PENEGAKAN HUKUM GAYA MAFIA

Masih banyak orang yang mendesak saya untuk menghadapi dugaan korupsi Sisminbakum di Pengadilan. Secara personal saya telah menulis hal ini di blog ini juga. Namun apa yang dikemukakan oleh Ketua MK Mahfud MD bahwa ada “orang penting dari Kejaksaan Agung” yang datang mengancamnya agar menolak permohonan uji materil UU No 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan yang saya ajukan, membuat saya tambah berpikir dua kali menghadapi Jaksa di Pengadilan.

Di koran Media Indonesia, Mahfud terang-terangan menyebut orang yang mengancamnya itu adalah orang penting dari Kejagung. Namun meskipun telah didesak oleh banyak pihak, sampai hari ini, Mahfud belum juga mau membuka siapa nama orang itu. Wajagung Darmono berulangkali membantah, kalau dia pernah menyuruh orang mengintimidasi Mahfud. Mahfud sendiri, belakangan mengatakan, orang itu cuma ngomong doang, bukan ngancam. Agak sesuah memahami keterangan Mahfud yang berbeda-beda ini.

Benarkan ada ancaman atau tidak. Apakah mengatakan bahwa bukti-bukti bahwa kasus Yusril sudah sangat kuat, dan Mahfud juga mantan  Menteri Kehakiman dan HAM yang bisa saja ikut terseret kasus Sisminbakum, dan permohonan Yusril minta ditolak, bukan ancaman, entahlah. Atau bagi orang Madura, kalau ngancam dengan kata-kata belumlah dianggap ancaman. Apalagi yang mengancam orang Madura itu, orang Madura juga. Barangkali bagi orang Madura, sesuatu baru serius dianggap ancaman, kalau clurit sudah dikalungkan di leher seseorang. Kalau belum, belum ancaman.

Para petinggi Kejaksaan Agung sekarang sedang berspekulasi, siapa gerangan yang mengancam Mahfud itu. Ada dugaan kuat bahwa si pengancam sebenarnya pejabat Kejagung yang orang Madura juga. Konon dia disuruh Hendarman mendatangi Mahfud agar permohonan saya dikalahkan. Dengan demikian, Hendarman sah sebagai Jaksa Agung. Soal Mahfud merasa tidak terancam, bukanlah soal. Toh kenyataannya Mahfud dan seluruh hakim konstitusi tetap mengabulkan sebagian permohonan saya, yang berakibat pada tidak sahnya Hendarman sebagai Jaksa Agung.

Namun, apa yang diceritakan Mahfud itu, bisa menjadi ancaman bagi saya, kalau kasus saya tetap dibawa ke pengadilan, meskipun bukti tidak kuat dan dasar hukum sangat lemah.  Kalau Mahfud tak bergeming diancam, apakah hakim di semua tingkatan nantinya akan bersikap sama seperti Mahfud, kalau cara yang sama digunakan Kejaksaan Agung? Para hakim diancam, misalnya, kalau tak menghukum saya, akan dibuka borok-boroknya selama mereka jadi hakim. Jaksa punya data tentang mereka. Gaya mafia seperti ini bukan mustahil akan dilakukan juga. Kalau sudah seperti ini, akankah Satgas Anti Mafia Hukum, mampu membersihkan prilaku mafia di Kejagung? Akankah hakim berani menolak dakwaan Jaksa? Saya sangsi dengan semua ini.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.A., M.Soc.Sc., Ph.D.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.A., M.Soc.Sc., Ph.D.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terbaru

Tahun 1989, saya sebenarnya sudah diterima di Cornell University, AS. Namun, karena kendala beasiswa, Allah menunjukkan jalan lain melalui Universiti Sains Malaysia (USM).

Proses akademik di USM menjadi salah satu pengalaman berharga. Surat rekomendasi doktoral saya saat itu didukung dan ditandatangani langsung oleh dua tokoh besar: Bapak Mohammad Natsir (mantan Perdana Menteri RI 1950) dan Prof. Dr. Sutan Takdir Alisjahbana.

Perjalanan riset perbandingan politik masyarakat Muslim antara Indonesia dan Pakistan ini membuah hasil kelulusan cum laude pada tahun 1992. Disertasinya diterbitkan oleh LIPI pada 1995 dan menjadi buku perbandingan politik terbaik kala itu.

