“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”
Berita Terkini
PROMOSI DOKTOR FILSAFAT DI UI HARI INI
Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah ‘Azza wa Jalla. Tadi pagi, Kamis (2/7/26) saya telah menjalani Sidang Promosi Doktor dalam bidang Filsafat pada Program Pascasarjana Bidang Ilmu Filsafat, Fakultas Ilmu Budaya UI yang diselenggarakan di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok.
Disertasi yang saya pertahankan berjudul “Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial”. Bagi saya, ini bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan sebuah ikhtiar mendalam untuk terus menggali akar pemikiran seorang tokoh bangsa. Natsir adalah pemikir, filsuf dan pejuang bangsa yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri RI pada tahun 1950-51. Setelah wafat, dia diangkat Presiden SBY menjadi Pahlawan Nasional, sebuah anugerah yang memang amat pantas diterimanya.
Kelancaran perjalanan akademik ini tidak lepas dari bimbingan dan peran luar biasa dari Promotor Prof. Manneke Budiman, S.S., M.A., Ph.D., Kopromotor Dr. Bondan Kanumoyoso, S.S., M. Hum., M.A., serta seluruh tim penguji: Prof. Yon Machmudi, Prof. Komarudin Hidayat, Dr. Fristian Hadinata, Dr. Naupal dan Dr. Ni Luh Gede Saraswati. Terima kasih tak terhingga saya sampaikan kepada istri saya Ibu Rika Tolentino Kato Mahendra atas dorongan dan kesabarannya selama saya menulis disertasi filsafat yang menyita banyak waktu ini.
Apresiasi dan rasa terima kasih juga saya haturkan kepada seluruh sivitas akademika FIB UI, undangan, sahabat, dan rekan-rekan yang telah berkenan hadir langsung memberikan dukungan moral pagi tadi. Terima kasih pula kepada para wartawan yang telah meliput acara promosi doktor di Balai Sidang UI, Depok.
Semoga sumbangsih pemikiran melalui disertasi ini dapat membawa manfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. 🇲🇨✨
#YusrilIhzaMahendra #profyusril #UniversitasIndonesia #FilsafatUI #MohammadNatsir
PROMOSI DOKTOR FILSAFAT DI UI HARI INI
Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah ‘Azza wa Jalla. Tadi pagi, Kamis (2/7/26) saya telah menjalani Sidang Promosi Doktor dalam bidang Filsafat pada Program Pascasarjana Bidang Ilmu Filsafat, Fakultas Ilmu Budaya UI yang diselenggarakan di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok.
Disertasi yang saya pertahankan berjudul “Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial”. Bagi saya, ini bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan sebuah ikhtiar mendalam untuk terus menggali akar pemikiran seorang tokoh bangsa. Natsir adalah pemikir, filsuf dan pejuang bangsa yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri RI pada tahun 1950-51. Setelah wafat, dia diangkat Presiden SBY menjadi Pahlawan Nasional, sebuah anugerah yang memang amat pantas diterimanya.
Kelancaran perjalanan akademik ini tidak lepas dari bimbingan dan peran luar biasa dari Promotor Prof. Manneke Budiman, S.S., M.A., Ph.D., Kopromotor Dr. Bondan Kanumoyoso, S.S., M. Hum., M.A., serta seluruh tim penguji: Prof. Yon Machmudi, Prof. Komarudin Hidayat, Dr. Fristian Hadinata, Dr. Naupal dan Dr. Ni Luh Gede Saraswati. Terima kasih tak terhingga saya sampaikan kepada istri saya Ibu Rika Tolentino Kato Mahendra atas dorongan dan kesabarannya selama saya menulis disertasi filsafat yang menyita banyak waktu ini.
Apresiasi dan rasa terima kasih juga saya haturkan kepada seluruh sivitas akademika FIB UI, undangan, sahabat, dan rekan-rekan yang telah berkenan hadir langsung memberikan dukungan moral pagi tadi. Terima kasih pula kepada para wartawan yang telah meliput acara promosi doktor di Balai Sidang UI, Depok.
Semoga sumbangsih pemikiran melalui disertasi ini dapat membawa manfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. 🇲🇨✨
#YusrilIhzaMahendra #profyusril #UniversitasIndonesia #FilsafatUI #MohammadNatsir
...
Langkah saya kembali tertuju pada kesunyian Karet Bivak, menemui sebuah nama yang tidak pernah selesai saya pelajari: H. Mohammad Natsir. Di sela hari-hari terakhir menjelang ujian disertasi doktor filsafat saya di Universitas Indonesia, video ini merekam sebuah momen pulang—saat seorang murid kembali duduk di hadapan gurunya, melepas sejenak segala atribut akademik.
Bagi saya, membedah pemikiran Pak Natsir tentang Islam, negara, dan demokrasi melalui pendekatan filsafat bukan sekadar mengejar gelar doktoral ketiga. Ini adalah ikhtiar batin untuk merawat ingatan kita bersama bahwa Indonesia pernah dibesarkan oleh gagasan-gagasan yang megah sekaligus teduh.
Lewat momen khidmat ini, kita diingatkan kembali pada warisan terbesar beliau yang melintasi zaman: keteladanan. Sejarah mencatat betapa tajamnya perbedaan sikap politik Pak Natsir dengan para tokoh sezamannya, namun di luar ruang sidang, mereka adalah sahabat erat yang saling menghormati dan duduk bersama demi Indonesia.
