“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”
Berita Terkini
Alhamdulillah, pada 5 Mei 2026, Komisi Percepatan Reformasi Polri telah menghadap Presiden di Istana Negara untuk melaporkan hasil kerja tim yang tertuang dalam laporan setebal 3.000 halaman.
Bapak Presiden telah membaca kesimpulan laporan tersebut dan mendiskusikannya bersama kami. Berikut sejumlah arahan yang beliau sampaikan.
Pertama, Pemerintah tidak akan membentuk kementerian baru yang membawahi Polri. Kepolisian Nasional Republik Indonesia tetap bertanggung jawab langsung kepada Presiden, sebagaimana yang berlaku saat ini.
Selanjutnya, mekanisme pemilihan Kapolri tidak berubah—Presiden mengangkat Kapolri dengan persetujuan DPR.
Kewenangan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pun akan diperluas dan diperkuat, sehingga keputusan dan rekomendasinya ke depan bersifat mengikat.
Pemerintah juga akan menyusun norma hukum yang lebih jelas mengenai jabatan sipil yang dapat diduduki oleh polisi aktif di luar institusi kepolisian.
Terakhir, guna memberikan landasan konstitusional bagi seluruh hal di atas, Pemerintah bersama DPR akan merevisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Kami berharap upaya yang telah bersama-sama kita lakukan ini dapat mewujudkan Polri yang lebih humanis dan profesional dalam menegakkan keamanan dan ketertiban, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
_
#profyim #reformasipolri #kompolnas #pemerintah #perlindungan
Alhamdulillah, pada 5 Mei 2026, Komisi Percepatan Reformasi Polri telah menghadap Presiden di Istana Negara untuk melaporkan hasil kerja tim yang tertuang dalam laporan setebal 3.000 halaman.
Bapak Presiden telah membaca kesimpulan laporan tersebut dan mendiskusikannya bersama kami. Berikut sejumlah arahan yang beliau sampaikan.
Pertama, Pemerintah tidak akan membentuk kementerian baru yang membawahi Polri. Kepolisian Nasional Republik Indonesia tetap bertanggung jawab langsung kepada Presiden, sebagaimana yang berlaku saat ini.
Selanjutnya, mekanisme pemilihan Kapolri tidak berubah—Presiden mengangkat Kapolri dengan persetujuan DPR.
Kewenangan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pun akan diperluas dan diperkuat, sehingga keputusan dan rekomendasinya ke depan bersifat mengikat.
Pemerintah juga akan menyusun norma hukum yang lebih jelas mengenai jabatan sipil yang dapat diduduki oleh polisi aktif di luar institusi kepolisian.
Terakhir, guna memberikan landasan konstitusional bagi seluruh hal di atas, Pemerintah bersama DPR akan merevisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Kami berharap upaya yang telah bersama-sama kita lakukan ini dapat mewujudkan Polri yang lebih humanis dan profesional dalam menegakkan keamanan dan ketertiban, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
_
#profyim #reformasipolri #kompolnas #pemerintah #perlindungan
...
Saya tidak pernah menyatakan kalimat-kalimat seperti dalam foto di atas. Klaim "Yusril Sebut Ijazah Jokowi Sah di Mata Hukum" yang beredar di Facebook dan media sosial lain adalah disinformasi, hoaks, karena tidak pernah saya ucapkan.
Tidak ada pernyataan seperti itu yang pernah saya sampaikan, baik dalam kapasitas sebagai Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi & Pemasyarakatan maupun sebagai pribadi, praktisi hukum & akademisi.
Saya sendiri tidak pernah memberikan penilaian apakah ijazah Jokowi itu sah atau tidak sah secara hukum, karena saya tidak mempunyai kapasitas, apalagi kewenangan untuk melakukan hal itu. Biarkanlah para pihak yang berkepentingan menyelesaikan persoalan itu mengikuti cara yang mereka anggap paling baik.
#BijakCerdasPakaiMedsos #StopHoaks Jangan sebarkan informasi yang belum terverifikasi.
#yim
Saya tidak pernah menyatakan kalimat-kalimat seperti dalam foto di atas. Klaim "Yusril Sebut Ijazah Jokowi Sah di Mata Hukum" yang beredar di Facebook dan media sosial lain adalah disinformasi, hoaks, karena tidak pernah saya ucapkan.
Tidak ada pernyataan seperti itu yang pernah saya sampaikan, baik dalam kapasitas sebagai Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi & Pemasyarakatan maupun sebagai pribadi, praktisi hukum & akademisi.
Saya sendiri tidak pernah memberikan penilaian apakah ijazah Jokowi itu sah atau tidak sah secara hukum, karena saya tidak mempunyai kapasitas, apalagi kewenangan untuk melakukan hal itu. Biarkanlah para pihak yang berkepentingan menyelesaikan persoalan itu mengikuti cara yang mereka anggap paling baik.
#BijakCerdasPakaiMedsos #StopHoaks Jangan sebarkan informasi yang belum terverifikasi.
#yim
...
RIKA KATO MAHENDRA DAN PERINGATAN HARI KARTINI 2026 DI REMBANG, JAWA TENGAH
Rembang 21 April 2026. Peringatan Hari Kartini tahun ini agak beda dari biasanya bagi Rika Kato Mahendra. Istri Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra ini, hadir bersama rombongan Ibu-Ibu anggota Seruni yang dipimpin Ibu Selvi, istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ke Rembang, Jawa Tengah untuk memperingati Hari Kartini dan sekaligus berziarah ke makam RA Kartini.
