekankan pentingnya fondasi hukum dan kelembagaan dalam membangun kepercayaan, kepastian, dan keyakinan dalam kemitraan Indonesia-Amerika Serikat.
Ia menambahkan, hubungan ekonomi tetap menjadi salah satu pilar terkuat dalam relasi kedua negara. Amerika Serikat merupakan salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia dan salah satu sumber utama investasi asing.
Menko Yusril menyampaikan bahwa peluang kerja sama kedua negara terbuka luas, mulai dari energi, teknologi maju, ketahanan pangan, inovasi digital, hingga rantai pasok yang tangguh.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia berkomitmen menjadi bangsa yang kuat, berdaulat, dan sejahtera. Menurut Yusril, ketahanan ekonomi, ketahanan pangan dan energi, teknologi tinggi, serta pertahanan nasional menjadi bagian penting dari visi tersebut, sekaligus membuka ruang kerja sama yang bermakna dengan mitra terpercaya seperti Amerika Serikat.
Selain kerja sama antarpemerintah, Menko Yusril juga menyoroti pentingnya hubungan antarmasyarakat. Ia menyebut ribuan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat serta kehadiran warga Amerika di Indonesia, baik sebagai akademisi, pengusaha, seniman, maupun wisatawan, sebagai bagian dari jembatan persahabatan kedua negara.
Hubungan tersebut, lanjutnya, semakin kuat melalui budaya, pendidikan, dan minat bersama, mulai dari jazz dan gamelan, basket dan bulu tangkis, kopi tubruk dan Seattle coffee, hingga perpaduan batik dan blue jeans yang mencerminkan kreativitas serta keterbukaan masyarakat kedua negara.
Menko Yusril juga menekankan peran generasi muda Indonesia dan Amerika Serikat yang kini semakin aktif berkolaborasi di bidang teknologi, perusahaan rintisan, industri kreatif, olahraga, film, dan musik. Ia menyebut diplomasi tidak hanya dibentuk di ruang pertemuan, tetapi juga oleh generasi baru inovator, kreator, dan pemimpin masa depan.
Mengakhiri sambutannya, Menko Yusril mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kemitraan Indonesia-Amerika Serikat yang mendorong perdamaian, kemakmuran, keadilan, dan persahabatan yang lebih erat antara kedua bangsa.
“Semoga persahabatan antara Indonesia dan Amerika Serikat terus tumbuh, bukan hanya sebagai kemitraan antarpemerintah, tetapi juga sebagai ikatan antara masyarakat, keluarga, pelajar, seniman, pengusaha, dan sahabat,” tutupnya.





