KENANG-KENANGAN DI MASA KECIL (BAGIAN II)

Temannya yang lain, Saleh Norman namanya, meneruskan karier militernya sampai berpangkat Brigjen, dan pernah menjadi Direktur PT Pindad. Saya pernah bertemu dengan beliau, ketika telah pensiun dan tinggal di Tasikmalaya. Anak beliau, Nanang Setiawan namanya, teman saya kuliah di Fakultas Hukum. Bapaknya menanyakan saya, karena Nanang bercerita kepada beliau ada temannya berasal dari Belitung. Ternyata, Saleh Norman itu teman ayah saya bermain sepak bola di masa muda dan sama-sama latihan militer di zaman Jepang. Ketika saya datang ke rumah beliau di Tasikmalaya, beliau nampak sangat bersuka-cita. Beliau sengaja menangkap ikan mas yang besar ukurannya di kolam belakang rumahnya dan memasaknya. Katanya, itu adalah gangan ikan model Belitung. Namun, di lidah saya, rasanya sudah campur-aduk masakan Sunda. Saya hanya tertawa dan menikmati gulai ikan mas yang besar itu.

Telah puluhan tahun Brigjen (Purn) Saleh Norman tak pernah kembali ke Belitung. Nampak sekali ada kerinduan beliau akan tempat kelahirannya itu ketika beliau bercerita. Beliau berkisah tentang persahabatannya dengan ayah saya, dan juga paman-paman saya. Rupanya beliau tinggal berdekatan dengan rumah keluarga kakek saya di Kampung Lalang. Dengan bangga beliau memperlihatkan kepada saya sebuah dayung (bahasa Belitung menyebutnya pengayo) perahu (katir) tradisional Belitung, disertai sejumlah peralatan memancing, termasuk sebuah tabung bambu tempat menyimpan mata pancing dan kili-kili. Beliau mengatakan, semua peralatan itu pernah dipakainya di masa muda. Benda itu terus dibawanya merantau sebagai kenang-kenangan semasa tinggal di Belitung.

Demikianlah kisah tentang keluarga saya dari pihak ayah. Semua ini saya tulis berdasarkan ingatan saya. Beruntung saya, sebelum tulisan ini saya posting, saya bertemu dengan paman saya, yang sedang berada di Jakarta. Haji Arba’i bin Haji Zainal Abidin namanya. Beliau adalah adik ayah saya yang paling bungsu, dan satu-satunya yang masih hidup di antara saudara-saudara kandung ayah saya. Saya banyak bertanya kepada beliau untuk menyempurnakan tulisan ini, kalau-kalau saya salah dan lupa. Saya juga menelpon saudara sepupu ayah saya, Ir. Haji Mohammad Taib bin Haji Moestar, yang tinggal di Bandung, menanyakan beberapa hal tentang Haji Ahmad dan Haji Taib. Namun tak banyak informasi yang saya peroleh. Setelah tulisan ini saya posting, kalau sekiranya ada sanak-famili atau handai tolan yang mengetahui beberapa hal, dan mungkin saya salah dan keliru, dapat kiranya mengoreksi apa yang saya tuliskan ini.

Demikianlah adanya tulisan saya, hamba Allah yang dhaif ini, pada Bagian II Kenang-Kenangan di Masa Kecil. Semoga ada manfaatnya sebagai bahan pelajaran dan renungan bagi generasi selanjutnya. Kalau ada salah dan keliru, mohonlah saya dimaafkan.

Wallahu’alam bissawwab.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
 Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terbaru

Kembali ke tempat perjalanan akademik dimulai. Setelah 33 tahun menyelesaikan pendidikan S3 di Universiti Sains Malaysia (USM) pada tahun 1993, tidak disangka pada tahun 2026 ini saya kembali dipanggil dan dianugerahi jabatan sebagai Adjunct Professor (Profesor Utama) dalam bidang Ilmu Politik.

