KENANG-KENANGAN DI MASA KECIL (BAGIAN III)

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,

IMG_0004

Setelah saya menguraikan panjang lebar kisah tentang keluarga saya dari pihak ayah, maka tibalah saatnya bagi saya sekarang untuk menuliskan kisah keluarga saya dari pihak itu. Ibu saya bernama Siha atau Nursiha, putri dari Jama Sandon dan Hadiah. Beliau lahir tanggal 14 Juli 1929 di Kecamatan Gantung sekarang ini (lihat foto kakek dan ibu saya pada tahun 1939). Beliau adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Namun tiga kakaknya, yang semuanya perempuan meninggal dunia di masa kecil. Keluarga kakek dan nenek saya percaya bahwa mereka tidak bernasib baik untuk memiliki anak. Sebab itu, ketika lahir anak yang keempat, seorang laki-laki yang dinamai Bujang, bayi itu segera diberikan kepada orang lain, dengan kepercayaan anak itu tidak akan mati seperti kakak-kakaknya.

Sesudah Bujang diberikan kepada orang lain, lahirlah ibu saya, Siha. Namun rupanya anak perempuan ini tidak diberikan kepada orang lain. Kedua orang tua itu rupanya sangat sayang dengan anak ini. Karena itu mereka mengambil risiko memeliharanya dengan susah payah, dengan harapan agar tetap hidup. Sebab itulah, kakek dan nenek saya selalu menganggap ibu saya sebagai anak tunggal, walau kenyataannya kakaknya, Bujang, yang diberikan kepada orang lain itu tetap hidup sampai tua dan wafat pada tahun 2003. Paman saya bernama Bujang itu, tidak tinggal di Belitung. Beliau merantau dan tinggal di Pulau Kijang, Kepulauan Riau. Beliau bekerja di sana sebagai teknisi perusahaan bauksit. Saya baru bertemu dengan Bujang, setelah beliau lanjut usianya. Namun tiga anaknya yang tinggal di Tanjung Pandan, saya kenal dengan baik dan cukup akrab dengan saya kakak-beradik. Anak-anak Bujang itu namanya Muslim, Sulaiman dan Topyani. Ketika muda, Muslim itu menjadi jagoan dan preman di Tanjung Pandan. Dia tersohor karena sering berkelahi. Sampai-sampai ada dua polisi dia gebuki hingga babak belur. Salah seorang polisi itu terpaksa dirawat di rumah sakit, karena perutnya luka ditusuk Muslim pakai obeng. Ketika saya masih muda, banyak orang Belitung tidak tahu kalau Muslim sang preman dan jagoan itu adalah saudara sepupu saya. Kalau tahu, bisa-bisa saya disangka preman juga.

Saya berusaha untuk menelusuri asal usul kakek saya Jama Sandon itu dan bertanya ke sana ke mari. Namun riwayat keluarganya misterius dan bahkan bercampur-baur dengan dongeng. Kalau saya perhatikan wajah dan postur tubuh kakek saya itu, beliau tidak nampak seperti postur dan wajah orang Belitung, bahkan orang Indonesia pada umumnya. Nama beliau itupun tidak lazim bagi masyarakat Belitung. Tinggi beliau diatas 170 cm, dengan badan tegap, hidung mancung dan matanya berwarna coklat kebiruan. Ayah beliau, namanya Musa. Hanya itu saja yang diketahui. Tidak ada sanak saudara Musa di Belitung. Dia sebatang kara, sehingga riwayatnya tidak dapat ditelusuri lagi. Keluarga ibu saya mengatakan Musa itu orang Persia atau orang Iran sekarang ini. Benar tidaknya wallahu’alam. Tapi mungkin juga, kalau melihat perawakan dan wajah kakek saya yang nampak seperti orang asing. Isteri Musa itu namanya Muna. Beliau ini lebih misterius lagi, karena beliau dipercayai sebagai putri orang Bunian, makhluk halus sebangsa jin, penghuni hutan belantara.

Syahdan kisahnya, adalah sepasang suami isteri yang tinggal di tepi rimba belantara di pedalaman Belitung, yang sampai usia hampir lanjut tak memperoleh seorang anakpun. Suatu hari ketika hujan deras dan petir menggelegar telah reda, pasangan suami istri itu mendengar suara tangis bayi di belakang rumahnya. Tentu saja mereka heran, mengapa tiba-tiba ada bayi menangis ketika hujan deras telah reda. Mereka segera keluar rumah dan mencari asal suara itu, yang terdengar dari arah rumpun bambu hutan yang sangat besar ukurannya. Salah satu batang bambu itu terbelah, dan di dalam ruas bambu itulah mereka melihat seorang bayi sedang menangis. Di tengah rasa heran bukan kepalang itu, kedua suami isteri itu akhirnya berhasil mengeluarkan bayi dari ruas bambu yang terbelah itu. Bayi itu ternyata perempuan. Mereka membawanya masuk ke dalam rumah.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
 Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terbaru

Kembali ke tempat perjalanan akademik dimulai. Setelah 33 tahun menyelesaikan pendidikan S3 di Universiti Sains Malaysia (USM) pada tahun 1993, tidak disangka pada tahun 2026 ini saya kembali dipanggil dan dianugerahi jabatan sebagai Adjunct Professor (Profesor Utama) dalam bidang Ilmu Politik.

