Menko Yusril Perkuat Kerja Sama Kekayaan Intelektual Indonesia–Korea Selatan

Seoul, Korea Selatan, 30 September 2026 — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, bertemu dengan Menteri Kekayaan Intelektual Republik Korea, KIM Yong Sun, di President Hotel, Seoul, Korea Selatan, Rabu (30/9). Pertemuan membahas penguatan kerja sama Indonesia–Korea Selatan dalam pelindungan, penegakan hukum, pertukaran informasi, serta pemanfaatan kekayaan intelektual.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) on Intellectual Property Protection and Enforcement Cooperation antara Indonesia dan Korea Selatan, serta rencana kerja sama Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dan Ministry of Intellectual Property (MOIP) Korea Selatan periode 2026–2028.

Yusril menyampaikan bahwa kekayaan intelektual harus menjadi instrumen yang mendukung inovasi, kemudahan berusaha, investasi, dan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, kerja sama kedua negara perlu diarahkan pada langkah-langkah yang konkret, termasuk penanganan pelanggaran KI dan peningkatan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

“Kita ingin kerja sama ini memberikan manfaat nyata bagi pelindungan kekayaan intelektual, inovasi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi kedua negara,” ujar Yusril.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga menyampaikan lima prioritas kerja sama dengan Korea Selatan, yakni dialog strategis dan tata kelola KI; pertukaran pengalaman dalam penyusunan rencana induk KI; peningkatan kapasitas dan keahlian, khususnya penegakan hukum dan pelindungan teknologi; hilirisasi, komersialisasi, valuasi dan pembiayaan berbasis KI; serta penanganan tantangan kecerdasan artifisial (AI) dan transformasi digital.

Kedua pihak turut membahas pelaksanaan MoU, termasuk pertukaran informasi mengenai dugaan pelanggaran merek dan hak cipta, penanganan permohonan merek yang diajukan dengan iktikad tidak baik, pertukaran data paten, merek dan desain industri, serta pelatihan investigasi dan pendidikan KI.

Yusril juga menyampaikan Rencana Induk Kekayaan Intelektual Nasional (RIKIN) 2027–2036 sebagai fondasi penguatan ekosistem KI Indonesia, yang mencakup penciptaan, pelindungan, pemanfaatan, hilirisasi, komersialisasi, hingga pembiayaan berbasis kekayaan intelektual.

“Penguatan ekosistem kekayaan intelektual harus didukung kepastian hukum, koordinasi antarlembaga, dan penegakan hukum yang efektif. Dengan demikian, pemilik hak dan pelaku usaha memiliki kepastian untuk mengembangkan dan mengkomersialisasikan kekayaan intelektualnya,” kata Yusril.

Menteri KIM Yong Sun menyampaikan apresiasi atas kunjungan Yusril dan menilai pertemuan tersebut sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama kekayaan intelektual. Ia juga menyampaikan pentingnya memanfaatkan MoU yang telah ditandatangani untuk meningkatkan kerja sama penegakan hukum KI serta pertukaran informasi mengenai pelanggaran KI.

Pertemuan juga membahas dukungan terhadap pelaku usaha Korea Selatan di Indonesia, termasuk kemudahan dalam mendaftarkan kekayaan intelektual dan memperoleh pelindungan terhadap penyalahgunaan hak kekayaan intelektual. Yusril menegaskan dukungan pemerintah Indonesia terhadap pelindungan dan kemudahan bagi investor serta pemilik KI yang mendaftarkan haknya di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Yusril didampingi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Korea Cecep Herawan, Deputi Bidang Koordinasi Hukum Kemenko Kumham Imipas Nofli, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Administrasi Herdito Sandi Pratama, Atase Imigrasi, Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol, serta perwakilan diplomat KBRI Seoul.