Di tengah riuhnya panggung politik hari ini, kesantunan dan kedewasaan berpikir seperti itulah yang sangat kita rindukan. Di depan pusara ini, sebuah pesan sunyi kembali menegaskan: boleh saja kita berbeda pandangan, namun menjaga keutuhan Indonesia adalah kewajiban yang utama.
#YusrilIhzaMahendra #profyusril #mnatsir #filsafat #negarawan
Langkah saya kembali tertuju pada kesunyian Karet Bivak, menemui sebuah nama yang tidak pernah selesai saya pelajari: H. Mohammad Natsir. Di sela hari-hari terakhir menjelang ujian disertasi doktor filsafat saya di Universitas Indonesia, video ini merekam sebuah momen pulang—saat seorang murid kembali duduk di hadapan gurunya, melepas sejenak segala atribut akademik.
Bagi saya, membedah pemikiran Pak Natsir tentang Islam, negara, dan demokrasi melalui pendekatan filsafat bukan sekadar mengejar gelar doktoral ketiga. Ini adalah ikhtiar batin untuk merawat ingatan kita bersama bahwa Indonesia pernah dibesarkan oleh gagasan-gagasan yang megah sekaligus teduh.
Lewat momen khidmat ini, kita diingatkan kembali pada warisan terbesar beliau yang melintasi zaman: keteladanan. Sejarah mencatat betapa tajamnya perbedaan sikap politik Pak Natsir dengan para tokoh sezamannya, namun di luar ruang sidang, mereka adalah sahabat erat yang saling menghormati dan duduk bersama demi Indonesia.
Di tengah riuhnya panggung politik hari ini, kesantunan dan kedewasaan berpikir seperti itulah yang sangat kita rindukan. Di depan pusara ini, sebuah pesan sunyi kembali menegaskan: boleh saja kita berbeda pandangan, namun menjaga keutuhan Indonesia adalah kewajiban yang utama.
#YusrilIhzaMahendra #profyusril #mnatsir #filsafat #negarawan
...
Menjelang ujian doktor ilmu filsafat di Universitas Indonesia, saya menyempatkan diri berziarah ke makam Pak Natsir di Karet Bivak, Jakarta Pusat. Ziarah ini adalah perjalanan spiritual dan intelektual—menemui kembali sosok guru politik yang membentuk cara berpikir saya.
Melalui disertasi “Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial”, saya mencoba membedah pemikiran mendalam beliau.
Natsir adalah bukti nyata bahwa Islam dan demokrasi bisa berjalan beriringan demi keutuhan bangsa. Warisan terbesar beliau bukan hanya ide besar, tapi keteladanan. Beliau bisa berbeda pandangan politik secara tajam dengan tokoh lain, namun tetap saling menghormati dan duduk bersama demi Indonesia.
Politik hari ini butuh integritas dan kedewasaan seperti itu. Berbeda pandangan itu niscaya, menjaga Indonesia adalah kewajiban utama.
#yusrilihzamahendra #profyusril #mnatsir #filsafat #negarawan
Menjelang ujian doktor ilmu filsafat di Universitas Indonesia, saya menyempatkan diri berziarah ke makam Pak Natsir di Karet Bivak, Jakarta Pusat. Ziarah ini adalah perjalanan spiritual dan intelektual—menemui kembali sosok guru politik yang membentuk cara berpikir saya.
Melalui disertasi “Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial”, saya mencoba membedah pemikiran mendalam beliau.
Natsir adalah bukti nyata bahwa Islam dan demokrasi bisa berjalan beriringan demi keutuhan bangsa. Warisan terbesar beliau bukan hanya ide besar, tapi keteladanan. Beliau bisa berbeda pandangan politik secara tajam dengan tokoh lain, namun tetap saling menghormati dan duduk bersama demi Indonesia.
Politik hari ini butuh integritas dan kedewasaan seperti itu. Berbeda pandangan itu niscaya, menjaga Indonesia adalah kewajiban utama.
#yusrilihzamahendra #profyusril #mnatsir #filsafat #negarawan
...
Sebuah kehormatan dapat kembali bertukar pikiran dengan sahabat lama, Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato’ Seri Utama Haji Anwar Ibrahim ( @anwaribrahim_my ), di Bangunan Perdana Putra, Putrajaya. Pertemuan ini terasa kian produktif dengan kehadiran Menteri Dalam Negeri Malaysia, YB Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail ( @saifnasution_ ).
Hubungan saya dengan PM Anwar Ibrahim telah teruji oleh waktu selama puluhan tahun. Berangkat dari kedekatan historis tersebut, diskusi kami berlangsung sangat terbuka dan mendalam. Salah satu agenda krusial yang kami bahas adalah komitmen bersama dalam penanganan dan penyelesaian masalah narapidana warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia, begitu pula sebaliknya bagi warga negara Malaysia di Indonesia. Langkah ini penting demi pemenuhan hak, kepastian hukum, dan aspek kemanusiaan bagi warga negara kedua belah pihak.
Terima kasih atas sambutan yang amat hangat dan diskusi yang sangat solutif ini, Dato’ Seri Utama dan Datuk Seri Saifuddin. Indonesia dan Malaysia akan terus berjalan beriringan sebagai jiran serumpun yang saling menguatkan. 🇲🇨🤝🇲🇾
#yusrilihzamahendra #profyim #anwaribrahim #indonesiamalaysia #hubunganbilateral
Sebuah kehormatan dapat kembali bertukar pikiran dengan sahabat lama, Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato’ Seri Utama Haji Anwar Ibrahim ( @anwaribrahim_my ), di Bangunan Perdana Putra, Putrajaya. Pertemuan ini terasa kian produktif dengan kehadiran Menteri Dalam Negeri Malaysia, YB Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail ( @saifnasution_ ).
