KENANG-KENANGAN DI MASA KECIL (BAGIAN III)

Semenjak saya lahir dan bergaul akrab dengan kakek saya Jama Sandon itu, beliau tidak pernah pindah rumah. Rumah beliau – seperti nanti akan saya ceritakan di bagian selanjutnya dari kenang-kenangan ini – terletak di Jalan Kartini No. 56, Kampung Lalang, Manggar. Dari saya kecil sampai sekarang normor rumah itu tidak pernah berubah. Lahan yang ditempati kakek saya itu sebenarnya adalah tanah warisan nenek saya dari orang tuanya yang bernama Kedip. Orang tua beliau yang bernama Kedip itu berasal dari Kampung Sijuk. Ibu beliau yang bernama Denyap, seperti telah saya jelaskan, seorang wanita keturunan Minangkabau dari daerah Payakumbuh. Nenek saya itu berperawakan kecil. Walau sudah tua, beliau selalu berdandan dengan rapi, walau hanya di rumah. Rambutnya selalu disanggul dan dihiasi bunga melati atau bunga kenanga. Masih nampak di wajahnya, kalau nenek saya itu cantik di masa mudanya. Saya sering mendengarkan nenek saya bercerita tentang banyak hal, terutama ketika kecil beliau belajar agama. Beliau sering mengulangi kata-kata gurunya yang penuh hikmat. Nama gurunya itu menurut beliau, Haji Sahal, berasal dari Pulau Bawean di Jawa Timur.

Ketika muda, nenek saya sering merantau ke daerah-daerah lain, sampai ke Singapura dan Malaysia. Nampak sekali beliau itu masih berdarah Minangkabau, sebab orang Belitung asli jarang sekali merantau ke daerah lain. Ceritanya merantau itu lucu-lucu, karena beliau tidak pandai membaca huruf Latin. Di Singapura tahun 1920-an, nenek saya masih mengalami naik gerobak yang ditarik orang Cina berambut panjang dan dikuncir. Penarik gerobak itu berlari melarikan gerobak yang dinaiki dua penumpang. Nenek saya bercerita, di zaman dahulu katanya di Belitung ada jaringan trem yang dibangun oleh orang Belanda. Beliau sering naik trem bersama ibu saya yang masih kecil pergi ke Pasar Lipat Kajang. Ketika saya kecil, saya masih menyaksikan rel-rel bekas trem zaman Belanda itu. Pernah pula saya melihat sebuah rongsokan trem zaman Belanda yang di simpan di bengkel listrik kepunyaan PN Timah. Sayang, trem-trem itu tidak beroperasi lagi di zaman merdeka.

Kaum kerabat nenek saya Hadiah, nampaknya tidak banyak di Belitung. Nama saudara-saudara kandungnya yang masih saya ingat ialah Mustafa, Musa, Sudin dan Ismail. Hanya dua nama yang terakhir ini saja yang saya pernah bertemu. Sudin tinggal di Kampung Lalang bagian bawah yang didepan rumahnya ada pohon kelapa sawit yang tinggi menjulang. Kami menyebut pohon kelapa sawit itu “kabong minyak”. Pekerjaan Sudin adalah membuat sero dan membuat berbagai kerajinan tangan dari rotan, bambu dan resaman. Beliau juga membuat atap rumah dari daun sagu yang banyak tumbuh di belakang rumahnya. Walaupun di waktu kecil saya sering bermain di depan rumahnya, Sudin itu orangnya tak banyak bicara. Beliau sibuk meraut rotan saja ketika kami bermain. Suatu hal yang membuat saya agak heran dengan beliau itu, karena beliau tak pernah nampak menegerjakan sembahyang Jum’at di mesjid. Saya pernah menanyakan hal itu kepada ayah saya. Saya baru mengerti kalau Sudin itu menekuni banyak ilmu ghaib, sehingga banyak orang datang berdukun kepadanya.

Ayah saya mengatakan Sudin itu bersahabat dengan hantu-hantu, karena itu dia tak banyak mengerjakan suruhan agama. Saya memang pernah disuruh nenek saya meminta “jampi” kepada kakaknya itu ketika beliau sakit. Sudin menyuruh saya membawa pulang sebotol air, kunyit yang diberi kapur sirih dan pinang muda dibelah dua, untuk diserahkan kepada nenek saya. Saya melihat Sudin komat-kamit membaca mantra. Saya tidak tahu apa yang dibacanya. Namun nenek saya sembuh dari sakitnya. Apakah nenek saya itu sembuh karena jampi-jampi yang dibacakan Sudin, saya tidak tahu. Nenek saya itu seumur hidup tidak mau berobat ke rumah sakit. Beliau nampak takut dengan ilmu kedoktern modern. Beliau hanya mau minum obat yang diberikan oleh seorang mantri tetangga kami, namanya Mohamad Zain. Orang memanggil beliau itu Pak Bagong. Setahu saya, Sudin, saudara nenek saya itu, tidak mempunyai anak. Beliau mengangkat anak orang lain yang dipeliharanya sejak kecil. Namanya Hamim. Waktu kecil saya sering bermain sepak bola di halaman rumah Sudin bersama anak-anak Hamim. Sudin meninggal sekitar tahun 1965. Saya ingat kami datang ke rumah duka membawa beras untuk melayat.

Share:

Facebook
Twitter
WhatsApp
 Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

“Sistem yang baik akan memaksa orang jahat menjadi orang baik dan, sebaliknya, sistem yang tidak baik akan memaksa orang baik menjadi tidak baik.”

