YUSRIL: INTIMIDASI TERHADAP MAHFUD, SAYA YANG YANG DIRUGIKAN

Sejak beberapa hari ini media masih terus memberitakan adanya seseorang yang datang mengancam Ketua MK Mahfud MD agar mengalahkan saya lawan Hendarman, dalam perkara uji materil UU Kejaksaan. Kepada salah satu media ibukota, Mahfud dengan jelas menyebutkan bahwa orang dimaksud adalah “orang penting dari Kejaksaan Agung”. Mahfud memang tidak terpengaruh oleh ancaman itu, sebagian permohonan saya dikabulkan. Implikasinya Presiden terpaksa memberhentikan Hendarman, yang dinyatakan MK menduduki jabatannya secara illegal.

Darmono yang ketika itu Wakil Jaksa Agung membantah sinyalemen Mahfud. Apapun juga bantahan Darmono, apa yang diungkapkan Mahfud mengindikasikan betapa Kejaksaan Agung tidak fair dan mau menang sendiri menghadapi saya. Mereka ancam Mahfud, tetapi targetnya kan saya, agar saya dikalahkan. Kalau sudah begini prilaku aparat Kejaksaan Agung, apakah masih ada dasarnya bagi saya untuk percaya kepada mereka sebagai penegak hukum?

Sejak dua tahun lalu, saya sudah dijadikan target Kejagung untuk diadili. Saya simak dakwaan terhadap Romly, Yohanes dan Zulkarnain Yunus. Dalam semua dakwaan itu nama saya disebutkan “bersama-sama melakukan” dengan semua terdakwa. Romly didakwa melakukan korupsi antara tahun 2000 – 20002 bersama-sama dengan Yusril, menteri waktu itu. Padahal, antara 2000-2002 itu ada Baharuddin Lopa, Marsillam Simanjuntak dan Mahfud MD yang juga menjadi Menteri Kehakiman, tapi nama mereka tidak disinggung. Yohanes  didakwa melakukan korupsi secara terus-menerus dari tahun 2000 – 2008 bersama-sama saya menteri waktu itu. Padahal ada 7 orang jadi Menteri Kehakiman selama periode itu. Nama menteri-menteri lain tidak disebut. Jelas saya jadi target. Orang dituduh korupsi di zaman Andi Mattalata, masak saya harus bertanggungjawab dan dianggap jadi menteri. Ini benar-benar gila!

Kini, meskipun dari semua putusan pengadilan, baik terhadap Romly, Yohanes, Zulkarnain dan Samsudin Sinaga, telah nyata-nyata pengadilan menyatakan tak ada kaitannya dengan saya. Tokh Kejaksaan Agung masih ngotot juga. Kalau dalam perkara lawan Hendarman di MK saja, aparat Kejagung sudah tidak fair, apakah dasarnya bagi saya untuk percaya proses perkara saya yang ditangani Kejagung juga akan berlangsung secara fair? Sebagian masih dendam dengan kejatuhan Hendarman, walau ada juga yang senang kalau Hendarman jatuh, siapa tahu dia akan diangkat jadi Jaksa Agung.

Saya berharap Pak Mahfud akan bicara terus terang, siapa nama pejabat penting Kejagung yang mengintimidasinya agar menolak permohonan saya ke MK. Biar masyarakat tahu, betapa keji cara-cara yang digunakan untuk menang sendiri dan merasa benar sendiri.***

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.A., M.Soc.Sc., Ph.D.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.A., M.Soc.Sc., Ph.D.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terbaru

Tahun 1989, saya sebenarnya sudah diterima di Cornell University, AS. Namun, karena kendala beasiswa, Allah menunjukkan jalan lain melalui Universiti Sains Malaysia (USM).

Proses akademik di USM menjadi salah satu pengalaman berharga. Surat rekomendasi doktoral saya saat itu didukung dan ditandatangani langsung oleh dua tokoh besar: Bapak Mohammad Natsir (mantan Perdana Menteri RI 1950) dan Prof. Dr. Sutan Takdir Alisjahbana.

Perjalanan riset perbandingan politik masyarakat Muslim antara Indonesia dan Pakistan ini membuah hasil kelulusan cum laude pada tahun 1992. Disertasinya diterbitkan oleh LIPI pada 1995 dan menjadi buku perbandingan politik terbaik kala itu.

