KENANG-KENANGAN DI MASA KECIL (BAGIAN IV)

Fasilitas buat pegawai timah antara pegawai staf dengan pegawai rendahan juga berbeda jauh. Perbedaan itu mulai dari tempat hiburan, olahraga, sekolah, rumah sakit, sampai pada ransum yang dibagikan. Fasilitas cuti juga berbeda. Kalau pegawai staf, setiap tahun ketika cuti, pegawai dan keluarganya mendapat fasilitas untuk berlibur ke Jakarta dan Bandung, dengan biaya ditanggung perusahaan timah. Sebab itulah, perusahaan timah mempunyai beberapa mess yang cukup besar, di Jakarta dan Bandung. Sementara pegawai rendahan kalau cuti, tetap di Belitung saja. Tidak ada fasilitas berlibur sebagaimana pegawai staf. Sampai tahun 1970, anak-anak pegawai rendahan tidak sembarangan boleh memasuki kawasan perumahan pegawai staf. Apalagi anak-anak orang kampung yang berasal dari kalangan pegawai negeri, petani dan nelayan. Satpam yang berjaga di daerah itu akan memperingatkan mereka. Orang tua dan anak-anak pegawai rendahan juga tidak boleh menggunakan semua fasilitas untuk keluarga pegawai staf. Mereka akan diusir Satpam kalau coba-coba menonton atau mandi di kolam renang khusus untuk pegawai staf dan keluarganya.

Jurang antara pegawai staf dengan pegawai rendahan perusahaan timah begitu lebar. Kondisi seperti itu merata di empat kota utama di Belitung, yakni Tanjung Pandan, Manggar, Gantung dan Kelapa Kampit. Oleh karena fasilitas yang dibangun Belanda di IMG_0004_NEWManggar jauh lebih besar dan lebih lengkap, maka jurang antara pegawai staf dengan pegawai rendahan di kota ini, terasa lebih besar dibandingkan dengan kota-kota yang lain. Jurang perbedaan itu semakin terasa ketika menyambut pergantian tahun. Masyarakat kampung di Belitung pada umumnya tidak pernah perduli kalau tahun akan berganti. Pegawai rendahan perusahaan timah juga menganggap hal itu biasa-biasa saja. Namun bagi pegawai staf perusaah timah, upacara menyambut pergantian tahun adalah suatu yang istimewa. Ada pesta besar, baik diadakan di Wisma Ria – nama baru dari Societeit Belanda — maupun di rumah Kawilasi (Kepala Wilayah Produksi) perusahaan timah, yang masih menempati rumah bekas tuan kongsi timah zaman Belanda.

Di Manggar, rumah bekas tuan kongsi itu memang sangat istimewa. Rumah itu terkenal dengan sebutan Rumah A1. Rumah itu cukup besar dan bergaya arsitektur campuran Belanda-Perancis, yang mungkin sekali di desain oleh Ir. van Basten. Rumah itu berada di titik nol (zero point) Pulau Belitung, dengan menara gaya Eropah yang diberi penangkal petir dan nampak dari kejauhan di atas Bukit Samak. Pemandangan dari rumah itu sangat indah. Ke arah Timur, pemandangan mengarah ke Selat Karimata. Ke arah Barat, akan mengarah pada pepohonan menghijau di daratan Belitung. Di rumah itu pula, konon Gubernur Jendral Hindia Belanda yang terakhir, Tjarda van Stakenborgh Stachouwer, berdiam sementara ketika melarikan diri dari Batavia, sebelum mengungsi ke Australia ketika pecah Perang Dunia Kedua. Saya masih memiliki gambar disain dan juga foto rumah itu yang dibuat pada tahun 1916.Sekarang, sejalan dengan memudarnya perusahaan timah, rumah itu tinggal fondasinya saja yang tersisa.

Oleh karena posisi perusahaan timah di Belitung begitu dominan, maka peranan Pemerintah Daerah terasa kurang menonjol. Di zaman Belanda, merekapun menganggap Belitung adalah “pulau perusahaan” atau “company island”. Perusahaan Timah mempunyai pembangkit listrik, perbengkelan dan galangan kapal, sentral telefon, sarana air minum, membangun jalan dan jembatan, sampai penyediaan rumah sakit dan sarana-sarana umum lainnya.Bagian terbesar APBD Kabupaten Belitung diperoleh dari pajak timah, yang tentu saja jauh dari mencukupi. Keperkasaan perusahaan timah di pulau itu menyebabkan pemerintah daerah kurang berinisiatif membangun dan mengembangkan daerah. Bahkan sarana-sarana perumahan dan perkantoran untuk pejabat pemerintah daerah, termasuk polisi, tentara, hakim dan jaksa, juga dibantu oleh perusahaan timah.