Di makam itu, Rika tidak saja menaburkan bunga, tetapi juga mendoakan menurut tata cara agama Islam, agar arwah RA Kartini ditempatkan Allah SWT di tempat yang mulia di alam baka.
Sebelum ke Rembang, Rika, wanita campuran Jepang dan Filipina itu, membaca buku dan berbagai artikel untuk membuat dirinya lebih paham tentang riwayat kehidupan Kartini beserta cita-citanya. Dia juga mendiskusikan gagasan-gagasan RA Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita, serta pandangan RA Kartini mengenai ajaran-ajaran Islam.
Rika, yang telah menjadi WNI sejak lima belas tahun yang lalu dan sangat fasih berbahasa Indonesia ini, merasakan kunjungannya ke Rembang dan ziarah ke makam RA Kartini memberikan makna tersendiri. Makna yang lebih menyentuh dan lebih dalam setelah dia memahami dan meresapi gagasan dan peran RA Kartini dalam panggung sejarah Indonesia.
Kunjungan ke Rembang itu bukan lagi sekedar sebuah perjalanan biasa dan seremonial istri Wakil Presiden dan istri para menteri. Kunjungan dan ziarah serta napak tilas itu merefleksikan sejarah perjuangan masa lalu tentang emansipasi, yang harus dilanjutkan oleh generasi-generasi berikutnya.
Kartini bagi Rika, adalah tokoh emansipasi yang menginspirasi kaum wanita untuk bergerak ke arah kemajuan. Wanita Indonesia sekarang harus menempuh pendidikan tinggi serta berkarir di tengah masyarakat untuk turut serta memajukan bangsanya.
Rika merasa senang sekali bergabung dengan ibu-ibu anggota Seruni yang lain dan melakukan banyak kegiatan sosial untuk membantu masyarakat, khususnya wanita dan anak-anak...
RIKA KATO MAHENDRA DAN PERINGATAN HARI KARTINI 2026 DI REMBANG, JAWA TENGAH
Rembang 21 April 2026. Peringatan Hari Kartini tahun ini agak beda dari biasanya bagi Rika Kato Mahendra. Istri Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra ini, hadir bersama rombongan Ibu-Ibu anggota Seruni yang dipimpin Ibu Selvi, istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ke Rembang, Jawa Tengah untuk memperingati Hari Kartini dan sekaligus berziarah ke makam RA Kartini.
Di makam itu, Rika tidak saja menaburkan bunga, tetapi juga mendoakan menurut tata cara agama Islam, agar arwah RA Kartini ditempatkan Allah SWT di tempat yang mulia di alam baka.
Sebelum ke Rembang, Rika, wanita campuran Jepang dan Filipina itu, membaca buku dan berbagai artikel untuk membuat dirinya lebih paham tentang riwayat kehidupan Kartini beserta cita-citanya. Dia juga mendiskusikan gagasan-gagasan RA Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita, serta pandangan RA Kartini mengenai ajaran-ajaran Islam.
Rika, yang telah menjadi WNI sejak lima belas tahun yang lalu dan sangat fasih berbahasa Indonesia ini, merasakan kunjungannya ke Rembang dan ziarah ke makam RA Kartini memberikan makna tersendiri. Makna yang lebih menyentuh dan lebih dalam setelah dia memahami dan meresapi gagasan dan peran RA Kartini dalam panggung sejarah Indonesia.
Kunjungan ke Rembang itu bukan lagi sekedar sebuah perjalanan biasa dan seremonial istri Wakil Presiden dan istri para menteri. Kunjungan dan ziarah serta napak tilas itu merefleksikan sejarah perjuangan masa lalu tentang emansipasi, yang harus dilanjutkan oleh generasi-generasi berikutnya.
Kartini bagi Rika, adalah tokoh emansipasi yang menginspirasi kaum wanita untuk bergerak ke arah kemajuan. Wanita Indonesia sekarang harus menempuh pendidikan tinggi serta berkarir di tengah masyarakat untuk turut serta memajukan bangsanya.
Rika merasa senang sekali bergabung dengan ibu-ibu anggota Seruni yang lain dan melakukan banyak kegiatan sosial untuk membantu masyarakat, khususnya wanita dan anak-anak...
...
"MAKAN BEDULANG" PADA ACARA HALAL BIL HALAL MASYARAKAT BELITUNG DI JAKARTA
"Makan Bedulang" adalah tradisi makan bersama pada sebuah acara kenduri atau pesta tradisional khas masyarakat Melayu Belitung. Penyajian makanan dalam pesta tradisional ini menggunakan dulang atau nampan besar sebagai wadah. Tetapi beda dengan penyajian nasi kebuli atau nasi biryani bergaya Arab yang nasi dan lauk-pauknya diletakkan di dulang dan orang memakannya beramai-ramai, makan bedulang tidak demikian. Di dulang hanya disajikan lauk-pauk di dalam piring kecil, biasanya sekitar 7 jenis lauk yang di tengahnya ada mangkuk sup berisi gulai daging atau ayam. Sedangkan nasi, diletakkan terpisah dari dulang dalam wadah tempat nasi untuk dimakan oleh empat orang. Di luar dulang, ada empat piring besar (pinggan) sebagai wadah penampung nasi dan lauk-pauk yang dimakan setiap orang.