Hubungan saya dengan PM Anwar Ibrahim telah teruji oleh waktu selama puluhan tahun. Berangkat dari kedekatan historis tersebut, diskusi kami berlangsung sangat terbuka dan mendalam. Salah satu agenda krusial yang kami bahas adalah komitmen bersama dalam penanganan dan penyelesaian masalah narapidana warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia, begitu pula sebaliknya bagi warga negara Malaysia di Indonesia. Langkah ini penting demi pemenuhan hak, kepastian hukum, dan aspek kemanusiaan bagi warga negara kedua belah pihak.
Terima kasih atas sambutan yang amat hangat dan diskusi yang sangat solutif ini, Dato’ Seri Utama dan Datuk Seri Saifuddin. Indonesia dan Malaysia akan terus berjalan beriringan sebagai jiran serumpun yang saling menguatkan. 🇲🇨🤝🇲🇾
#yusrilihzamahendra #profyim #anwaribrahim #indonesiamalaysia #hubunganbilateral
...
Kehormatan besar bagi saya dan keluarga memenuhi undangan jamuan makan malam “Bersempena Meraikan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra” yang diselenggarakan oleh Tengku Temenggong Kelantan, YBM Tengku Tan Sri Dato’ Haji Mohamad Rizam Bin Tengku Abdul Aziz beserta istri, Tunku Puan Sri Dato` Hajah Noor Hayati binti Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj di Kota Bharu, Kamis (25/6).
Di tengah suasana perjamuan yang begitu akrab dan penuh khidmat, kami berbincang banyak hal. Lebih dari sekadar pertemuan formal, malam itu terasa seperti silaturahmi keluarga besar. Kehadiran istri saya, Rika, bersama anak-anak—Yuri (bersama Natalie), Ishmael, dan Anissa—melengkapi kehangatan malam di Kelantan.
Pertemuan ini menjadi pengingat eratnya ikatan batin antarkedua bangsa. Indonesia dan Malaysia bukan hanya tetangga secara geografis, melainkan saudara serumpun yang disatukan oleh sejarah, budaya, dan rasa saling menghormati yang mendalam. Kebersamaan seperti inilah yang terus merawat fondasi persaudaraan kokoh di Nusantara.
Terima kasih yang tak terhingga atas keramahtamahan dan sambutan yang begitu mulia dari keluarga YBM Tengku Tan Sri Dato’ Haji Mohamad Rizam. Moga hubungan silaturahmi ini berkekalan. 🇲🇨🤝🇲🇾
Kehormatan besar bagi saya dan keluarga memenuhi undangan jamuan makan malam “Bersempena Meraikan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra” yang diselenggarakan oleh Tengku Temenggong Kelantan, YBM Tengku Tan Sri Dato’ Haji Mohamad Rizam Bin Tengku Abdul Aziz beserta istri, Tunku Puan Sri Dato` Hajah Noor Hayati binti Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj di Kota Bharu, Kamis (25/6).
Di tengah suasana perjamuan yang begitu akrab dan penuh khidmat, kami berbincang banyak hal. Lebih dari sekadar pertemuan formal, malam itu terasa seperti silaturahmi keluarga besar. Kehadiran istri saya, Rika, bersama anak-anak—Yuri (bersama Natalie), Ishmael, dan Anissa—melengkapi kehangatan malam di Kelantan.
Pertemuan ini menjadi pengingat eratnya ikatan batin antarkedua bangsa. Indonesia dan Malaysia bukan hanya tetangga secara geografis, melainkan saudara serumpun yang disatukan oleh sejarah, budaya, dan rasa saling menghormati yang mendalam. Kebersamaan seperti inilah yang terus merawat fondasi persaudaraan kokoh di Nusantara.
Terima kasih yang tak terhingga atas keramahtamahan dan sambutan yang begitu mulia dari keluarga YBM Tengku Tan Sri Dato’ Haji Mohamad Rizam. Moga hubungan silaturahmi ini berkekalan. 🇲🇨🤝🇲🇾
...
Dalam rangka pertemuan bilateral dengan Pemerintah Malaysia, kami menyempatkan untuk bersilaturrahim dengan kerabat Kesultanan Kelantan di Kota Bharu. Pertemuan silaturrahim itu dihadiri oleh Tengku Temenggong Kelantan: YBM Tengku Tan Sri Dato’ Haji Mohamad Rizam bin Tengku Abdul Aziz. Beliau juga merangkap Yang Dipertua Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan (MAIK) Negeri Kelantan. Beliau hadir didampingi isteri beliau YM Tunku Puan Sri Dato` Hajah Noor Hayati binti Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, beserta para pejabat kesultanan. Sementara saya hadir bersama isteri saya Rika Kato Mahendra beserta anak-anak dan menantu. Kunjungan silaturrahim dan bersifat informal ini sangat penting untuk mempererat tali persahabatan dan kekeluargaan antara Indonesia dengan Malaysia.