Berita Terbaru

KLARIFIKASI & BANTAHAN

Pernyataan yang menyebutkan "Pedagang Kaca Dikroyok Saat Kericuhan, Yusril: Jangan Salahkan Ormas" adalah TIDAK BENAR / HOAKS. Menko Yusril Ihza Mahendra tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut dalam kesempatan apa pun.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu yang disebarkan pihak tidak bertanggung jawab.
Mari bersama mewujudkan ruang digital yang sehat dengan selalu saring sebelum sharing.

#Klarifikasi #SaringSebelumSharing #BantahHoaks #Hoaks #YusrilIhzaMahendra

...

4047 142
Tanpa etik dan integritas, semua undang-undang dan lembaga hukum yang kita bangun tidak akan ada artinya.

Saat menyampaikan keynote speech pada Festival Layanan AHU Berdampak di Bandung kemarin (31/8), saya mengingatkan kembali bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak cuma diukur dari canggihnya sistem atau lengkapnya lembaga dan regulasi. 

Regulasi dan lembaga hukum hanyalah wadah. Penentunya ada pada moralitas, integritas, dan etika orang-orang di dalamnya.

Mari pastikan transformasi layanan hukum tak sekadar modern dan canggih, tetapi juga kuat secara integritas dan etik demi menciptakan kemanfaatan yang riil bagi masyarakat.

#YusrilIhzaMahendra #profyim #KumhamImipas #ditjenahu #ethic

...

314 18
KLARIFIKASI: HOAKS! 🛑

Beredar sebuah gambar/kutipan palsu yang mencatut nama Prof. Yusril Ihza Mahendra (Menko Kumham Imipas) seolah-olah mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait hukuman mati bagi koruptor.

Setelah ditelusuri, pernyataan tersebut sepenuhnya adalah BOHONG (HOAKS). Prof. Yusril tidak pernah mengucapkan kalimat sebagaimana yang dituduhkan dalam gambar di atas.

Mari kita hentikan penyebaran informasi palsu yang berpotensi menyesatkan publik. Selalu ingat prinsip saring sebelum sharing!

#Hoax #Klarifikasi #YusrilIhzaMahendra #SaringSebelumSharing #HukumIndonesia

...

10685 440
Menjaga kebugaran jasmani sekaligus merawat ketajaman gagasan untuk bangsa! 🇮🇩✨

Pagi ini, Minggu (23/8/2026), saya bersama rekan-rekan Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam (KB-HMI) berkumpul di Lapangan Biru Kementerian Hukum, Jakarta, dalam kegiatan Silaturahmi, Jalan Sehat, dan Diskusi Pembangunan Hukum.  

Suasana kebersamaan semakin hangat tatkala saya bersama Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, Sesmenko Kumham Imipas R. Andika Dwi Prasetya, serta Deputi Bidang Koordinasi Hukum Nofli membaur bersama para pimpinan tinggi pratama dan segenap keluarga besar alumni HMI.

Mengambil titik start dan finish di Lapangan Biru Kementerian Hukum, kegiatan jalan sehat pagi tadi tidak hanya menjadi ajang mempererat tali persaudaraan lintas generasi, tetapi juga wadah strategis bertukar pandangan konstruktif seputar isu-isu pembangunan nasional dan pembenahan hukum di tanah air.  

Melalui silaturahmi yang terus terjaga, mari kita perkuat jejaring solidaritas dan kontribusi nyata untuk kemajuan Indonesia yang kita cintai.

#YusrilIhzaMahendra #profyim #KemenkoKumhamImipas #hmi #olahraga

...

728 19
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Hari ini, 17 Agustus 2026, tepat 81 tahun bangsa Indonesia memperingati Hari Kemerdekaannya, dengan tema “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”.

81 tahun bukanlah usia yang singkat. Kemerdekaan ini diraih oleh para pejuang dengan darah dan air mata, melalui perjuangan, perundingan, dan diplomasi di dunia internasional, hingga memperoleh pengakuan seluruh dunia pada 27 Desember 1949.

Generasi pertama pendiri bangsa telah berpulang ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mari kita doakan semoga arwah mereka diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala kesalahannya, dan ditempatkan di Jannatun Na’im. 🤲

Perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan telah usai. Tugas selanjutnya adalah mengisi kemerdekaan: membangun bangsa agar meraih kemajuan, menghapuskan kemiskinan, keterbelakangan, dan ketertinggalan. Generasi sekarang dan generasi akan datang memikul tugas dan tanggung jawab yang berat demi mencapai Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur tersebut.

Kepada generasi penerus bangsa, berjuanglah dengan sepenuh hati—menegakkan kedaulatan bangsa, membangun ekonomi dan sosial, agar kita berkembang menjadi bangsa yang maju, memiliki ketajaman ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kepekaan hati nurani. Bangsa yang tidak saja sejahtera secara sosial, tetapi juga makmur secara ekonomi, bersatu padu dari Sabang sampai Merauke tanpa perpecahan apa pun.

Jangan sedikit pun kita lengah dari setiap ancaman dan tantangan. Kita harus menjadikan Indonesia bangsa dan negara yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di muka bumi ini. 💪

Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka! 🇮🇩

#hut81ri #indonesiaberdaulatadildanmakmur #merdeka #YusrilIhzaMahendra #MenkoKumhamImipas

...

1185 37