Jurang antara pegawai staf dengan dengan pegawai rendahan itu, dengan sendirinya mempengaruhi gaya hidup, bukan saja pegawai timah, tetapi juga isteri dan anak-anaknya. Oleh karena penduduk pribumi Belitung jarang-jarang yang menempuh pendidikan tinggi, kelompok yang menggantikan kedudukan orang Belanda dan menjadi pegawai staf pada umumnya adalah pendatang dari daerah-daerah lain. Hanya sedikit sekali jumlahnya orang pribumi Belitung yang sampai ke posisi pegawai staf. Bagian terbesar mereka menjadi pegawai rendahan belaka di perusahaan timah. Kalau ada satu dua orang pribumi Belitung yang mencapai posisi pegawai staf, maka gaya hidup mereka juga mulai berubah dari kebanyakan orang Belitung yang menjadi pegawai rendahan. Mereka mulai mengambil jarak, bukan saja dengan pegawai rendahan, tetapi juga dengan orang-orang kampung berasal dari pegawai negeri, petani dan nelayan.

Masyarakat Cina yang pada umumnya tinggal di daerah pasar, meskipun bergaul erat dengan masyarakat pribumi, namun tetap memelihara identitas mereka. Sehari-hari mereka tetap menggunakan Bahasa Cina dialek Hakka, dan sedikit saja yang menggunakan dialek Hokkian. Sebagian besar masyarakat Cina itu memeluk agama Budhha dan Konghucu. Kelenteng mereka ada pada setiap pemukiman Cina, bahkan di kampung-kampung, ketika masyarakat Cina tinggal membaur dengan penduduk pribumi. Oleh karena orang-orang Cina ini pandai berdagang, maka hampir semua toko yang ada di pasar adalah milik orang Cina, yang sekaligus juga adalah tempat tinggal mereka. Orang-orang Belitung yang berminat berdagang, hanya berani membuka toko di kampung-kampung saja. Toko-toko itupun harus membeli barang ke agen-agen milik orang Cina yang membeli barang dari Jakarta. Sangat jarang orang Belitung pandai menjadi pengusaha. Sebagian besar mereka menjadi petani jika tinggal di kampung-kampung, atau menjadi nelayan jika tinggal di dekat pantai. Sebagian besar lagi hanya menjadi pegawai rendahan di perusahaan timah.

Meskipun menjadi pegawai rendahan di perusahaan timah, orang Belitung sudah merasa lumayan hidupnya, dibanding mereka yang menjadi pegawai negeri, petani dan nelayan. Pegawai negeri, petani dan nelayan, boleh dikata berada dalam suatu kelompok yang sama. Mereka tidak mempunyai fasilitas apa-apa. Kalau pegawai rendahan perusahaan timah tidak boleh menonton di fasilitas huburan untuk kelas atas, mereka masih bisa menonton di fasilitas untuk kalangan mereka. Begitu juga rumah sakit, sekolah dan sarana-sarana lainnya. Pegawai timah kelas rendahan itu selain mendapat gaji tiap bulan, mereka juga mendapat aneka ransum keperluan sehari-hari mulai dari beras, gula, kopi, kacang hijau, minyak goreng, sampai sabun cuci, sabun mandi serta odol dan sikat gigi. Mereka yang tinggal di kompleks perumahan timah mendapatkan fasilitas air minum dan listrik gratis. Menjelang lebaran, mereka juga mendapat uang bonus berkali lipat gaji setiap bulan, di samping mendapat pembagian gratis bahan-bahan untuk pakaian. Kehidupan mereka, walaupun tergolong miskin, namun masih lumayan dibandingkan dengan keluarga pegawai negeri, petani dan nelayan.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
 Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terbaru

Kembali ke tempat perjalanan akademik dimulai. Setelah 33 tahun menyelesaikan pendidikan S3 di Universiti Sains Malaysia (USM) pada tahun 1993, tidak disangka pada tahun 2026 ini saya kembali dipanggil dan dianugerahi jabatan sebagai Adjunct Professor (Profesor Utama) dalam bidang Ilmu Politik.