Dalam rangka pertemuan bilateral dengan Pemerintah Malaysia, kami menyempatkan untuk bersilaturrahim dengan kerabat Kesultanan Kelantan di Kota Bharu. Pertemuan silaturrahim itu dihadiri oleh Tengku Temenggong Kelantan: YBM Tengku Tan Sri Dato’ Haji Mohamad Rizam bin Tengku Abdul Aziz. Beliau juga merangkap Yang Dipertua Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan (MAIK) Negeri Kelantan. Beliau hadir didampingi isteri beliau YM Tunku Puan Sri Dato` Hajah Noor Hayati binti Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, beserta para pejabat kesultanan. Sementara saya hadir bersama isteri saya Rika Kato Mahendra beserta anak-anak dan menantu. Kunjungan silaturrahim dan bersifat informal ini sangat penting untuk mempererat tali persahabatan dan kekeluargaan antara Indonesia dengan Malaysia. ...
Hari Jum`at 26 Juni 2026 bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1447 saya berkesempatan menunaikan shalat Jum`at di Mesjid Muhammadi, Mesjid Negeri Kelantan, Malaysia. Di Kelantan, hari Jum`at adalah hari libur mingguan. Ibukota Kelantan, Kota Bharu, terasa sepi. Namun jamaah Jum`at tetap penuh. Hadir menunaikan Shalat Jum`at adalah Tengku Temenggung Kelantan Tengku Muhammad Rizam bin Tengku Abdul Aziz Mufti Besar Kelantan Sahihus Samahah Dato` Kaya Perba Dato` Haji Mohamad Shukri bin Mohamad, para ulama dan tokoh masyarakat. Mesjid Muhammadi didirikan pada tahun 1923 menggunakan arsitektur Melayu, Arab dan Eropa..
Hari Jum`at 26 Juni 2026 bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1447 saya berkesempatan menunaikan shalat Jum`at di Mesjid Muhammadi, Mesjid Negeri Kelantan, Malaysia. Di Kelantan, hari Jum`at adalah hari libur mingguan. Ibukota Kelantan, Kota Bharu, terasa sepi. Namun jamaah Jum`at tetap penuh. Hadir menunaikan Shalat Jum`at adalah Tengku Temenggung Kelantan Tengku Muhammad Rizam bin Tengku Abdul Aziz Mufti Besar Kelantan Sahihus Samahah Dato` Kaya Perba Dato` Haji Mohamad Shukri bin Mohamad, para ulama dan tokoh masyarakat. Mesjid Muhammadi didirikan pada tahun 1923 menggunakan arsitektur Melayu, Arab dan Eropa.. ...
HOTEL KRESNA DI WONOSOBO
Memanfaatkan hari libur 1 Muharram 1447 Hijriah kami sekeluarga mengunjungi Wonosobo dan Dieng di Jawa Tengah. Kami naik kereta api dari Jakarta ke Purwokerto sekitar 5 jam, dilanjutkan naik mobil ke Wonosobo sekitar 2 jam. Dari Wonosobo ke Dieng naik mobil lagi sekitar 1.5 jam. Walau lama, perjalanan ini menyenangkan.
Kami sengaja nginap di hotel legendaris dan heritage di Wonosobo, Kresna Hotel. Aslinya hotel ini bernama Grand Dieng Hotel didirikan oleh pengusaha Belanda J.W. Muthert di atas lahan bekas sanatorium pada tahun 1917. Kini berada di pusat kota Wonosobo. Sebagian besar bangunan hotel ini masih asli karena dilindungi UU Cagar Budaya.
Gubernur Jenderal Hindia Belanda, mungkin De Graaf, dan Presiden Soekarno pernah nginap di hotel ini. Desas desus bilang, maha bintang film Charlie Chaplin konon pernah nginap di hotel ini tahun 1926 dalam rangka promosi film buatannya di Hindia Belanda dan Australia.
Walau terasa antik dan kuno, sebagai sebuah hotel heritage, bagi kami hotel berstatus bintang 4 ini tetap menyenangkan untuk menginap...
HOTEL KRESNA DI WONOSOBO
Memanfaatkan hari libur 1 Muharram 1447 Hijriah kami sekeluarga mengunjungi Wonosobo dan Dieng di Jawa Tengah. Kami naik kereta api dari Jakarta ke Purwokerto sekitar 5 jam, dilanjutkan naik mobil ke Wonosobo sekitar 2 jam. Dari Wonosobo ke Dieng naik mobil lagi sekitar 1.5 jam. Walau lama, perjalanan ini menyenangkan.
Kami sengaja nginap di hotel legendaris dan heritage di Wonosobo, Kresna Hotel. Aslinya hotel ini bernama Grand Dieng Hotel didirikan oleh pengusaha Belanda J.W. Muthert di atas lahan bekas sanatorium pada tahun 1917. Kini berada di pusat kota Wonosobo. Sebagian besar bangunan hotel ini masih asli karena dilindungi UU Cagar Budaya.
Gubernur Jenderal Hindia Belanda, mungkin De Graaf, dan Presiden Soekarno pernah nginap di hotel ini. Desas desus bilang, maha bintang film Charlie Chaplin konon pernah nginap di hotel ini tahun 1926 dalam rangka promosi film buatannya di Hindia Belanda dan Australia.
Walau terasa antik dan kuno, sebagai sebuah hotel heritage, bagi kami hotel berstatus bintang 4 ini tetap menyenangkan untuk menginap...
...
PROMOSI DOKTOR FILSAFAT DI UI HARI INI
Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah ‘Azza wa Jalla. Tadi pagi, Kamis (2/7/26) saya telah menjalani Sidang Promosi Doktor dalam bidang Filsafat pada Program Pascasarjana Bidang Ilmu Filsafat, Fakultas Ilmu Budaya UI yang diselenggarakan di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok.