Perjalanan ini mengingatkan saya pada komitmen awal ketika mendalami ilmu politik, hukum tata negara, hingga filsafat. Mengabdi dan mengajar bukan hanya tentang membagikan ilmu, tetapi juga bagaimana melihat dinamika konstitusi serta ketatanegaraan agar terus berkembang dan relevan dengan perkembangan zaman.

Semoga penganugerahan ini membawa keberkahan dan kontribusi nyata bagi dunia akademis serta kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, saya juga berkesempatan untuk memberikan orasi ilmiah. Video lengkap bisa disaksikan di chanel YouTube saya.

#YusrilIhzaMahendra #UniversitiSainsMalaysia #politics
#profYusril #indonesiamalaysia

...

2954 97
Pemerintah mengambil langkah antisipatif dengan tidak memberikan izin pertunjukan dan visa bagi grup musik "Israel and New Breed" (Israel Houghton). Menko Yusril Ihza Mahendra menjelaskan dua pertimbangan utamanya adalah: 1. Faktor Keamanan Dalam Negeri: Mengantisipasi protes dan gelombang penolakan di masyarakat; 2. Politik Luar Negeri: Konsistensi Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.

#YusrilIhzaMahendra #profYusril #IsraelHoughton #politics #palestine

...

764 482
Indonesia sangat menghargai kebebasan berseni, bermusik, hingga kegiatan ibadah keagamaan. Namun, kata Menko Yusril, kita perlu waspada ketika pertunjukan seni dimanfaatkan untuk memberikan dukungan politik tertentu (seperti isu Israel) yang bisa memicu reaksi politik di dalam negeri.

Dok. di Acara Pagi-Pagi Seru TvOne

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #indonesia #SeniDanPolitik #israelhoughton

...

1296 654
Memperkuat pelindungan kekayaan intelektual dan kepastian hukum bagi para pelaku usaha di Indonesia dan Korea Selatan. 🇮🇩🇰🇷

Langkah nyata kolaborasi ini kami bahas langsung bersama Menteri Kekayaan Intelektual Korea Selatan, Kim Yong-sun, di Seoul—mulai dari penanganan barang palsu hingga efektivitas penegakan hukum di ranah online.

Kerja sama bukan sekadar kesepakatan di atas kertas, tapi tentang menghadirkan solusi dan manfaat nyata di lapangan. 🤝✨

#YusrilIhzaMahendra #MenkoKumhamImipas #KekayaanIntelektual #IndonesiaKorsel #Seoul

...

413 240
Kembali ke Masjid Al-Malik Khalid, Universiti Sains Malaysia (USM) di Penang, selalu membawa nostalgia tersendiri.  

Sejak pertama kali datang ke kampus ini dalam rangka mengambil gelar doktor ilmu politik pada tahun 1990—sekitar 36 tahun yang lalu, saya selalu salat Jumat di masjid ini.

Sebelum memberikan kuliah umum di almamater yang kali ini memberikan saya gelar Adjunct Professor esok hari (26/9), saya bersyukur bisa kembali menunaikan salat Jumat di sini.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan kepada kita semua di hari Jumat yang mulia ini. Amin YRA. 🕌✨  

#YusrilIhzaMahendra #USM #Penang #Nostalgia #JumatBerkah

...

874 330
Kemarin (15/9), saya meluangkan waktu untuk menjenguk sahabat lama saya, Adril Muchtar, yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta Timur.

Persahabatan kami punya kenangan tersendiri. Selama 6 tahun di masa-masa perkuliahan tahun 1970-an, kami berbagi kamar yang sama di Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Daksinapati, Rawamangun. 

Banyak suka dan duka yang kami lewati bersama sebagai kawan senasib sepenanggungan semasa jadi mahasiswa dulu.

Melihat semangat beliau hari ini sungguh membesarkan hati. Mari kita doakan bersama agar saudara kita, Adril Muchtar, segera diberikan kesembuhan, diangkat penyakitnya oleh Allah SWT, dan bisa beraktivitas kembali seperti sediakala. Aamiin YRA. 🤲🏼✨

#YusrilIhzaMahendra #Silaturahmi #SahabatLama #daksinapati #UI

...

5610 107