Semoga cerita ini bisa menjadi penyemangat bagi generasi muda. Jangan pernah berhenti menimba ilmu dan percayalah bahwa setiap ilmu yang kita peroleh akan memberi manfaat besar bagi diri kita sendiri, bagi bangsa dan juga negara.

#YusrilIhzaMahendra #Pendidikan #MotivasiBelajar #universitisainsmalaysia #indonesiamalaysia

...

919 27
Kembali ke tempat perjalanan akademik dimulai. Setelah 33 tahun menyelesaikan pendidikan S3 di Universiti Sains Malaysia (USM) pada tahun 1993, tidak disangka pada tahun 2026 ini saya kembali dipanggil dan dianugerahi jabatan sebagai Adjunct Professor (Profesor Utama) dalam bidang Ilmu Politik.

Perjalanan ini mengingatkan saya pada komitmen awal ketika mendalami ilmu politik, hukum tata negara, hingga filsafat. Mengabdi dan mengajar bukan hanya tentang membagikan ilmu, tetapi juga bagaimana melihat dinamika konstitusi serta ketatanegaraan agar terus berkembang dan relevan dengan perkembangan zaman.

Semoga penganugerahan ini membawa keberkahan dan kontribusi nyata bagi dunia akademis serta kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, saya juga berkesempatan untuk memberikan orasi ilmiah. Video lengkap bisa disaksikan di chanel YouTube saya.

#YusrilIhzaMahendra #UniversitiSainsMalaysia #politics
#profYusril #indonesiamalaysia

...

3285 102
Pemerintah mengambil langkah antisipatif dengan tidak memberikan izin pertunjukan dan visa bagi grup musik "Israel and New Breed" (Israel Houghton). Menko Yusril Ihza Mahendra menjelaskan dua pertimbangan utamanya adalah: 1. Faktor Keamanan Dalam Negeri: Mengantisipasi protes dan gelombang penolakan di masyarakat; 2. Politik Luar Negeri: Konsistensi Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.

#YusrilIhzaMahendra #profYusril #IsraelHoughton #politics #palestine

...

837 495
Indonesia sangat menghargai kebebasan berseni, bermusik, hingga kegiatan ibadah keagamaan. Namun, kata Menko Yusril, kita perlu waspada ketika pertunjukan seni dimanfaatkan untuk memberikan dukungan politik tertentu (seperti isu Israel) yang bisa memicu reaksi politik di dalam negeri.

Dok. di Acara Pagi-Pagi Seru TvOne

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #indonesia #SeniDanPolitik #israelhoughton

...

1365 665
Memperkuat pelindungan kekayaan intelektual dan kepastian hukum bagi para pelaku usaha di Indonesia dan Korea Selatan. 🇮🇩🇰🇷

Langkah nyata kolaborasi ini kami bahas langsung bersama Menteri Kekayaan Intelektual Korea Selatan, Kim Yong-sun, di Seoul—mulai dari penanganan barang palsu hingga efektivitas penegakan hukum di ranah online.

Kerja sama bukan sekadar kesepakatan di atas kertas, tapi tentang menghadirkan solusi dan manfaat nyata di lapangan. 🤝✨

#YusrilIhzaMahendra #MenkoKumhamImipas #KekayaanIntelektual #IndonesiaKorsel #Seoul

...

419 240
Kembali ke Masjid Al-Malik Khalid, Universiti Sains Malaysia (USM) di Penang, selalu membawa nostalgia tersendiri.  

Sejak pertama kali datang ke kampus ini dalam rangka mengambil gelar doktor ilmu politik pada tahun 1990—sekitar 36 tahun yang lalu, saya selalu salat Jumat di masjid ini.

Sebelum memberikan kuliah umum di almamater yang kali ini memberikan saya gelar Adjunct Professor esok hari (26/9), saya bersyukur bisa kembali menunaikan salat Jumat di sini.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan kepada kita semua di hari Jumat yang mulia ini. Amin YRA. 🕌✨  

#YusrilIhzaMahendra #USM #Penang #Nostalgia #JumatBerkah

...

884 330