Disertasi yang saya pertahankan berjudul “Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial”. Bagi saya, ini bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan sebuah ikhtiar mendalam untuk terus menggali akar pemikiran seorang tokoh bangsa. Natsir adalah pemikir, filsuf dan pejuang bangsa yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri RI pada tahun 1950-51. Setelah wafat, dia diangkat Presiden SBY menjadi Pahlawan Nasional, sebuah anugerah yang memang amat pantas diterimanya.
Kelancaran perjalanan akademik ini tidak lepas dari bimbingan dan peran luar biasa dari Promotor Prof. Manneke Budiman, S.S., M.A., Ph.D., Kopromotor Dr. Bondan Kanumoyoso, S.S., M. Hum., M.A., serta seluruh tim penguji: Prof. Yon Machmudi, Prof. Komarudin Hidayat, Dr. Fristian Hadinata, Dr. Naupal dan Dr. Ni Luh Gede Saraswati. Terima kasih tak terhingga saya sampaikan kepada istri saya Ibu Rika Tolentino Kato Mahendra atas dorongan dan kesabarannya selama saya menulis disertasi filsafat yang menyita banyak waktu ini.
Apresiasi dan rasa terima kasih juga saya haturkan kepada seluruh sivitas akademika FIB UI, undangan, sahabat, dan rekan-rekan yang telah berkenan hadir langsung memberikan dukungan moral pagi tadi. Terima kasih pula kepada para wartawan yang telah meliput acara promosi doktor di Balai Sidang UI, Depok.
Semoga sumbangsih pemikiran melalui disertasi ini dapat membawa manfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. 🇲🇨✨
#YusrilIhzaMahendra #profyusril #UniversitasIndonesia #FilsafatUI #MohammadNatsir
PROMOSI DOKTOR FILSAFAT DI UI HARI INI
Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah ‘Azza wa Jalla. Tadi pagi, Kamis (2/7/26) saya telah menjalani Sidang Promosi Doktor dalam bidang Filsafat pada Program Pascasarjana Bidang Ilmu Filsafat, Fakultas Ilmu Budaya UI yang diselenggarakan di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok.
Disertasi yang saya pertahankan berjudul “Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial”. Bagi saya, ini bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan sebuah ikhtiar mendalam untuk terus menggali akar pemikiran seorang tokoh bangsa. Natsir adalah pemikir, filsuf dan pejuang bangsa yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri RI pada tahun 1950-51. Setelah wafat, dia diangkat Presiden SBY menjadi Pahlawan Nasional, sebuah anugerah yang memang amat pantas diterimanya.
Kelancaran perjalanan akademik ini tidak lepas dari bimbingan dan peran luar biasa dari Promotor Prof. Manneke Budiman, S.S., M.A., Ph.D., Kopromotor Dr. Bondan Kanumoyoso, S.S., M. Hum., M.A., serta seluruh tim penguji: Prof. Yon Machmudi, Prof. Komarudin Hidayat, Dr. Fristian Hadinata, Dr. Naupal dan Dr. Ni Luh Gede Saraswati. Terima kasih tak terhingga saya sampaikan kepada istri saya Ibu Rika Tolentino Kato Mahendra atas dorongan dan kesabarannya selama saya menulis disertasi filsafat yang menyita banyak waktu ini.
Apresiasi dan rasa terima kasih juga saya haturkan kepada seluruh sivitas akademika FIB UI, undangan, sahabat, dan rekan-rekan yang telah berkenan hadir langsung memberikan dukungan moral pagi tadi. Terima kasih pula kepada para wartawan yang telah meliput acara promosi doktor di Balai Sidang UI, Depok.
Semoga sumbangsih pemikiran melalui disertasi ini dapat membawa manfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. 🇲🇨✨
#YusrilIhzaMahendra #profyusril #UniversitasIndonesia #FilsafatUI #MohammadNatsir
...
Langkah saya kembali tertuju pada kesunyian Karet Bivak, menemui sebuah nama yang tidak pernah selesai saya pelajari: H. Mohammad Natsir. Di sela hari-hari terakhir menjelang ujian disertasi doktor filsafat saya di Universitas Indonesia, video ini merekam sebuah momen pulang—saat seorang murid kembali duduk di hadapan gurunya, melepas sejenak segala atribut akademik.
Bagi saya, membedah pemikiran Pak Natsir tentang Islam, negara, dan demokrasi melalui pendekatan filsafat bukan sekadar mengejar gelar doktoral ketiga. Ini adalah ikhtiar batin untuk merawat ingatan kita bersama bahwa Indonesia pernah dibesarkan oleh gagasan-gagasan yang megah sekaligus teduh.
Lewat momen khidmat ini, kita diingatkan kembali pada warisan terbesar beliau yang melintasi zaman: keteladanan. Sejarah mencatat betapa tajamnya perbedaan sikap politik Pak Natsir dengan para tokoh sezamannya, namun di luar ruang sidang, mereka adalah sahabat erat yang saling menghormati dan duduk bersama demi Indonesia.
Di tengah riuhnya panggung politik hari ini, kesantunan dan kedewasaan berpikir seperti itulah yang sangat kita rindukan. Di depan pusara ini, sebuah pesan sunyi kembali menegaskan: boleh saja kita berbeda pandangan, namun menjaga keutuhan Indonesia adalah kewajiban yang utama.
