WASPADAI MK DIINTERVENSI DALAM SIDANG UJI MATERIL TENTANG SAKSI

Jakarta (17/1/2001) Menghadapi sidang uji materil tentang saksi yang diajukan Yusril Ihza Mahendra ke MK besok, penasehat hukum Yusril mengingatkan agar tidak terulang lagi upaya pihak luar untuk mempengaruhi MK dalam membuat putusan. “Kalau MK mengabulkan permohonan Yusril, implikasi putusan itu nanti akan sangat besar dampaknya.  Kejagung harus memanggil SBY untuk didengar keterangannya sebagai saksi”. Karena itu kemungkinan adanya upaya pihak luar MK untuk mengintervensi MK bukannya mustahil terjadi. Maqdir mengingatkan adanya percobaan mengancam Ketua MK Mahfud MD dalam menangani permohonan Yusril sebelumnya. Sebagaimana diketahui dalam pertemuan di Istana Bogor akhir Desember, Mahfud mengaku telah ditadatangi orang penting dari Kejagung yang mengancam dirinya supaya menolak permohonan Yusril dalam uji materil UU Kejaksaan.

Namun anehnya, sampai sekarang siapa pejabat penting Kejagung yang mengancam Mahfud itu tak kunjung terungkap. Mahfud sendiri enggan buka mulut. Sementara polisi juga menunggu adanya laporan, baru mau menyidik siapa si pengancam. Padahal menuntaskan adanya ancaman terhadap independensi MK adalah masalah serius. “Ini wajib dilakukan agar Pemerintah bebas dari segala bentuk campur tangan terhadap lembaga peradilan”, kata Maqdir.

Sementara itu sumber-sumber di Kejaksaan Agung mengatakan Jamwas Marwan Effendi telah mengetahui pejabat Kejagung yang mengancam Mahfud. Disebut-sebut orang tersebut menjabat salah satu direktur di Kejagung dan berlatarbelakang suku yang sama dengan Mahfud. “Namun sampai sekarang Jamwas belum mengambil tindakan apa-apa” kata sumber tersebut. “Hendarman rupanya memanfaatkan latar belakang kesukuan tersebut untuk memudahkan bertemu dengan Mahfud”. Walaupun upaya mengancam itu gagal, namun sudah memenuhi unsur delik percobaan, karena itu masalah ini harus diusut tuntas, kata sumber tadi. “Apa yang dilakukan pejabat tersebut jelas-jelas mempermalukan Kejagung” katanya.

Walaupun tidak tertutup kemungkinan akan ada upaya mengintervensi MK, Maqdir yakin MK tidak bergeming. “Sampai sekarang MK tetap mempunyai kredebilitas tinggi di mata pencari keadilan” tambah Maqdir.

Maqdir juga menambahkan bahwa penanganan kasus Sisminbakum yang melibatkan Yusril menjadi berlarut-larut karena ketidakjelasan sikap Kejaksaan Agung. Sebelum ada putusan kasasi MA tentang perkara Romli Atmasasmita pun sudah jelas tidak ada alasan untuk menuntut Yusril. Apalagi dengan putusan MA, semuanya menjadi jelas. “Dalam doktrin hukum pidana” kata Maqdir “Jika beberapa orang didakwa melakukan perbuatan bersama-sama, dan salah satu dibebaskan, maka semua wajib dibebaskan. Semua orang yang belajar hukum pidana tahu hal ini”. Karena itu, dia heran dengan sikap Kejagung.

Karena itu, Maqdir mempertanyakan apa motif Kejagung memperlambat penghentian penyidikan kasus ini. Kalau berlama-lama, apalagi nekad meneruskan perkara ini ke pengadilan, akan terkesan ada balas dendam kepada Yusril akibat lengsernya Hendarman, atau Kejagung digunakan oleh kelompok kepentingan untuk menghabisi Yusril yang dianggap sebagai lawan atau potensial menjadi lawan politik. “Ini harus diakhiri” demikian Maqdir mengakhiri keterangannya (TYI)

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.A., M.Soc.Sc., Ph.D.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.A., M.Soc.Sc., Ph.D.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terbaru

Di sela agenda kunjungan kerja di Korea Selatan akhir September lalu, saya berdiskusi hangat dengan Dubes RI untuk Korea Selatan, Pak Cecep Herawan, mengenai fungsi diplomasi dan pelindungan WNI. Salut atas komitmen KBRI Seoul yang terus mengoptimalkan layanan konsuler, legalisasi dokumen, advokasi ketenagakerjaan, hingga program "Rumah Kita" bagi warga yang jauh dari ibu kota. Sebuah dedikasi penting dalam memastikan jaminan hukum dan kehadiran negara bagi seluruh masyarakat Indonesia di Negeri Ginseng.

...

354 46
Naskah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sejatinya bukanlah sebuah produk peradilan ataupun undang-undang, melainkan sebuah putusan luhur dari para pemuda Indonesia. 

Kongres pemuda saat itu membuktikan bahwa tekad dan putusan yang lahir dari para pemuda menjadi fondasi utama berdirinya negara kita tercinta.

Senang sekali bisa hadir di tengah civitas akademika di Kampus Universitas Indonesia dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 ini. Semoga semangat dan putusan visioner para pemuda pendahulu kita terus menginspirasi generasi muda hari ini untuk terus menjaga, merawat, dan memajukan Indonesia.

#SumpahPemuda #SumpahPemuda2026 #UniversitasIndonesia #YusrilIhzaMahendra #profyusril

...

935 26
INFORMASI HOAKS!

Beredar flyer undangan konferensi pers mengatasnamakan Kemenko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan narasi agenda audiensi pemberhentian Wakil Presiden.

Kami tegaskan bahwa informasi dan flyer tersebut adalah HOAKS / PALSU. 

Kemenko Kumham Imipas ataupun Menko Yusril Ihza Mahendra tidak pernah mengeluarkan undangan atau mengadakan agenda tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tidak percaya, tidak membagikan ulang, dan selalu menyaring informasi sebelum disebarkan. 

Laporkan dan abaikan setiap konten palsu yang berpotensi menyesatkan publik.

#Klarifikasi #Hoax #kemenkokumhamimipas #profyim #AntiHoaks

...

4092 124
Menerima audiensi dan silaturahmi dari jajaran pengurus Kadin Indonesia yang dipimpin oleh Pak Anindya Bakrie (22/10).

Kami membahas urgensi revisi UU Kadin yang sudah berjalan hampir 4 dekade. Dunia usaha berkembang pesat, dan landasan hukumnya harus selaras agar mampu memberikan kepastian, perlindungan, serta ruang gerak bagi para pelaku usaha dari skala mikro hingga besar.

Pemerintah berkomitmen menyelesaikan penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk mengawal pembahasan RUU Kadin bersama DPR RI. Kepastian hukum yang kokoh adalah kunci agar perekonomian nasional terus tumbuh berdaya saing.

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #kadinindonesia #duniausaha #hukum

...

1518 41
Bernostalgia sejenak sambil berdiskusi bersama rekan-rekan Kohati PB HMI dalam Kohati Diplomacy Forum.

Dulu waktu pertama kali masuk kampus UI, sempat diajak gabung berbagai organisasi, tapi karena darah Masyumi mengalir dari Ayah, pilihannya tentu jatuh ke HMI.

Senang melihat semangat kritis, energi positif, dan potensi besar dari para kader HMI-Wati hari ini. Teruslah menjadi pelopor gagasan dan agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.  

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #KohatiDiplomacyForum #Kohati #HMI

...

2276 34