KENANG-KENANGAN DI MASA KECIL (BAGIAN IV)

Suku-suku pendatang dari pelosok Nusantara, nampaknya telah lama pula hijrah ke pulau ini. Pada generasi pertama dan kedua, mereka masih nampak sebagai kaum pendatang. Namun pada generasi ketiga, mereka telah menjadi orang Belitung. Budaya dan bahasanya menyatu dengan penduduk setempat. Ini menunjukkan bahwa daya serap bahasa dan budaya masyarakat Belitung cukup kuat, sehingga mampu mempengaruhi kaum pendatang dan menarik mereka ke dalam lingkungannya. Kaum pendatang itu pada umumnya berasal dari Jawa, Madura, Bawean dan Bugis dalam jumlah yang relatif besar. Ada juga kelompok suku-suku lain dalam jumlah yang lebih kecil, seperti suku Buton, Mandailing, Minangkabau dan Aceh. Migrasi ini telah terjadi sejak zaman kolonial, bahkan sebelumnya, dan terus berlangsung dalam jumlah yang besar, ketika pertambangan timah di Belitung sedang mengalami masa kejayaannya. Kelompok lain, yang perlu dijelaskan secara khusus adalah keberadaan masyarakat Cina di Belitung, yang jumlahnya ditaksir mencapai dua puluh persen dari penduduk Belitung.

Keberadaan masyarakat Cina di Belitung nampaknya terkait dengan lalu lintas perdagangan antara Negeri Tiongkok dengan kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa.Belitung yang terletak di ujung Laut Cina Selatan, adalah pulau terakhir dengan ukuran relatif besar yang ditemui sebelum masuk ke Pulau Jawa. Peta pelayaran Cina kuno sebelum zaman Cheng Ho (1408) menunjuk sebuah gunung – mereka sebut Gunung Kon Jim San atau Gunung Burung Mandi — yang menjadi pedoman agar perahu berbelok ke arah tenggara untuk sampai ke Kerajaan Singosari, Majapahit dan Pulau Bali yang berada di ujung timur Pulau Jawa. Mungkin sekali perahu-perahu itu mendarat dulu di Belitung untuk mengambil air dan kayu bakar, sebelum meneruskan pelayaran ke Jawa Timur. Malangnya, laut di sekitar Belitung tergolong landai. Di sekitar pulau ini terdapat banyak karang yang ganas, yang sering menenggelamkan kapal-kapal. Bangkai kapal-kapalkuno Cina, Portugis dan Belanda dengan mudah dapat dilacak di sekitar laut Pulau Belitung. Sebagian besar bangkai kapal itu telah menjadi karang dan dihuni banyak ikan, termasuk ikan hiu yang ganas.

Jejak yang paling meyakinkan untuk melakukan rekonstruksi sejarah keberadaan masyarakat Cina di Belitung, dapat ditelusuri dengan mengacu kepada benda-benda arkelogis, terutama keramik, teracota dan aneka barang yang berasal dari kuningan, perunggu dan tembaga yang ditemukan baik di laut maupun di daratan Pulau Belitung. Para sejarawan, memang masih jarang menggunakan benda-benda yang tergolong sebagai artefak ini sebagai bahan dalam penulisan sejarah. Bagi saya benda-benda ini sangat penting, karena keramik adalah benda yang dapat bertahan ribuan tahun di dalam air maupun di dalam tanah. Benda-benda itu dapat dijadikan bukti keberadaan suatu kelompok masyarakat di satu daerah di zaman yang lampau. Benda-benda itu juga dapat menjadi saksi bisu alur pelayaran yang ditempuh berabad-abad yang lalu.

Keramik Cina paling tua yang ditemukan di laut sekitar Pulau Belitung berasal dari zaman Dinasti Tang, mulai dari abad ke enam Masehi dan selanjutnya. Sampai sekarang belum ditemukan adanya keramik Tang di daratan. Keadaan yang sama terjadi juga pada keramik Dinasti Yuan. Ini menunjukkan bahwa di zaman Tang, orang-orang Cina hanya melintasi Belitung, dan kapal mereka tenggelam menabrak karang. Keramik Dinasti Sung ditemukan dalam jumlah yang besar, bukan hanya di laut tetapi juga di dalam tanah. Keramik Sung ditemukan jauh dari pantai, bahkan di gunung-gunung, seperti Gunung Payung di Tanjung Pandan. Juga berbagai benda seperti naga, canang (gong kecil) dari perunggu dan kuningan. Kelenteng Burung Mandi – yang disebut dalam peta Cina dengan nama Kon Jim San – mungkin sekali dibangun pada masa dinasti Sung pada abad ke tiga belas Masehi. Di sekitar lokasi kelenteng, ditemukan piring, mangkok, buli-buli dan peralatan memasak dari zaman Sung dalam jumlah yang besar, baik masih utuh maupun pecahan. Semua ini menunjukkan bahwa di daerah itu, diabad ke tiga belas sudah ada pemukiman msayarakat China dalam jumlah yang cukup besar. Keramik dinasti Ming dan Ching, ditemukan dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan dengan keramik Dinasti Sung.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
 Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terbaru

Kembali ke tempat perjalanan akademik dimulai. Setelah 33 tahun menyelesaikan pendidikan S3 di Universiti Sains Malaysia (USM) pada tahun 1993, tidak disangka pada tahun 2026 ini saya kembali dipanggil dan dianugerahi jabatan sebagai Adjunct Professor (Profesor Utama) dalam bidang Ilmu Politik.