Perjalanan ini mengingatkan saya pada komitmen awal ketika mendalami ilmu politik, hukum tata negara, hingga filsafat. Mengabdi dan mengajar bukan hanya tentang membagikan ilmu, tetapi juga bagaimana melihat dinamika konstitusi serta ketatanegaraan agar terus berkembang dan relevan dengan perkembangan zaman.

Semoga penganugerahan ini membawa keberkahan dan kontribusi nyata bagi dunia akademis serta kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, saya juga berkesempatan untuk memberikan orasi ilmiah. Video lengkap bisa disaksikan di chanel YouTube saya.

#YusrilIhzaMahendra #UniversitiSainsMalaysia #politics
#profYusril #indonesiamalaysia

...

2742 75
Pemerintah mengambil langkah antisipatif dengan tidak memberikan izin pertunjukan dan visa bagi grup musik "Israel and New Breed" (Israel Houghton). Menko Yusril Ihza Mahendra menjelaskan dua pertimbangan utamanya adalah: 1. Faktor Keamanan Dalam Negeri: Mengantisipasi protes dan gelombang penolakan di masyarakat; 2. Politik Luar Negeri: Konsistensi Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.

#YusrilIhzaMahendra #profYusril #IsraelHoughton #politics #palestine

...

722 474
Indonesia sangat menghargai kebebasan berseni, bermusik, hingga kegiatan ibadah keagamaan. Namun, kata Menko Yusril, kita perlu waspada ketika pertunjukan seni dimanfaatkan untuk memberikan dukungan politik tertentu (seperti isu Israel) yang bisa memicu reaksi politik di dalam negeri.

Dok. di Acara Pagi-Pagi Seru TvOne

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #indonesia #SeniDanPolitik #israelhoughton

...

1276 652
Memperkuat pelindungan kekayaan intelektual dan kepastian hukum bagi para pelaku usaha di Indonesia dan Korea Selatan. 🇮🇩🇰🇷

Langkah nyata kolaborasi ini kami bahas langsung bersama Menteri Kekayaan Intelektual Korea Selatan, Kim Yong-sun, di Seoul—mulai dari penanganan barang palsu hingga efektivitas penegakan hukum di ranah online.

Kerja sama bukan sekadar kesepakatan di atas kertas, tapi tentang menghadirkan solusi dan manfaat nyata di lapangan. 🤝✨

#YusrilIhzaMahendra #MenkoKumhamImipas #KekayaanIntelektual #IndonesiaKorsel #Seoul

...

409 240
Kembali ke Masjid Al-Malik Khalid, Universiti Sains Malaysia (USM) di Penang, selalu membawa nostalgia tersendiri.  

Sejak pertama kali datang ke kampus ini dalam rangka mengambil gelar doktor ilmu politik pada tahun 1990—sekitar 36 tahun yang lalu, saya selalu salat Jumat di masjid ini.

Sebelum memberikan kuliah umum di almamater yang kali ini memberikan saya gelar Adjunct Professor esok hari (26/9), saya bersyukur bisa kembali menunaikan salat Jumat di sini.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan kepada kita semua di hari Jumat yang mulia ini. Amin YRA. 🕌✨  

#YusrilIhzaMahendra #USM #Penang #Nostalgia #JumatBerkah

...

871 330
Kemarin (15/9), saya meluangkan waktu untuk menjenguk sahabat lama saya, Adril Muchtar, yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta Timur.

Persahabatan kami punya kenangan tersendiri. Selama 6 tahun di masa-masa perkuliahan tahun 1970-an, kami berbagi kamar yang sama di Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Daksinapati, Rawamangun. 

Banyak suka dan duka yang kami lewati bersama sebagai kawan senasib sepenanggungan semasa jadi mahasiswa dulu.

Melihat semangat beliau hari ini sungguh membesarkan hati. Mari kita doakan bersama agar saudara kita, Adril Muchtar, segera diberikan kesembuhan, diangkat penyakitnya oleh Allah SWT, dan bisa beraktivitas kembali seperti sediakala. Aamiin YRA. 🤲🏼✨

#YusrilIhzaMahendra #Silaturahmi #SahabatLama #daksinapati #UI

...

5609 107