Perjalanan ini mengingatkan saya pada komitmen awal ketika mendalami ilmu politik, hukum tata negara, hingga filsafat. Mengabdi dan mengajar bukan hanya tentang membagikan ilmu, tetapi juga bagaimana melihat dinamika konstitusi serta ketatanegaraan agar terus berkembang dan relevan dengan perkembangan zaman.

Semoga penganugerahan ini membawa keberkahan dan kontribusi nyata bagi dunia akademis serta kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, saya juga berkesempatan untuk memberikan orasi ilmiah. Video lengkap bisa disaksikan di chanel YouTube saya.

#YusrilIhzaMahendra #UniversitiSainsMalaysia #politics
#profYusril #indonesiamalaysia

...

2954 97
Pemerintah mengambil langkah antisipatif dengan tidak memberikan izin pertunjukan dan visa bagi grup musik "Israel and New Breed" (Israel Houghton). Menko Yusril Ihza Mahendra menjelaskan dua pertimbangan utamanya adalah: 1. Faktor Keamanan Dalam Negeri: Mengantisipasi protes dan gelombang penolakan di masyarakat; 2. Politik Luar Negeri: Konsistensi Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.

#YusrilIhzaMahendra #profYusril #IsraelHoughton #politics #palestine

...

764 482
Indonesia sangat menghargai kebebasan berseni, bermusik, hingga kegiatan ibadah keagamaan. Namun, kata Menko Yusril, kita perlu waspada ketika pertunjukan seni dimanfaatkan untuk memberikan dukungan politik tertentu (seperti isu Israel) yang bisa memicu reaksi politik di dalam negeri.

Dok. di Acara Pagi-Pagi Seru TvOne

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #indonesia #SeniDanPolitik #israelhoughton

...

1296 654
Memperkuat pelindungan kekayaan intelektual dan kepastian hukum bagi para pelaku usaha di Indonesia dan Korea Selatan. 🇮🇩🇰🇷

Langkah nyata kolaborasi ini kami bahas langsung bersama Menteri Kekayaan Intelektual Korea Selatan, Kim Yong-sun, di Seoul—mulai dari penanganan barang palsu hingga efektivitas penegakan hukum di ranah online.

Kerja sama bukan sekadar kesepakatan di atas kertas, tapi tentang menghadirkan solusi dan manfaat nyata di lapangan. 🤝✨

#YusrilIhzaMahendra #MenkoKumhamImipas #KekayaanIntelektual #IndonesiaKorsel #Seoul

...

413 240
Kembali ke Masjid Al-Malik Khalid, Universiti Sains Malaysia (USM) di Penang, selalu membawa nostalgia tersendiri.  

Sejak pertama kali datang ke kampus ini dalam rangka mengambil gelar doktor ilmu politik pada tahun 1990—sekitar 36 tahun yang lalu, saya selalu salat Jumat di masjid ini.

Sebelum memberikan kuliah umum di almamater yang kali ini memberikan saya gelar Adjunct Professor esok hari (26/9), saya bersyukur bisa kembali menunaikan salat Jumat di sini.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan kepada kita semua di hari Jumat yang mulia ini. Amin YRA. 🕌✨  

#YusrilIhzaMahendra #USM #Penang #Nostalgia #JumatBerkah

...

874 330
Kemarin (15/9), saya meluangkan waktu untuk menjenguk sahabat lama saya, Adril Muchtar, yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta Timur.

Persahabatan kami punya kenangan tersendiri. Selama 6 tahun di masa-masa perkuliahan tahun 1970-an, kami berbagi kamar yang sama di Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Daksinapati, Rawamangun. 

Banyak suka dan duka yang kami lewati bersama sebagai kawan senasib sepenanggungan semasa jadi mahasiswa dulu.

Melihat semangat beliau hari ini sungguh membesarkan hati. Mari kita doakan bersama agar saudara kita, Adril Muchtar, segera diberikan kesembuhan, diangkat penyakitnya oleh Allah SWT, dan bisa beraktivitas kembali seperti sediakala. Aamiin YRA. 🤲🏼✨

#YusrilIhzaMahendra #Silaturahmi #SahabatLama #daksinapati #UI

...

5610 107