Dalam tradisi asli masyarakat Melayu Belitung, dulang, piring dan gelas minuman diletakkan di lantai di atas tikar permadani atau tikar anyaman pandan. Acara Halal Bil Halal di Jakarta kemarin, dulang diletakkan di atas meja, bukan di lantai di atas hamparan tikar atau karpet.
Tradisi makan bedulang ini diperkirakan berkembang bersama masuknya ajaran Islam di kalangan masyarakat Melayu Belitung. Tetapi tradisi makan nasi kebuli gaya Arab, mereka ubah dan modifikasi dengan penyajian menggunakan pinggan, piring, mangkuk dan gelas yang lebih sesuai dengan tradisi orang Melayu.
Minggu siang (19/4/2026), saya beserta istri, Rika Kato Mahendra, sengaja menyempatkan diri menghadiri Halal Bihalal & Festival Makan Bedulang yang diadakan Ikatan Keluarga Masyarakat Belitung (IKMB) Jakarta. Acara dilaksanakan di Gedung Serba Guna Senayan, Jakarta, dihadiri sekitar 1200 orang. Panitia mengatakan, mereka menyediakan makanan sebanyak 300 dulang. Agak tidak repot mempersiapkan dan menyajikannya. Tetapi acara makan bedulang ini sangat berkesan dan mengingatkan kami akan tradisi kampung halaman kami di Pulau Belitung. "Tak Melayu hilang di dunia" kata Hang Tuah. Meski sudah lebih setengah abad saya tinggal di Jakarta, tradisi dan adat-istiadat Melayu tetap saja ada dan hidup di kepala dan hati saya...
"MAKAN BEDULANG" PADA ACARA HALAL BIL HALAL MASYARAKAT BELITUNG DI JAKARTA
"Makan Bedulang" adalah tradisi makan bersama pada sebuah acara kenduri atau pesta tradisional khas masyarakat Melayu Belitung. Penyajian makanan dalam pesta tradisional ini menggunakan dulang atau nampan besar sebagai wadah. Tetapi beda dengan penyajian nasi kebuli atau nasi biryani bergaya Arab yang nasi dan lauk-pauknya diletakkan di dulang dan orang memakannya beramai-ramai, makan bedulang tidak demikian. Di dulang hanya disajikan lauk-pauk di dalam piring kecil, biasanya sekitar 7 jenis lauk yang di tengahnya ada mangkuk sup berisi gulai daging atau ayam. Sedangkan nasi, diletakkan terpisah dari dulang dalam wadah tempat nasi untuk dimakan oleh empat orang. Di luar dulang, ada empat piring besar (pinggan) sebagai wadah penampung nasi dan lauk-pauk yang dimakan setiap orang.
Dalam tradisi asli masyarakat Melayu Belitung, dulang, piring dan gelas minuman diletakkan di lantai di atas tikar permadani atau tikar anyaman pandan. Acara Halal Bil Halal di Jakarta kemarin, dulang diletakkan di atas meja, bukan di lantai di atas hamparan tikar atau karpet.
Tradisi makan bedulang ini diperkirakan berkembang bersama masuknya ajaran Islam di kalangan masyarakat Melayu Belitung. Tetapi tradisi makan nasi kebuli gaya Arab, mereka ubah dan modifikasi dengan penyajian menggunakan pinggan, piring, mangkuk dan gelas yang lebih sesuai dengan tradisi orang Melayu.
Minggu siang (19/4/2026), saya beserta istri, Rika Kato Mahendra, sengaja menyempatkan diri menghadiri Halal Bihalal & Festival Makan Bedulang yang diadakan Ikatan Keluarga Masyarakat Belitung (IKMB) Jakarta. Acara dilaksanakan di Gedung Serba Guna Senayan, Jakarta, dihadiri sekitar 1200 orang. Panitia mengatakan, mereka menyediakan makanan sebanyak 300 dulang. Agak tidak repot mempersiapkan dan menyajikannya. Tetapi acara makan bedulang ini sangat berkesan dan mengingatkan kami akan tradisi kampung halaman kami di Pulau Belitung. "Tak Melayu hilang di dunia" kata Hang Tuah. Meski sudah lebih setengah abad saya tinggal di Jakarta, tradisi dan adat-istiadat Melayu tetap saja ada dan hidup di kepala dan hati saya...
...
Keadilan pada abad ke-21 tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai kemampuan negara menjatuhkan pidana.
Keadilan kini harus dilihat sebagai kemampuan negara membangun keseimbangan antara akuntabilitas, perlindungan korban, keselamatan publik, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kemungkinan perubahan bagi mereka yang telah melakukan pelanggaran hukum.
Dengan kata lain, keadilan yang cerdas bukan hanya keadilan yang tertib secara normatif, tetapi juga keadilan yang matang secara institusional, jernih secara etik, dan masuk akal secara sosial.
Demikian saya sampaikan dalam pidato kunci pada Kongres Dunia tentang Pidana Percobaan dan Pembebasan Bersyarat (World Congress on Probation and Parole/WCPP) di Bali, 14 April kemarin.