Perjalanan ini mengingatkan saya pada komitmen awal ketika mendalami ilmu politik, hukum tata negara, hingga filsafat. Mengabdi dan mengajar bukan hanya tentang membagikan ilmu, tetapi juga bagaimana melihat dinamika konstitusi serta ketatanegaraan agar terus berkembang dan relevan dengan perkembangan zaman.

Semoga penganugerahan ini membawa keberkahan dan kontribusi nyata bagi dunia akademis serta kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, saya juga berkesempatan untuk memberikan orasi ilmiah. Video lengkap bisa disaksikan di chanel YouTube saya.

#YusrilIhzaMahendra #UniversitiSainsMalaysia #politics
#profYusril #indonesiamalaysia

...

2742 75
Pemerintah mengambil langkah antisipatif dengan tidak memberikan izin pertunjukan dan visa bagi grup musik "Israel and New Breed" (Israel Houghton). Menko Yusril Ihza Mahendra menjelaskan dua pertimbangan utamanya adalah: 1. Faktor Keamanan Dalam Negeri: Mengantisipasi protes dan gelombang penolakan di masyarakat; 2. Politik Luar Negeri: Konsistensi Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.

#YusrilIhzaMahendra #profYusril #IsraelHoughton #politics #palestine

...

722 474
Indonesia sangat menghargai kebebasan berseni, bermusik, hingga kegiatan ibadah keagamaan. Namun, kata Menko Yusril, kita perlu waspada ketika pertunjukan seni dimanfaatkan untuk memberikan dukungan politik tertentu (seperti isu Israel) yang bisa memicu reaksi politik di dalam negeri.

Dok. di Acara Pagi-Pagi Seru TvOne

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #indonesia #SeniDanPolitik #israelhoughton

...

1276 652
Memperkuat pelindungan kekayaan intelektual dan kepastian hukum bagi para pelaku usaha di Indonesia dan Korea Selatan. 🇮🇩🇰🇷

Langkah nyata kolaborasi ini kami bahas langsung bersama Menteri Kekayaan Intelektual Korea Selatan, Kim Yong-sun, di Seoul—mulai dari penanganan barang palsu hingga efektivitas penegakan hukum di ranah online.

Kerja sama bukan sekadar kesepakatan di atas kertas, tapi tentang menghadirkan solusi dan manfaat nyata di lapangan. 🤝✨

#YusrilIhzaMahendra #MenkoKumhamImipas #KekayaanIntelektual #IndonesiaKorsel #Seoul

...

409 240
Kembali ke Masjid Al-Malik Khalid, Universiti Sains Malaysia (USM) di Penang, selalu membawa nostalgia tersendiri.  

Sejak pertama kali datang ke kampus ini dalam rangka mengambil gelar doktor ilmu politik pada tahun 1990—sekitar 36 tahun yang lalu, saya selalu salat Jumat di masjid ini.

Sebelum memberikan kuliah umum di almamater yang kali ini memberikan saya gelar Adjunct Professor esok hari (26/9), saya bersyukur bisa kembali menunaikan salat Jumat di sini.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan kepada kita semua di hari Jumat yang mulia ini. Amin YRA. 🕌✨  

#YusrilIhzaMahendra #USM #Penang #Nostalgia #JumatBerkah

...

871 330
Kemarin (15/9), saya meluangkan waktu untuk menjenguk sahabat lama saya, Adril Muchtar, yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta Timur.

Persahabatan kami punya kenangan tersendiri. Selama 6 tahun di masa-masa perkuliahan tahun 1970-an, kami berbagi kamar yang sama di Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Daksinapati, Rawamangun. 

Banyak suka dan duka yang kami lewati bersama sebagai kawan senasib sepenanggungan semasa jadi mahasiswa dulu.

Melihat semangat beliau hari ini sungguh membesarkan hati. Mari kita doakan bersama agar saudara kita, Adril Muchtar, segera diberikan kesembuhan, diangkat penyakitnya oleh Allah SWT, dan bisa beraktivitas kembali seperti sediakala. Aamiin YRA. 🤲🏼✨

#YusrilIhzaMahendra #Silaturahmi #SahabatLama #daksinapati #UI

...

5609 107