Sementara dari pihak Korea Selatan hadir Direktur Jenderal Biro Pelindungan Kekayaan Intelektual dan Kerja Sama Internasional KIM Yong Hoon, Direktur Jenderal Biro Penyelesaian Sengketa Kekayaan Intelektual PARK Jinhwan, Direktur Divisi Kerja Sama Internasional LEE Seung Kwan, Direktur Divisi Penyelesaian Sengketa Merek JUNG Ilnam, Direktur Divisi Manajemen Data Kekayaan Intelektual SHIN Hyunchul, Wakil Direktur Senior Divisi Kerja Sama Internasional KAM Yoo Lim, serta Asisten Wakil Direktur Divisi Kerja Sama Internasional ANH Gyuho.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
 Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terbaru

Memperkuat pelindungan kekayaan intelektual dan kepastian hukum bagi para pelaku usaha di Indonesia dan Korea Selatan. 🇮🇩🇰🇷

Langkah nyata kolaborasi ini kami bahas langsung bersama Menteri Kekayaan Intelektual Korea Selatan, Kim Yong-sun, di Seoul—mulai dari penanganan barang palsu hingga efektivitas penegakan hukum di ranah online.

Kerja sama bukan sekadar kesepakatan di atas kertas, tapi tentang menghadirkan solusi dan manfaat nyata di lapangan. 🤝✨

#YusrilIhzaMahendra #MenkoKumhamImipas #KekayaanIntelektual #IndonesiaKorsel #Seoul

...

223 7
Kembali ke Masjid Al-Malik Khalid, Universiti Sains Malaysia (USM) di Penang, selalu membawa nostalgia tersendiri.  

Sejak pertama kali datang ke kampus ini dalam rangka mengambil gelar doktor ilmu politik pada tahun 1990—sekitar 36 tahun yang lalu, saya selalu salat Jumat di masjid ini.

Sebelum memberikan kuliah umum di almamater yang kali ini memberikan saya gelar Adjunct Professor esok hari (26/9), saya bersyukur bisa kembali menunaikan salat Jumat di sini.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan kepada kita semua di hari Jumat yang mulia ini. Amin YRA. 🕌✨  

#YusrilIhzaMahendra #USM #Penang #Nostalgia #JumatBerkah

...

802 326
Kemarin (15/9), saya meluangkan waktu untuk menjenguk sahabat lama saya, Adril Muchtar, yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta Timur.

Persahabatan kami punya kenangan tersendiri. Selama 6 tahun di masa-masa perkuliahan tahun 1970-an, kami berbagi kamar yang sama di Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Daksinapati, Rawamangun. 

Banyak suka dan duka yang kami lewati bersama sebagai kawan senasib sepenanggungan semasa jadi mahasiswa dulu.

Melihat semangat beliau hari ini sungguh membesarkan hati. Mari kita doakan bersama agar saudara kita, Adril Muchtar, segera diberikan kesembuhan, diangkat penyakitnya oleh Allah SWT, dan bisa beraktivitas kembali seperti sediakala. Aamiin YRA. 🤲🏼✨

#YusrilIhzaMahendra #Silaturahmi #SahabatLama #daksinapati #UI

...

5585 106
Pembangunan ekonomi dan stabilitas politik merupakan dua hal yang saling berkelindan dalam sejarah perjalanan bangsa.

Dalam kesempatan perkuliahan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Kampus Depok (9/9), saya membagikan pandangan serta analisis kritis mengenai dinamika politik hukum, stabilitas, dan perjalanan ekonomi Indonesia dari masa ke masa.

#FHUI #YusrilIhzaMahendra #HukumTataNegara #UniversitasIndonesia #indonesia

...

2253 30
KLARIFIKASI & BANTAHAN

Pernyataan yang menyebutkan "Pedagang Kaca Dikroyok Saat Kericuhan, Yusril: Jangan Salahkan Ormas" adalah TIDAK BENAR / HOAKS. Menko Yusril Ihza Mahendra tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut dalam kesempatan apa pun.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu yang disebarkan pihak tidak bertanggung jawab.
Mari bersama mewujudkan ruang digital yang sehat dengan selalu saring sebelum sharing.

#Klarifikasi #SaringSebelumSharing #BantahHoaks #Hoaks #YusrilIhzaMahendra

...

4718 159