WCPP 2026 yang dihadiri sekitar 400 delegasi dari 44 negara ini merupakan kongres yang ke-7, setelah sebelumnya diselenggarakan di London, Los Angeles, Tokyo, Sydney, Ottawa, dan Den Haag.
_
#profyim #wcpp #justice #bebasbersyarat #tertib
Keadilan pada abad ke-21 tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai kemampuan negara menjatuhkan pidana.
Keadilan kini harus dilihat sebagai kemampuan negara membangun keseimbangan antara akuntabilitas, perlindungan korban, keselamatan publik, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kemungkinan perubahan bagi mereka yang telah melakukan pelanggaran hukum.
Dengan kata lain, keadilan yang cerdas bukan hanya keadilan yang tertib secara normatif, tetapi juga keadilan yang matang secara institusional, jernih secara etik, dan masuk akal secara sosial.
Demikian saya sampaikan dalam pidato kunci pada Kongres Dunia tentang Pidana Percobaan dan Pembebasan Bersyarat (World Congress on Probation and Parole/WCPP) di Bali, 14 April kemarin.
WCPP 2026 yang dihadiri sekitar 400 delegasi dari 44 negara ini merupakan kongres yang ke-7, setelah sebelumnya diselenggarakan di London, Los Angeles, Tokyo, Sydney, Ottawa, dan Den Haag.
_
#profyim #wcpp #justice #bebasbersyarat #tertib
...
Mewakili instansi serta segenap keluarga, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H. Taqabbalallahu minna waminkum, taqabbal ya Karim. Semoga seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT dan membimbing kita menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Amin ya Rabbal’alamin.
#profyim #idulfitri #takwa #syawal #ramadan
Mewakili instansi serta segenap keluarga, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H. Taqabbalallahu minna waminkum, taqabbal ya Karim. Semoga seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT dan membimbing kita menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Amin ya Rabbal’alamin.
#profyim #idulfitri #takwa #syawal #ramadan
...
Hikmah Ramadan di Balik Peristiwa Bersejarah Dunia
Sejumlah peristiwa bersejarah terjadi di bulan Ramadan. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, misalnya, bertepatan dengan 9 Ramadan 1367 Hijriyah.
Bangsa yang besar dibangun di atas mentalitas dan spiritualitas yang tinggi. Dengan itulah mereka mengatasi persoalan, menghadapi zaman.
Dengan bertakwa, manusia akan merasa dekat dengan Tuhan. Kedekatan dengan Tuhan akan membuat hatinya tenang. Secara mental, hal itu akan memberi kekuatan baginya untuk menaklukkan tantangan. Juga melakukan hal-hal penting baik bagi dirinya maupun lingkungannya.
Karena itulah umat Islam diperintahkan untuk berpuasa dengan tujuan akhir menjadi orang yang bertakwa. Hasil konkretnya: banyak peristiwa penting bagi peradaban umat manusia terjadi di bulan suci Ramadan.
#profyim #tausiyah #sejarah #ramadan #sejarahislam
Hikmah Ramadan di Balik Peristiwa Bersejarah Dunia
Sejumlah peristiwa bersejarah terjadi di bulan Ramadan. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, misalnya, bertepatan dengan 9 Ramadan 1367 Hijriyah.
Bangsa yang besar dibangun di atas mentalitas dan spiritualitas yang tinggi. Dengan itulah mereka mengatasi persoalan, menghadapi zaman.
Dengan bertakwa, manusia akan merasa dekat dengan Tuhan. Kedekatan dengan Tuhan akan membuat hatinya tenang. Secara mental, hal itu akan memberi kekuatan baginya untuk menaklukkan tantangan. Juga melakukan hal-hal penting baik bagi dirinya maupun lingkungannya.
Karena itulah umat Islam diperintahkan untuk berpuasa dengan tujuan akhir menjadi orang yang bertakwa. Hasil konkretnya: banyak peristiwa penting bagi peradaban umat manusia terjadi di bulan suci Ramadan.
#profyim #tausiyah #sejarah #ramadan #sejarahislam
...
Berbuat baik tidak selalu berbuah kebaikan pula. Perbuatan baik terkadang malah mendatangkan masalah dan bikin susah.
Namun begitu, mengapa kita sebaiknya tetap berbuat baik?
Melalui tausiyah khusus Ramadan bertajuk “Kalam Nurani”, Prof. Yusril menjelaskan alasan rasionalnya.
Selamat mengikuti, semoga dapat memperkaya khasanah keislaman kita.
_
#profyim #kalamnurani #tausiyah #ramadan #kebaikan
Berbuat baik tidak selalu berbuah kebaikan pula. Perbuatan baik terkadang malah mendatangkan masalah dan bikin susah.
Namun begitu, mengapa kita sebaiknya tetap berbuat baik?
Melalui tausiyah khusus Ramadan bertajuk “Kalam Nurani”, Prof. Yusril menjelaskan alasan rasionalnya.
Selamat mengikuti, semoga dapat memperkaya khasanah keislaman kita.
_
#profyim #kalamnurani #tausiyah #ramadan #kebaikan
...
Alhamdulillah, pada 5 Mei 2026, Komisi Percepatan Reformasi Polri telah menghadap Presiden di Istana Negara untuk melaporkan hasil kerja tim yang tertuang dalam laporan setebal 3.000 halaman.