#YusrilIhzaMahendra #profyusril #mnatsir #filsafat #negarawan
Langkah saya kembali tertuju pada kesunyian Karet Bivak, menemui sebuah nama yang tidak pernah selesai saya pelajari: H. Mohammad Natsir. Di sela hari-hari terakhir menjelang ujian disertasi doktor filsafat saya di Universitas Indonesia, video ini merekam sebuah momen pulang—saat seorang murid kembali duduk di hadapan gurunya, melepas sejenak segala atribut akademik.
Bagi saya, membedah pemikiran Pak Natsir tentang Islam, negara, dan demokrasi melalui pendekatan filsafat bukan sekadar mengejar gelar doktoral ketiga. Ini adalah ikhtiar batin untuk merawat ingatan kita bersama bahwa Indonesia pernah dibesarkan oleh gagasan-gagasan yang megah sekaligus teduh.
Lewat momen khidmat ini, kita diingatkan kembali pada warisan terbesar beliau yang melintasi zaman: keteladanan. Sejarah mencatat betapa tajamnya perbedaan sikap politik Pak Natsir dengan para tokoh sezamannya, namun di luar ruang sidang, mereka adalah sahabat erat yang saling menghormati dan duduk bersama demi Indonesia.
Di tengah riuhnya panggung politik hari ini, kesantunan dan kedewasaan berpikir seperti itulah yang sangat kita rindukan. Di depan pusara ini, sebuah pesan sunyi kembali menegaskan: boleh saja kita berbeda pandangan, namun menjaga keutuhan Indonesia adalah kewajiban yang utama.
#YusrilIhzaMahendra #profyusril #mnatsir #filsafat #negarawan
...
Menjelang ujian doktor ilmu filsafat di Universitas Indonesia, saya menyempatkan diri berziarah ke makam Pak Natsir di Karet Bivak, Jakarta Pusat. Ziarah ini adalah perjalanan spiritual dan intelektual—menemui kembali sosok guru politik yang membentuk cara berpikir saya.
Melalui disertasi “Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial”, saya mencoba membedah pemikiran mendalam beliau.
Natsir adalah bukti nyata bahwa Islam dan demokrasi bisa berjalan beriringan demi keutuhan bangsa. Warisan terbesar beliau bukan hanya ide besar, tapi keteladanan. Beliau bisa berbeda pandangan politik secara tajam dengan tokoh lain, namun tetap saling menghormati dan duduk bersama demi Indonesia.
Politik hari ini butuh integritas dan kedewasaan seperti itu. Berbeda pandangan itu niscaya, menjaga Indonesia adalah kewajiban utama.
#yusrilihzamahendra #profyusril #mnatsir #filsafat #negarawan
Menjelang ujian doktor ilmu filsafat di Universitas Indonesia, saya menyempatkan diri berziarah ke makam Pak Natsir di Karet Bivak, Jakarta Pusat. Ziarah ini adalah perjalanan spiritual dan intelektual—menemui kembali sosok guru politik yang membentuk cara berpikir saya.
Melalui disertasi “Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial”, saya mencoba membedah pemikiran mendalam beliau.
Natsir adalah bukti nyata bahwa Islam dan demokrasi bisa berjalan beriringan demi keutuhan bangsa. Warisan terbesar beliau bukan hanya ide besar, tapi keteladanan. Beliau bisa berbeda pandangan politik secara tajam dengan tokoh lain, namun tetap saling menghormati dan duduk bersama demi Indonesia.
Politik hari ini butuh integritas dan kedewasaan seperti itu. Berbeda pandangan itu niscaya, menjaga Indonesia adalah kewajiban utama.
#yusrilihzamahendra #profyusril #mnatsir #filsafat #negarawan
...
Sebuah kehormatan dapat kembali bertukar pikiran dengan sahabat lama, Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato’ Seri Utama Haji Anwar Ibrahim ( @anwaribrahim_my ), di Bangunan Perdana Putra, Putrajaya. Pertemuan ini terasa kian produktif dengan kehadiran Menteri Dalam Negeri Malaysia, YB Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail ( @saifnasution_ ).
Hubungan saya dengan PM Anwar Ibrahim telah teruji oleh waktu selama puluhan tahun. Berangkat dari kedekatan historis tersebut, diskusi kami berlangsung sangat terbuka dan mendalam. Salah satu agenda krusial yang kami bahas adalah komitmen bersama dalam penanganan dan penyelesaian masalah narapidana warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia, begitu pula sebaliknya bagi warga negara Malaysia di Indonesia. Langkah ini penting demi pemenuhan hak, kepastian hukum, dan aspek kemanusiaan bagi warga negara kedua belah pihak.
Terima kasih atas sambutan yang amat hangat dan diskusi yang sangat solutif ini, Dato’ Seri Utama dan Datuk Seri Saifuddin. Indonesia dan Malaysia akan terus berjalan beriringan sebagai jiran serumpun yang saling menguatkan. 🇲🇨🤝🇲🇾
#yusrilihzamahendra #profyim #anwaribrahim #indonesiamalaysia #hubunganbilateral
Sebuah kehormatan dapat kembali bertukar pikiran dengan sahabat lama, Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato’ Seri Utama Haji Anwar Ibrahim ( @anwaribrahim_my ), di Bangunan Perdana Putra, Putrajaya. Pertemuan ini terasa kian produktif dengan kehadiran Menteri Dalam Negeri Malaysia, YB Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail ( @saifnasution_ ).