Semoga cerita ini bisa menjadi penyemangat bagi generasi muda. Jangan pernah berhenti menimba ilmu dan percayalah bahwa setiap ilmu yang kita peroleh akan memberi manfaat besar bagi diri kita sendiri, bagi bangsa dan juga negara.

#YusrilIhzaMahendra #Pendidikan #MotivasiBelajar #universitisainsmalaysia #indonesiamalaysia

...

906 27
Kembali ke tempat perjalanan akademik dimulai. Setelah 33 tahun menyelesaikan pendidikan S3 di Universiti Sains Malaysia (USM) pada tahun 1993, tidak disangka pada tahun 2026 ini saya kembali dipanggil dan dianugerahi jabatan sebagai Adjunct Professor (Profesor Utama) dalam bidang Ilmu Politik.

Perjalanan ini mengingatkan saya pada komitmen awal ketika mendalami ilmu politik, hukum tata negara, hingga filsafat. Mengabdi dan mengajar bukan hanya tentang membagikan ilmu, tetapi juga bagaimana melihat dinamika konstitusi serta ketatanegaraan agar terus berkembang dan relevan dengan perkembangan zaman.

Semoga penganugerahan ini membawa keberkahan dan kontribusi nyata bagi dunia akademis serta kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, saya juga berkesempatan untuk memberikan orasi ilmiah. Video lengkap bisa disaksikan di chanel YouTube saya.

#YusrilIhzaMahendra #UniversitiSainsMalaysia #politics
#profYusril #indonesiamalaysia

...

3264 102
Pemerintah mengambil langkah antisipatif dengan tidak memberikan izin pertunjukan dan visa bagi grup musik "Israel and New Breed" (Israel Houghton). Menko Yusril Ihza Mahendra menjelaskan dua pertimbangan utamanya adalah: 1. Faktor Keamanan Dalam Negeri: Mengantisipasi protes dan gelombang penolakan di masyarakat; 2. Politik Luar Negeri: Konsistensi Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.

#YusrilIhzaMahendra #profYusril #IsraelHoughton #politics #palestine

...

834 495
Indonesia sangat menghargai kebebasan berseni, bermusik, hingga kegiatan ibadah keagamaan. Namun, kata Menko Yusril, kita perlu waspada ketika pertunjukan seni dimanfaatkan untuk memberikan dukungan politik tertentu (seperti isu Israel) yang bisa memicu reaksi politik di dalam negeri.

Dok. di Acara Pagi-Pagi Seru TvOne

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #indonesia #SeniDanPolitik #israelhoughton

...

1358 664
Memperkuat pelindungan kekayaan intelektual dan kepastian hukum bagi para pelaku usaha di Indonesia dan Korea Selatan. 🇮🇩🇰🇷

Langkah nyata kolaborasi ini kami bahas langsung bersama Menteri Kekayaan Intelektual Korea Selatan, Kim Yong-sun, di Seoul—mulai dari penanganan barang palsu hingga efektivitas penegakan hukum di ranah online.

Kerja sama bukan sekadar kesepakatan di atas kertas, tapi tentang menghadirkan solusi dan manfaat nyata di lapangan. 🤝✨

#YusrilIhzaMahendra #MenkoKumhamImipas #KekayaanIntelektual #IndonesiaKorsel #Seoul

...

419 240
Kembali ke Masjid Al-Malik Khalid, Universiti Sains Malaysia (USM) di Penang, selalu membawa nostalgia tersendiri.  

Sejak pertama kali datang ke kampus ini dalam rangka mengambil gelar doktor ilmu politik pada tahun 1990—sekitar 36 tahun yang lalu, saya selalu salat Jumat di masjid ini.

Sebelum memberikan kuliah umum di almamater yang kali ini memberikan saya gelar Adjunct Professor esok hari (26/9), saya bersyukur bisa kembali menunaikan salat Jumat di sini.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan kepada kita semua di hari Jumat yang mulia ini. Amin YRA. 🕌✨  

#YusrilIhzaMahendra #USM #Penang #Nostalgia #JumatBerkah

...

884 330