Bapak Presiden telah membaca kesimpulan laporan tersebut dan mendiskusikannya bersama kami. Berikut sejumlah arahan yang beliau sampaikan.
Pertama, Pemerintah tidak akan membentuk kementerian baru yang membawahi Polri. Kepolisian Nasional Republik Indonesia tetap bertanggung jawab langsung kepada Presiden, sebagaimana yang berlaku saat ini.
Selanjutnya, mekanisme pemilihan Kapolri tidak berubah—Presiden mengangkat Kapolri dengan persetujuan DPR.
Kewenangan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pun akan diperluas dan diperkuat, sehingga keputusan dan rekomendasinya ke depan bersifat mengikat.
Pemerintah juga akan menyusun norma hukum yang lebih jelas mengenai jabatan sipil yang dapat diduduki oleh polisi aktif di luar institusi kepolisian.
Terakhir, guna memberikan landasan konstitusional bagi seluruh hal di atas, Pemerintah bersama DPR akan merevisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Kami berharap upaya yang telah bersama-sama kita lakukan ini dapat mewujudkan Polri yang lebih humanis dan profesional dalam menegakkan keamanan dan ketertiban, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
_
#profyim #reformasipolri #kompolnas #pemerintah #perlindungan
Alhamdulillah, pada 5 Mei 2026, Komisi Percepatan Reformasi Polri telah menghadap Presiden di Istana Negara untuk melaporkan hasil kerja tim yang tertuang dalam laporan setebal 3.000 halaman.
Bapak Presiden telah membaca kesimpulan laporan tersebut dan mendiskusikannya bersama kami. Berikut sejumlah arahan yang beliau sampaikan.
Pertama, Pemerintah tidak akan membentuk kementerian baru yang membawahi Polri. Kepolisian Nasional Republik Indonesia tetap bertanggung jawab langsung kepada Presiden, sebagaimana yang berlaku saat ini.
Selanjutnya, mekanisme pemilihan Kapolri tidak berubah—Presiden mengangkat Kapolri dengan persetujuan DPR.
Kewenangan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pun akan diperluas dan diperkuat, sehingga keputusan dan rekomendasinya ke depan bersifat mengikat.
Pemerintah juga akan menyusun norma hukum yang lebih jelas mengenai jabatan sipil yang dapat diduduki oleh polisi aktif di luar institusi kepolisian.
Terakhir, guna memberikan landasan konstitusional bagi seluruh hal di atas, Pemerintah bersama DPR akan merevisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Kami berharap upaya yang telah bersama-sama kita lakukan ini dapat mewujudkan Polri yang lebih humanis dan profesional dalam menegakkan keamanan dan ketertiban, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
_
#profyim #reformasipolri #kompolnas #pemerintah #perlindungan
...
Saya tidak pernah menyatakan kalimat-kalimat seperti dalam foto di atas. Klaim "Yusril Sebut Ijazah Jokowi Sah di Mata Hukum" yang beredar di Facebook dan media sosial lain adalah disinformasi, hoaks, karena tidak pernah saya ucapkan.
Tidak ada pernyataan seperti itu yang pernah saya sampaikan, baik dalam kapasitas sebagai Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi & Pemasyarakatan maupun sebagai pribadi, praktisi hukum & akademisi.
Saya sendiri tidak pernah memberikan penilaian apakah ijazah Jokowi itu sah atau tidak sah secara hukum, karena saya tidak mempunyai kapasitas, apalagi kewenangan untuk melakukan hal itu. Biarkanlah para pihak yang berkepentingan menyelesaikan persoalan itu mengikuti cara yang mereka anggap paling baik.
#BijakCerdasPakaiMedsos #StopHoaks Jangan sebarkan informasi yang belum terverifikasi.
#yim
Saya tidak pernah menyatakan kalimat-kalimat seperti dalam foto di atas. Klaim "Yusril Sebut Ijazah Jokowi Sah di Mata Hukum" yang beredar di Facebook dan media sosial lain adalah disinformasi, hoaks, karena tidak pernah saya ucapkan.
Tidak ada pernyataan seperti itu yang pernah saya sampaikan, baik dalam kapasitas sebagai Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi & Pemasyarakatan maupun sebagai pribadi, praktisi hukum & akademisi.
Saya sendiri tidak pernah memberikan penilaian apakah ijazah Jokowi itu sah atau tidak sah secara hukum, karena saya tidak mempunyai kapasitas, apalagi kewenangan untuk melakukan hal itu. Biarkanlah para pihak yang berkepentingan menyelesaikan persoalan itu mengikuti cara yang mereka anggap paling baik.
#BijakCerdasPakaiMedsos #StopHoaks Jangan sebarkan informasi yang belum terverifikasi.
#yim
...
RIKA KATO MAHENDRA DAN PERINGATAN HARI KARTINI 2026 DI REMBANG, JAWA TENGAH
Rembang 21 April 2026. Peringatan Hari Kartini tahun ini agak beda dari biasanya bagi Rika Kato Mahendra. Istri Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra ini, hadir bersama rombongan Ibu-Ibu anggota Seruni yang dipimpin Ibu Selvi, istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ke Rembang, Jawa Tengah untuk memperingati Hari Kartini dan sekaligus berziarah ke makam RA Kartini.