Hubungan saya dengan PM Anwar Ibrahim telah teruji oleh waktu selama puluhan tahun. Berangkat dari kedekatan historis tersebut, diskusi kami berlangsung sangat terbuka dan mendalam. Salah satu agenda krusial yang kami bahas adalah komitmen bersama dalam penanganan dan penyelesaian masalah narapidana warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia, begitu pula sebaliknya bagi warga negara Malaysia di Indonesia. Langkah ini penting demi pemenuhan hak, kepastian hukum, dan aspek kemanusiaan bagi warga negara kedua belah pihak.
Terima kasih atas sambutan yang amat hangat dan diskusi yang sangat solutif ini, Dato’ Seri Utama dan Datuk Seri Saifuddin. Indonesia dan Malaysia akan terus berjalan beriringan sebagai jiran serumpun yang saling menguatkan. 🇲🇨🤝🇲🇾
#yusrilihzamahendra #profyim #anwaribrahim #indonesiamalaysia #hubunganbilateral
...
Kehormatan besar bagi saya dan keluarga memenuhi undangan jamuan makan malam “Bersempena Meraikan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra” yang diselenggarakan oleh Tengku Temenggong Kelantan, YBM Tengku Tan Sri Dato’ Haji Mohamad Rizam Bin Tengku Abdul Aziz beserta istri, Tunku Puan Sri Dato` Hajah Noor Hayati binti Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj di Kota Bharu, Kamis (25/6).
Di tengah suasana perjamuan yang begitu akrab dan penuh khidmat, kami berbincang banyak hal. Lebih dari sekadar pertemuan formal, malam itu terasa seperti silaturahmi keluarga besar. Kehadiran istri saya, Rika, bersama anak-anak—Yuri (bersama Natalie), Ishmael, dan Anissa—melengkapi kehangatan malam di Kelantan.
Pertemuan ini menjadi pengingat eratnya ikatan batin antarkedua bangsa. Indonesia dan Malaysia bukan hanya tetangga secara geografis, melainkan saudara serumpun yang disatukan oleh sejarah, budaya, dan rasa saling menghormati yang mendalam. Kebersamaan seperti inilah yang terus merawat fondasi persaudaraan kokoh di Nusantara.
Terima kasih yang tak terhingga atas keramahtamahan dan sambutan yang begitu mulia dari keluarga YBM Tengku Tan Sri Dato’ Haji Mohamad Rizam. Moga hubungan silaturahmi ini berkekalan. 🇲🇨🤝🇲🇾
Kehormatan besar bagi saya dan keluarga memenuhi undangan jamuan makan malam “Bersempena Meraikan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra” yang diselenggarakan oleh Tengku Temenggong Kelantan, YBM Tengku Tan Sri Dato’ Haji Mohamad Rizam Bin Tengku Abdul Aziz beserta istri, Tunku Puan Sri Dato` Hajah Noor Hayati binti Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj di Kota Bharu, Kamis (25/6).
Di tengah suasana perjamuan yang begitu akrab dan penuh khidmat, kami berbincang banyak hal. Lebih dari sekadar pertemuan formal, malam itu terasa seperti silaturahmi keluarga besar. Kehadiran istri saya, Rika, bersama anak-anak—Yuri (bersama Natalie), Ishmael, dan Anissa—melengkapi kehangatan malam di Kelantan.
Pertemuan ini menjadi pengingat eratnya ikatan batin antarkedua bangsa. Indonesia dan Malaysia bukan hanya tetangga secara geografis, melainkan saudara serumpun yang disatukan oleh sejarah, budaya, dan rasa saling menghormati yang mendalam. Kebersamaan seperti inilah yang terus merawat fondasi persaudaraan kokoh di Nusantara.
Terima kasih yang tak terhingga atas keramahtamahan dan sambutan yang begitu mulia dari keluarga YBM Tengku Tan Sri Dato’ Haji Mohamad Rizam. Moga hubungan silaturahmi ini berkekalan. 🇲🇨🤝🇲🇾
...
Dalam rangka pertemuan bilateral dengan Pemerintah Malaysia, kami menyempatkan untuk bersilaturrahim dengan kerabat Kesultanan Kelantan di Kota Bharu. Pertemuan silaturrahim itu dihadiri oleh Tengku Temenggong Kelantan: YBM Tengku Tan Sri Dato’ Haji Mohamad Rizam bin Tengku Abdul Aziz. Beliau juga merangkap Yang Dipertua Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan (MAIK) Negeri Kelantan. Beliau hadir didampingi isteri beliau YM Tunku Puan Sri Dato` Hajah Noor Hayati binti Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, beserta para pejabat kesultanan. Sementara saya hadir bersama isteri saya Rika Kato Mahendra beserta anak-anak dan menantu. Kunjungan silaturrahim dan bersifat informal ini sangat penting untuk mempererat tali persahabatan dan kekeluargaan antara Indonesia dengan Malaysia.
Dalam rangka pertemuan bilateral dengan Pemerintah Malaysia, kami menyempatkan untuk bersilaturrahim dengan kerabat Kesultanan Kelantan di Kota Bharu. Pertemuan silaturrahim itu dihadiri oleh Tengku Temenggong Kelantan: YBM Tengku Tan Sri Dato’ Haji Mohamad Rizam bin Tengku Abdul Aziz. Beliau juga merangkap Yang Dipertua Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan (MAIK) Negeri Kelantan. Beliau hadir didampingi isteri beliau YM Tunku Puan Sri Dato` Hajah Noor Hayati binti Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, beserta para pejabat kesultanan. Sementara saya hadir bersama isteri saya Rika Kato Mahendra beserta anak-anak dan menantu. Kunjungan silaturrahim dan bersifat informal ini sangat penting untuk mempererat tali persahabatan dan kekeluargaan antara Indonesia dengan Malaysia. ...
