KENANG-KENANGAN DI MASA KECIL (BAGIAN IV)

Kehidupan nelayan, sama saja susahnya dengan kehidupan petani. Nelayan hanya dapat melaut selama enam bulan dalam setahun, sesuai pergantian musim dan arah angin. Kalau musim angin bertiup dari selatan, maka nelayan di bagian timur Belitung praktis tak dapat melaut. Angin terlalu kencang dan gelombang teramat besar. Kalau ada yang berani turun ke laut, hanya bermodalkan katir, bisa-bisa tak pulang lagi ke rumah. Kalau angin bertiup dari arah Barat, maka nelayan di bagian Barat pulau Belitung yang gantian tidak bisa melaut. Ikan dan hasil laut lainnya, sebenarnya melimpah ruah di Belitung di masa itu. Namun, karena penduduk terbatas, harga ikan akan segera jatuh jika hasil tangkapan telah memenuhi pasar ikan. Nelayan menjual ikan melalui tengkulak-tengkulak yang dapat membantu mereka meminjami uang dan beras, yang tentu harus diperhitungkan jika mereka dapat melaut kembali. Dalam pengamatan saya, tengkulak ikan itu bukanlah orang jahat seperti tukang ijon di Jawa. Prinsip kerja mereka adalah saling membantu.

Cita-cita nelayan di Belitung pada masa itu sederhana saja. Jika harga satu kilo ikan sama dengan harga sekilo beras, maka mereka sudah puas dan bahagia. Kenyataannya mereka harus menjual empat kilo ikan tenggiri baru dapat membeli sekilo beras. Ikan yang lebih rendah kualitasnya, bisa lima enam kilo baru setara dengan sekilo beras. Tidak heran jika nelayan Belitung hidup compang camping. Kebanyakan rumah mereka berdinding kulit kayu, beratap daun nipah dan beralaskan tanah belaka. Tak ada fasilitas apapun bagi mereka. Rumah sakit harus bayar, walau rumah sakit pemerintah seperti DKR. Kesehatan para nelayan sangat rendah. Pakaian mereka lebih compang-camping dibanding keluarga pegawai negeri dan petani. Pendidikan anak-anak nelayan sangat rendah. Paling mampu hanya tamat SD saja. Jarang-jarang anak nelayan masuk SMP.

Sebagian besar, mungkin sekitar 80 persen penduduk Belitung beragama Islam. Agama terbesar kedua adalah Buddha/Konghucu yang dianut oleh masyarakat Cina. Agama Kristen, dalam jumlah yang kecil, dianut oleh kaum pendatang. Penganut agama Kristen yang telah lama menetap di Belitung berasal dari keturunan orang Belanda dan Ambon, yang telah menetap di pulau itu sejak zaman kolonial. Sebelum kedatangan agama Islam yang diperkirakan pada penghujung abad 12, orang Belitung menganut animisme yang bercampur-baur dengan ajarah Hindu dan Buddha. Tidak ditemukan adanya bekas-bekas candi Hindu dan Buddha ataupun arca-arca pemujaan dalam agama itu di Belitung. Terracotta bekas pemujaan memang ditemukan di daerah sekitar Membalong, termasuk pekuburan tua yang menunjukkan zaman pra-Islam. Legenda masyarakat tentang kisah Tuk Menek Melanggar Buding, adalah gambaran tentang peristiwa Islamisasi Belitung pada abad-abad pertama kehadiran agama ini.

Tuk Menek konon kabarnya adalah penyebar agama Islam dari Aceh yang berhasil mengislamkan daerah Sijuk. Namun Tuk Kundo, penguasa daerah Buding menolak memeluk agama Islam. Mereka tetap mempertahankan animisme. Suatu ketika Tuk Menek masuk ke daerah Buding untuk menyebarkan agama Islam, dan terjadi perlawanan dari Tuk Kundo. Peristiwa itulah yang disebut dengan istilah Tuk Menek Melanggar Buding. Dia melanggar garis demarkasi yang memisahkan daerah Sijuk yang Muslim, dengan daerah Buding yang mempertahankan tradisi keagamaan lama. Kerajaan Balok, di sekitar Sungai Cerucuk di Tanjung Pandan mungkin sekali menganut agama Hindu. Tidak banyak informasi mengenai kerajaan Balok, kecuali legenda dan cerita rakyat. Namun Kerajaan Badau, telah memeluk agama Islam. Kerajaan ini berorientasi ke Jawa dan Palembang. Bangsawan-bangsawan mereka menggunakan gelar kebangsawanan Jawa dan Palembang.