Di makam itu, Rika tidak saja menaburkan bunga, tetapi juga mendoakan menurut tata cara agama Islam, agar arwah RA Kartini ditempatkan Allah SWT di tempat yang mulia di alam baka.
Sebelum ke Rembang, Rika, wanita campuran Jepang dan Filipina itu, membaca buku dan berbagai artikel untuk membuat dirinya lebih paham tentang riwayat kehidupan Kartini beserta cita-citanya. Dia juga mendiskusikan gagasan-gagasan RA Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita, serta pandangan RA Kartini mengenai ajaran-ajaran Islam.
Rika, yang telah menjadi WNI sejak lima belas tahun yang lalu dan sangat fasih berbahasa Indonesia ini, merasakan kunjungannya ke Rembang dan ziarah ke makam RA Kartini memberikan makna tersendiri. Makna yang lebih menyentuh dan lebih dalam setelah dia memahami dan meresapi gagasan dan peran RA Kartini dalam panggung sejarah Indonesia.
Kunjungan ke Rembang itu bukan lagi sekedar sebuah perjalanan biasa dan seremonial istri Wakil Presiden dan istri para menteri. Kunjungan dan ziarah serta napak tilas itu merefleksikan sejarah perjuangan masa lalu tentang emansipasi, yang harus dilanjutkan oleh generasi-generasi berikutnya.
Kartini bagi Rika, adalah tokoh emansipasi yang menginspirasi kaum wanita untuk bergerak ke arah kemajuan. Wanita Indonesia sekarang harus menempuh pendidikan tinggi serta berkarir di tengah masyarakat untuk turut serta memajukan bangsanya.
Rika merasa senang sekali bergabung dengan ibu-ibu anggota Seruni yang lain dan melakukan banyak kegiatan sosial untuk membantu masyarakat, khususnya wanita dan anak-anak...
RIKA KATO MAHENDRA DAN PERINGATAN HARI KARTINI 2026 DI REMBANG, JAWA TENGAH
Rembang 21 April 2026. Peringatan Hari Kartini tahun ini agak beda dari biasanya bagi Rika Kato Mahendra. Istri Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra ini, hadir bersama rombongan Ibu-Ibu anggota Seruni yang dipimpin Ibu Selvi, istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ke Rembang, Jawa Tengah untuk memperingati Hari Kartini dan sekaligus berziarah ke makam RA Kartini.
Di makam itu, Rika tidak saja menaburkan bunga, tetapi juga mendoakan menurut tata cara agama Islam, agar arwah RA Kartini ditempatkan Allah SWT di tempat yang mulia di alam baka.
Sebelum ke Rembang, Rika, wanita campuran Jepang dan Filipina itu, membaca buku dan berbagai artikel untuk membuat dirinya lebih paham tentang riwayat kehidupan Kartini beserta cita-citanya. Dia juga mendiskusikan gagasan-gagasan RA Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita, serta pandangan RA Kartini mengenai ajaran-ajaran Islam.
Rika, yang telah menjadi WNI sejak lima belas tahun yang lalu dan sangat fasih berbahasa Indonesia ini, merasakan kunjungannya ke Rembang dan ziarah ke makam RA Kartini memberikan makna tersendiri. Makna yang lebih menyentuh dan lebih dalam setelah dia memahami dan meresapi gagasan dan peran RA Kartini dalam panggung sejarah Indonesia.
Kunjungan ke Rembang itu bukan lagi sekedar sebuah perjalanan biasa dan seremonial istri Wakil Presiden dan istri para menteri. Kunjungan dan ziarah serta napak tilas itu merefleksikan sejarah perjuangan masa lalu tentang emansipasi, yang harus dilanjutkan oleh generasi-generasi berikutnya.
Kartini bagi Rika, adalah tokoh emansipasi yang menginspirasi kaum wanita untuk bergerak ke arah kemajuan. Wanita Indonesia sekarang harus menempuh pendidikan tinggi serta berkarir di tengah masyarakat untuk turut serta memajukan bangsanya.
Rika merasa senang sekali bergabung dengan ibu-ibu anggota Seruni yang lain dan melakukan banyak kegiatan sosial untuk membantu masyarakat, khususnya wanita dan anak-anak...
...
"MAKAN BEDULANG" PADA ACARA HALAL BIL HALAL MASYARAKAT BELITUNG DI JAKARTA
"Makan Bedulang" adalah tradisi makan bersama pada sebuah acara kenduri atau pesta tradisional khas masyarakat Melayu Belitung. Penyajian makanan dalam pesta tradisional ini menggunakan dulang atau nampan besar sebagai wadah. Tetapi beda dengan penyajian nasi kebuli atau nasi biryani bergaya Arab yang nasi dan lauk-pauknya diletakkan di dulang dan orang memakannya beramai-ramai, makan bedulang tidak demikian. Di dulang hanya disajikan lauk-pauk di dalam piring kecil, biasanya sekitar 7 jenis lauk yang di tengahnya ada mangkuk sup berisi gulai daging atau ayam. Sedangkan nasi, diletakkan terpisah dari dulang dalam wadah tempat nasi untuk dimakan oleh empat orang. Di luar dulang, ada empat piring besar (pinggan) sebagai wadah penampung nasi dan lauk-pauk yang dimakan setiap orang.