Hari Jum`at 26 Juni 2026 bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1447 saya berkesempatan menunaikan shalat Jum`at di Mesjid Muhammadi, Mesjid Negeri Kelantan, Malaysia. Di Kelantan, hari Jum`at adalah hari libur mingguan. Ibukota Kelantan, Kota Bharu, terasa sepi. Namun jamaah Jum`at tetap penuh. Hadir menunaikan Shalat Jum`at adalah Tengku Temenggung Kelantan Tengku Muhammad Rizam bin Tengku Abdul Aziz Mufti Besar Kelantan Sahihus Samahah Dato` Kaya Perba Dato` Haji Mohamad Shukri bin Mohamad, para ulama dan tokoh masyarakat. Mesjid Muhammadi didirikan pada tahun 1923 menggunakan arsitektur Melayu, Arab dan Eropa..
Hari Jum`at 26 Juni 2026 bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1447 saya berkesempatan menunaikan shalat Jum`at di Mesjid Muhammadi, Mesjid Negeri Kelantan, Malaysia. Di Kelantan, hari Jum`at adalah hari libur mingguan. Ibukota Kelantan, Kota Bharu, terasa sepi. Namun jamaah Jum`at tetap penuh. Hadir menunaikan Shalat Jum`at adalah Tengku Temenggung Kelantan Tengku Muhammad Rizam bin Tengku Abdul Aziz Mufti Besar Kelantan Sahihus Samahah Dato` Kaya Perba Dato` Haji Mohamad Shukri bin Mohamad, para ulama dan tokoh masyarakat. Mesjid Muhammadi didirikan pada tahun 1923 menggunakan arsitektur Melayu, Arab dan Eropa.. ...
HOTEL KRESNA DI WONOSOBO
Memanfaatkan hari libur 1 Muharram 1447 Hijriah kami sekeluarga mengunjungi Wonosobo dan Dieng di Jawa Tengah. Kami naik kereta api dari Jakarta ke Purwokerto sekitar 5 jam, dilanjutkan naik mobil ke Wonosobo sekitar 2 jam. Dari Wonosobo ke Dieng naik mobil lagi sekitar 1.5 jam. Walau lama, perjalanan ini menyenangkan.
Kami sengaja nginap di hotel legendaris dan heritage di Wonosobo, Kresna Hotel. Aslinya hotel ini bernama Grand Dieng Hotel didirikan oleh pengusaha Belanda J.W. Muthert di atas lahan bekas sanatorium pada tahun 1917. Kini berada di pusat kota Wonosobo. Sebagian besar bangunan hotel ini masih asli karena dilindungi UU Cagar Budaya.
Gubernur Jenderal Hindia Belanda, mungkin De Graaf, dan Presiden Soekarno pernah nginap di hotel ini. Desas desus bilang, maha bintang film Charlie Chaplin konon pernah nginap di hotel ini tahun 1926 dalam rangka promosi film buatannya di Hindia Belanda dan Australia.
Walau terasa antik dan kuno, sebagai sebuah hotel heritage, bagi kami hotel berstatus bintang 4 ini tetap menyenangkan untuk menginap...
HOTEL KRESNA DI WONOSOBO
Memanfaatkan hari libur 1 Muharram 1447 Hijriah kami sekeluarga mengunjungi Wonosobo dan Dieng di Jawa Tengah. Kami naik kereta api dari Jakarta ke Purwokerto sekitar 5 jam, dilanjutkan naik mobil ke Wonosobo sekitar 2 jam. Dari Wonosobo ke Dieng naik mobil lagi sekitar 1.5 jam. Walau lama, perjalanan ini menyenangkan.
Kami sengaja nginap di hotel legendaris dan heritage di Wonosobo, Kresna Hotel. Aslinya hotel ini bernama Grand Dieng Hotel didirikan oleh pengusaha Belanda J.W. Muthert di atas lahan bekas sanatorium pada tahun 1917. Kini berada di pusat kota Wonosobo. Sebagian besar bangunan hotel ini masih asli karena dilindungi UU Cagar Budaya.
Gubernur Jenderal Hindia Belanda, mungkin De Graaf, dan Presiden Soekarno pernah nginap di hotel ini. Desas desus bilang, maha bintang film Charlie Chaplin konon pernah nginap di hotel ini tahun 1926 dalam rangka promosi film buatannya di Hindia Belanda dan Australia.
Walau terasa antik dan kuno, sebagai sebuah hotel heritage, bagi kami hotel berstatus bintang 4 ini tetap menyenangkan untuk menginap...
...
Ketua Komite TPPU Yusril Ihza Mahendra: Negara Dapat Merampas Uang Kejahatan Judi Online https://t.co/2rLdrR4Ewp
— Yusril Ihza Mahendra (@Yusrilihza_Mhd) November 4, 2025
Yusril Dorong RUU KUHAP Atur Jangka Waktu Status Tersangka 1 Tahun
— Yusril Ihza Mahendra (@Yusrilihza_Mhd) October 26, 2025
Klik untuk baca: https://t.co/T9Xb8kuJXR


