Islamisasi masyarakat Belitung pada umumnya berlangsung secara damai. Para penyebar agama Islam cukup toleran dengan kepercayaan-kepercayaan dan tradisi lama yang tetap hidup, namun secara perlahan mengalami proses Islamisasi. Kepercayaan terhadap makhluk-makhluk halus yang dapat menimbulkan malapetaka tetap hidup dalam masyarakat. Masyarakat Belitung mempunyai kosa kata yang kaya dalam memberi nama dan kategori berbagai jenis makhluk halus, yang secara umum disebut dengan hantu. Upacara-upacara keagamaan lama, seperti selamatan kampung, maras taun, membuang jung (tradisi suku Laut), aneka jenis selamatan, tetap berlangsung hingga hari ini. Demikian pula kepercayaan terhadap jampi-jampi dan benda-benda keramat tetap hidup dalam masyarakat. Harmoni antara Islam dengan kepercayaan lama itu tercermin dalam struktur pemerintahan asli masyarakat Belitung, yakni keberadaan pimpinan sebuah kampung, yang berada di tangan dukun kampung dan penghulu. Di masa kolonial, pimpinan ini ditambah lagi dengan lurah. Sebuah desa atau sebuah kampung, barulah lengkap apabila mempunyai ketiga unsur pimpinan itu.

Dukun Kampung dalam masyarakat Belitung adalah jabatan yang diangkat oleh masyarakat. Tidak selalu jabatan itu diangkat dari seseorang berdasarkan garis keturunan, walau kecenderungan itu ada di banyak kampung di Belitung. Tugas dukun kampung adalah mengurusi dunia gaib dan menjaga keselamatan masyarakat dari berbagai penyakit dan malapetaka yang ditimbulkan oleh makhluk-makhluk halus. Orang di kampung akan memberitahu dukun kalau mereka akan membuka hutan dan membuat ladang. Kalau kawasan itu dikuasai makhluk halus, maka dukun harus membereskan masalah ini lebih dulu, agar jangan timbul malapetaka. Dukun Kampung mempunyai kemampuan untuk bernegosiasi dengan makhluk halus. Ada kalanya makhluk halus bersedia pindah ke tempat lain, jika tempat itu akan digunakan oleh manusia. Hal yang sama juga dilakukan ketika akan mendirikan rumah, dan ketika akan menempati rumah yang baru selesai dibangun. Setiap tahun, setiap kampung akan menyelenggarakan upacara selamatan kampung. Upacara itu diselenggarakan di rumah Dukun Kampung dan dihadiri masyarakat, yang datang membawa daun gandarusa dan daun hati-hati. Dukun Kampung akan memimpin upacara yang diakhiri dengan pembacaan doa menurut agama Islam. Daun gandarusa dan daun hati-hati tadi di bawa pulang setiap orang, di campur air dan dipercikkan di dalam rumah dan halaman masing-masing. Sebagian masyarakat Cina juga menghadiri upacara selamatan kampung, yang dipercaya dapat mengelakkan seluruh penduduk kampung dari malapetaka.

Dukun kampung dipercaya masyarakat sebagai dukun yang bersih dan sejalan dengan ajaran Islam. Jampi-jampi yang mereka baca juga diambil dari ayat-ayat al-Qur’an di samping berbagai kalimat yangdiucapkan dalam Bahasa Melayu Tua. Isi jampi-jampi itu adalah perintah atau ancaman kepada makhluk-makhluk halus agar jangan mengganggu penduduk kampung. Pada umumnya Dukun Kampung adalah orang yang taat beragama. Karena ituDukun Kampung dengan Penghulu yang mengurusi hal-ikhwal kegamaan berjalan seiring. Di beberapa kampung malah ada jabatan Dukun Kampung dan Penghulu berada dalam tangan satu orang, walau keadaan itu biasanya hanya sementara saja. Di samping Dukun Kampung yang secara resmi diangkat oleh masyarakat, terdapat pula dukun-dukun tidak resmi yang menjalankan praktek perdukunan, yang terkait dengan penyembuhan berbagai jenis penyakit, sampai yang melakukan kejahatan dengan menggunakan ilmu gaib.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.A., M.Soc.Sc., Ph.D.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.A., M.Soc.Sc., Ph.D.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terbaru

Di sela agenda kunjungan kerja di Korea Selatan akhir September lalu, saya berdiskusi hangat dengan Dubes RI untuk Korea Selatan, Pak Cecep Herawan, mengenai fungsi diplomasi dan pelindungan WNI. Salut atas komitmen KBRI Seoul yang terus mengoptimalkan layanan konsuler, legalisasi dokumen, advokasi ketenagakerjaan, hingga program "Rumah Kita" bagi warga yang jauh dari ibu kota. Sebuah dedikasi penting dalam memastikan jaminan hukum dan kehadiran negara bagi seluruh masyarakat Indonesia di Negeri Ginseng.

...

154 6
Naskah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sejatinya bukanlah sebuah produk peradilan ataupun undang-undang, melainkan sebuah putusan luhur dari para pemuda Indonesia. 

Kongres pemuda saat itu membuktikan bahwa tekad dan putusan yang lahir dari para pemuda menjadi fondasi utama berdirinya negara kita tercinta.