Dalam tradisi asli masyarakat Melayu Belitung, dulang, piring dan gelas minuman diletakkan di lantai di atas tikar permadani atau tikar anyaman pandan. Acara Halal Bil Halal di Jakarta kemarin, dulang diletakkan di atas meja, bukan di lantai di atas hamparan tikar atau karpet.
Tradisi makan bedulang ini diperkirakan berkembang bersama masuknya ajaran Islam di kalangan masyarakat Melayu Belitung. Tetapi tradisi makan nasi kebuli gaya Arab, mereka ubah dan modifikasi dengan penyajian menggunakan pinggan, piring, mangkuk dan gelas yang lebih sesuai dengan tradisi orang Melayu.
Minggu siang (19/4/2026), saya beserta istri, Rika Kato Mahendra, sengaja menyempatkan diri menghadiri Halal Bihalal & Festival Makan Bedulang yang diadakan Ikatan Keluarga Masyarakat Belitung (IKMB) Jakarta. Acara dilaksanakan di Gedung Serba Guna Senayan, Jakarta, dihadiri sekitar 1200 orang. Panitia mengatakan, mereka menyediakan makanan sebanyak 300 dulang. Agak tidak repot mempersiapkan dan menyajikannya. Tetapi acara makan bedulang ini sangat berkesan dan mengingatkan kami akan tradisi kampung halaman kami di Pulau Belitung. "Tak Melayu hilang di dunia" kata Hang Tuah. Meski sudah lebih setengah abad saya tinggal di Jakarta, tradisi dan adat-istiadat Melayu tetap saja ada dan hidup di kepala dan hati saya...
"MAKAN BEDULANG" PADA ACARA HALAL BIL HALAL MASYARAKAT BELITUNG DI JAKARTA
"Makan Bedulang" adalah tradisi makan bersama pada sebuah acara kenduri atau pesta tradisional khas masyarakat Melayu Belitung. Penyajian makanan dalam pesta tradisional ini menggunakan dulang atau nampan besar sebagai wadah. Tetapi beda dengan penyajian nasi kebuli atau nasi biryani bergaya Arab yang nasi dan lauk-pauknya diletakkan di dulang dan orang memakannya beramai-ramai, makan bedulang tidak demikian. Di dulang hanya disajikan lauk-pauk di dalam piring kecil, biasanya sekitar 7 jenis lauk yang di tengahnya ada mangkuk sup berisi gulai daging atau ayam. Sedangkan nasi, diletakkan terpisah dari dulang dalam wadah tempat nasi untuk dimakan oleh empat orang. Di luar dulang, ada empat piring besar (pinggan) sebagai wadah penampung nasi dan lauk-pauk yang dimakan setiap orang.
Dalam tradisi asli masyarakat Melayu Belitung, dulang, piring dan gelas minuman diletakkan di lantai di atas tikar permadani atau tikar anyaman pandan. Acara Halal Bil Halal di Jakarta kemarin, dulang diletakkan di atas meja, bukan di lantai di atas hamparan tikar atau karpet.
Tradisi makan bedulang ini diperkirakan berkembang bersama masuknya ajaran Islam di kalangan masyarakat Melayu Belitung. Tetapi tradisi makan nasi kebuli gaya Arab, mereka ubah dan modifikasi dengan penyajian menggunakan pinggan, piring, mangkuk dan gelas yang lebih sesuai dengan tradisi orang Melayu.
Minggu siang (19/4/2026), saya beserta istri, Rika Kato Mahendra, sengaja menyempatkan diri menghadiri Halal Bihalal & Festival Makan Bedulang yang diadakan Ikatan Keluarga Masyarakat Belitung (IKMB) Jakarta. Acara dilaksanakan di Gedung Serba Guna Senayan, Jakarta, dihadiri sekitar 1200 orang. Panitia mengatakan, mereka menyediakan makanan sebanyak 300 dulang. Agak tidak repot mempersiapkan dan menyajikannya. Tetapi acara makan bedulang ini sangat berkesan dan mengingatkan kami akan tradisi kampung halaman kami di Pulau Belitung. "Tak Melayu hilang di dunia" kata Hang Tuah. Meski sudah lebih setengah abad saya tinggal di Jakarta, tradisi dan adat-istiadat Melayu tetap saja ada dan hidup di kepala dan hati saya...
...
Keadilan pada abad ke-21 tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai kemampuan negara menjatuhkan pidana.
Keadilan kini harus dilihat sebagai kemampuan negara membangun keseimbangan antara akuntabilitas, perlindungan korban, keselamatan publik, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kemungkinan perubahan bagi mereka yang telah melakukan pelanggaran hukum.
Dengan kata lain, keadilan yang cerdas bukan hanya keadilan yang tertib secara normatif, tetapi juga keadilan yang matang secara institusional, jernih secara etik, dan masuk akal secara sosial.
Demikian saya sampaikan dalam pidato kunci pada Kongres Dunia tentang Pidana Percobaan dan Pembebasan Bersyarat (World Congress on Probation and Parole/WCPP) di Bali, 14 April kemarin.
WCPP 2026 yang dihadiri sekitar 400 delegasi dari 44 negara ini merupakan kongres yang ke-7, setelah sebelumnya diselenggarakan di London, Los Angeles, Tokyo, Sydney, Ottawa, dan Den Haag.
_
#profyim #wcpp #justice #bebasbersyarat #tertib
Keadilan pada abad ke-21 tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai kemampuan negara menjatuhkan pidana.
Keadilan kini harus dilihat sebagai kemampuan negara membangun keseimbangan antara akuntabilitas, perlindungan korban, keselamatan publik, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kemungkinan perubahan bagi mereka yang telah melakukan pelanggaran hukum.
Dengan kata lain, keadilan yang cerdas bukan hanya keadilan yang tertib secara normatif, tetapi juga keadilan yang matang secara institusional, jernih secara etik, dan masuk akal secara sosial.
Demikian saya sampaikan dalam pidato kunci pada Kongres Dunia tentang Pidana Percobaan dan Pembebasan Bersyarat (World Congress on Probation and Parole/WCPP) di Bali, 14 April kemarin.
WCPP 2026 yang dihadiri sekitar 400 delegasi dari 44 negara ini merupakan kongres yang ke-7, setelah sebelumnya diselenggarakan di London, Los Angeles, Tokyo, Sydney, Ottawa, dan Den Haag.
_
#profyim #wcpp #justice #bebasbersyarat #tertib
...
Mewakili instansi serta segenap keluarga, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H. Taqabbalallahu minna waminkum, taqabbal ya Karim. Semoga seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT dan membimbing kita menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Amin ya Rabbal’alamin.
#profyim #idulfitri #takwa #syawal #ramadan
Mewakili instansi serta segenap keluarga, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H. Taqabbalallahu minna waminkum, taqabbal ya Karim. Semoga seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT dan membimbing kita menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Amin ya Rabbal’alamin.
#profyim #idulfitri #takwa #syawal #ramadan
...
Hikmah Ramadan di Balik Peristiwa Bersejarah Dunia
Sejumlah peristiwa bersejarah terjadi di bulan Ramadan. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, misalnya, bertepatan dengan 9 Ramadan 1367 Hijriyah.
Bangsa yang besar dibangun di atas mentalitas dan spiritualitas yang tinggi. Dengan itulah mereka mengatasi persoalan, menghadapi zaman.
Dengan bertakwa, manusia akan merasa dekat dengan Tuhan. Kedekatan dengan Tuhan akan membuat hatinya tenang. Secara mental, hal itu akan memberi kekuatan baginya untuk menaklukkan tantangan. Juga melakukan hal-hal penting baik bagi dirinya maupun lingkungannya.
Karena itulah umat Islam diperintahkan untuk berpuasa dengan tujuan akhir menjadi orang yang bertakwa. Hasil konkretnya: banyak peristiwa penting bagi peradaban umat manusia terjadi di bulan suci Ramadan.
#profyim #tausiyah #sejarah #ramadan #sejarahislam
Hikmah Ramadan di Balik Peristiwa Bersejarah Dunia
Sejumlah peristiwa bersejarah terjadi di bulan Ramadan. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, misalnya, bertepatan dengan 9 Ramadan 1367 Hijriyah.
Bangsa yang besar dibangun di atas mentalitas dan spiritualitas yang tinggi. Dengan itulah mereka mengatasi persoalan, menghadapi zaman.
Dengan bertakwa, manusia akan merasa dekat dengan Tuhan. Kedekatan dengan Tuhan akan membuat hatinya tenang. Secara mental, hal itu akan memberi kekuatan baginya untuk menaklukkan tantangan. Juga melakukan hal-hal penting baik bagi dirinya maupun lingkungannya.
Karena itulah umat Islam diperintahkan untuk berpuasa dengan tujuan akhir menjadi orang yang bertakwa. Hasil konkretnya: banyak peristiwa penting bagi peradaban umat manusia terjadi di bulan suci Ramadan.
#profyim #tausiyah #sejarah #ramadan #sejarahislam
...
Berbuat baik tidak selalu berbuah kebaikan pula. Perbuatan baik terkadang malah mendatangkan masalah dan bikin susah.
Namun begitu, mengapa kita sebaiknya tetap berbuat baik?
Melalui tausiyah khusus Ramadan bertajuk “Kalam Nurani”, Prof. Yusril menjelaskan alasan rasionalnya.
Selamat mengikuti, semoga dapat memperkaya khasanah keislaman kita.
_
#profyim #kalamnurani #tausiyah #ramadan #kebaikan
Berbuat baik tidak selalu berbuah kebaikan pula. Perbuatan baik terkadang malah mendatangkan masalah dan bikin susah.
Namun begitu, mengapa kita sebaiknya tetap berbuat baik?
Melalui tausiyah khusus Ramadan bertajuk “Kalam Nurani”, Prof. Yusril menjelaskan alasan rasionalnya.
Selamat mengikuti, semoga dapat memperkaya khasanah keislaman kita.
_
#profyim #kalamnurani #tausiyah #ramadan #kebaikan
...
Ketua Komite TPPU Yusril Ihza Mahendra: Negara Dapat Merampas Uang Kejahatan Judi Online https://t.co/2rLdrR4Ewp
— Yusril Ihza Mahendra (@Yusrilihza_Mhd) November 4, 2025
Yusril Dorong RUU KUHAP Atur Jangka Waktu Status Tersangka 1 Tahun
— Yusril Ihza Mahendra (@Yusrilihza_Mhd) October 26, 2025
Klik untuk baca: https://t.co/T9Xb8kuJXR


