Senang sekali bisa hadir di tengah civitas akademika di Kampus Universitas Indonesia dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 ini. Semoga semangat dan putusan visioner para pemuda pendahulu kita terus menginspirasi generasi muda hari ini untuk terus menjaga, merawat, dan memajukan Indonesia.

#SumpahPemuda #SumpahPemuda2026 #UniversitasIndonesia #YusrilIhzaMahendra #profyusril

...

486 14
INFORMASI HOAKS!

Beredar flyer undangan konferensi pers mengatasnamakan Kemenko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan narasi agenda audiensi pemberhentian Wakil Presiden.

Kami tegaskan bahwa informasi dan flyer tersebut adalah HOAKS / PALSU. 

Kemenko Kumham Imipas ataupun Menko Yusril Ihza Mahendra tidak pernah mengeluarkan undangan atau mengadakan agenda tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tidak percaya, tidak membagikan ulang, dan selalu menyaring informasi sebelum disebarkan. 

Laporkan dan abaikan setiap konten palsu yang berpotensi menyesatkan publik.

#Klarifikasi #Hoax #kemenkokumhamimipas #profyim #AntiHoaks

...

2319 85
Menerima audiensi dan silaturahmi dari jajaran pengurus Kadin Indonesia yang dipimpin oleh Pak Anindya Bakrie (22/10).

Kami membahas urgensi revisi UU Kadin yang sudah berjalan hampir 4 dekade. Dunia usaha berkembang pesat, dan landasan hukumnya harus selaras agar mampu memberikan kepastian, perlindungan, serta ruang gerak bagi para pelaku usaha dari skala mikro hingga besar.

Pemerintah berkomitmen menyelesaikan penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk mengawal pembahasan RUU Kadin bersama DPR RI. Kepastian hukum yang kokoh adalah kunci agar perekonomian nasional terus tumbuh berdaya saing.

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #kadinindonesia #duniausaha #hukum

...

1275 41
Bernostalgia sejenak sambil berdiskusi bersama rekan-rekan Kohati PB HMI dalam Kohati Diplomacy Forum.

Dulu waktu pertama kali masuk kampus UI, sempat diajak gabung berbagai organisasi, tapi karena darah Masyumi mengalir dari Ayah, pilihannya tentu jatuh ke HMI.

Senang melihat semangat kritis, energi positif, dan potensi besar dari para kader HMI-Wati hari ini. Teruslah menjadi pelopor gagasan dan agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.  

#YusrilIhzaMahendra #profyusril #KohatiDiplomacyForum #Kohati #HMI

...

2185 34
Tahun 1989, saya sebenarnya sudah diterima di Cornell University, AS. Namun, karena kendala beasiswa, Allah menunjukkan jalan lain melalui Universiti Sains Malaysia (USM).

Proses akademik di USM menjadi salah satu pengalaman berharga. Surat rekomendasi doktoral saya saat itu didukung dan ditandatangani langsung oleh dua tokoh besar: Bapak Mohammad Natsir (mantan Perdana Menteri RI 1950) dan Prof. Dr. Sutan Takdir Alisjahbana.

Perjalanan riset perbandingan politik masyarakat Muslim antara Indonesia dan Pakistan ini membuah hasil kelulusan cum laude pada tahun 1992. Disertasinya diterbitkan oleh LIPI pada 1995 dan menjadi buku perbandingan politik terbaik kala itu.

Semoga cerita ini bisa menjadi penyemangat bagi generasi muda. Jangan pernah berhenti menimba ilmu dan percayalah bahwa setiap ilmu yang kita peroleh akan memberi manfaat besar bagi diri kita sendiri, bagi bangsa dan juga negara.

#YusrilIhzaMahendra #Pendidikan #MotivasiBelajar #universitisainsmalaysia #indonesiamalaysia

...

1070 31
Kembali ke tempat perjalanan akademik dimulai. Setelah 33 tahun menyelesaikan pendidikan S3 di Universiti Sains Malaysia (USM) pada tahun 1993, tidak disangka pada tahun 2026 ini saya kembali dipanggil dan dianugerahi jabatan sebagai Adjunct Professor (Profesor Utama) dalam bidang Ilmu Politik.

Perjalanan ini mengingatkan saya pada komitmen awal ketika mendalami ilmu politik, hukum tata negara, hingga filsafat. Mengabdi dan mengajar bukan hanya tentang membagikan ilmu, tetapi juga bagaimana melihat dinamika konstitusi serta ketatanegaraan agar terus berkembang dan relevan dengan perkembangan zaman.

Semoga penganugerahan ini membawa keberkahan dan kontribusi nyata bagi dunia akademis serta kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, saya juga berkesempatan untuk memberikan orasi ilmiah. Video lengkap bisa disaksikan di chanel YouTube saya.

#YusrilIhzaMahendra #UniversitiSainsMalaysia #politics
#profYusril #indonesiamalaysia

...

3471 106